JawaPos.com - Lima dari 339 santri Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, yang diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9) masih dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Plt. Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati mengungkapkan, secara keseluruhan pihaknya merawat sebanyak 339 santri.
Namun, lanjut dr. Dessy, saat ini tinggal lima santri yang masih menjalani perawatan. Sementara 334 santri lainnya diperbolehkan pulang setelah kondisinya berangsur membaik.
"Kalau (santri yang dirawat) di kami (RSUD R.T Notopuro) 339 orang. Yang masih ada di sini ada 5 pasien," kata dr Dessy kepada JawaPos.com saat ditemui di RSUD R.T Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9).
Baca Juga: Update! Total 83 Santri Diduga Korban Keracunan MBG Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Ia menjelaskan, keluhan terbanyak dari korban keracunan tersebut adalah mual, pusing, dan diare.
Maka dari itu, penanganan yang diberikan pihak rumah sakit berfokus pada pemenuhan kecukupan cairan tubuh para pasien, dan pemberian obat anti mual.
"Jadi fokus kami kemarin rehidrasi, yaitu cairannya dipastikan dulu cukup, terus ada injeksi obat-obatan anti mual, setelah itu kita observasi. Pasien yang stabil kita pulangkan, yang membutuhkan perawatan rawat inap kita rawat inapkan," ujarnya.
Terkait lima pasien yang masih menjalani perawatan, dr. Dessy memastikan kondisinya berangsur membaik.
Baca Juga: Daftar Menu MBG yang Dikonsumsi 293 Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Sebelum Keracunan
Tetapi, saat ditanya kapan pasien tersebut boleh pulang, dr. Dessy belum bisa memastikannya.
"Yang lima orang ini juga gejalanya sama, cuma agak lebih parah aja. Tapi ini berangsur membaik. Kita lihat nanti (apa boleh pulang hari ini atau belum)" ucapnya.