JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, usai dugaan keracunan yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Selasa (1/9).
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan, penghentian sementara tersebut dilakukan untuk proses evaluasi.
“Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional,” kata Bayu, Selasa (2/9).
Selain menghentikan operasional, tim juga telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: Tinggal 5 Santri Manbaul Hikam yang Masih Dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo
Menurut Bayu, hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam waktu sekitar satu pekan.
“Hasil laboratorium dan lain-lain kami tunggu untuk satu minggu ke depan ya, untuk uji hasil lab. Jadi, sampel sudah diambil dari Dinas Kesehatan Sidoarjo serta dari kepolisian,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menentukan nasib operasional SPPG Kalitengah.
BGN akan melaporkan hasil evaluasi kepada pemerintah pusat untuk menentukan apakah penghentian operasional hanya sementara atau berlanjut secara permanen.
“Jadi, sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah disuspennya sementara atau suspen permanen,” katanya.
Baca Juga: Daftar Menu MBG yang Dikonsumsi 293 Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Sebelum Keracunan
Bayu menjelaskan, SPPG Kalitengah pada hari tersebut mendistribusikan sekitar 2.800 porsi makanan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 porsi dikirim ke Ponpes Manbaul Hikam, sedangkan sisanya didistribusikan ke sejumlah sekolah.
“Untuk kemarin ini 2.800 porsi, di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah,” tandasnya.