JawaPos.com — Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur menggandeng KPKNL Surabaya menggelar program “Kanwil DJKN Jawa Timur Goes to Campus” di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “118 Tahun Lelang Indonesia: Membangun Literasi Lelang bagi Generasi Muda” ini menjadi upaya mengenalkan sistem lelang resmi kepada mahasiswa sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan kekayaan negara.
Program edukatif tersebut berlangsung di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik mulai pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 118 tahun perjalanan lelang di Indonesia yang terus berkembang sebagai instrumen penting dalam perekonomian nasional.
Baca Juga: Minat Jual Aset Kendaraan di Balai Lelang? Simak Dulu Tips Berikut Ini
Mengapa Literasi Lelang Penting bagi Generasi Muda?
Literasi lelang dinilai penting karena masih banyak masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, yang belum memahami mekanisme lelang resmi yang diselenggarakan negara.
Padahal, lelang menjadi salah satu sarana transaksi yang menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum.
Melalui kegiatan Goes to Campus ini, Kanwil DJKN Jawa Timur berupaya memperkenalkan fungsi dan manfaat lelang kepada generasi muda sejak dini.
Langkah tersebut diharapkan mampu membangun pemahaman yang lebih baik mengenai peran lelang dalam pengelolaan aset negara maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Prof. Dr. Khoirul Anwar, M.Pd.
Kehadiran program literasi keuangan negara di lingkungan kampus mendapat sambutan positif sebagai bagian dari penguatan wawasan mahasiswa terhadap kebijakan dan layanan publik.
Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital.
Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur Soroti Peran Mahasiswa
Setelah sesi pembukaan, Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur Arik Hariyono menyampaikan keynote speech yang menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami ekosistem lelang resmi Indonesia.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat menyebarluaskan informasi yang benar terkait lelang.
Arik menekankan pemahaman mengenai lelang tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sadar terhadap layanan negara.
Edukasi semacam ini menjadi penting di tengah derasnya arus informasi yang sering kali memunculkan berbagai persepsi keliru mengenai proses lelang.
Peringatan 118 tahun lelang Indonesia menjadi momentum yang tepat untuk memperluas jangkauan literasi kepada kalangan akademisi.
Dengan mengenal mekanisme lelang resmi, mahasiswa diharapkan mampu memahami aspek hukum, ekonomi, hingga tata kelola yang melatarbelakangi setiap proses lelang.
Selain itu, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai peluang karier dan profesi yang berkaitan dengan dunia lelang.
Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal tambahan bagi mereka dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Kupas Tuntas Mekanisme Lelang Bersama Para Ahli
Sesi diskusi menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan ini. Diskusi dipandu oleh Kepala Seksi HI KPKNL Surabaya, Beta Embriyono Adna, yang bertindak sebagai moderator.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan langsung dari para praktisi dan ahli yang sehari-hari terlibat dalam penyelenggaraan lelang.
Materi yang disampaikan mencakup dasar hukum, mekanisme pelaksanaan, hingga perkembangan layanan lelang di Indonesia.
Narasumber pertama adalah Emanuel A. W. Mahinji yang menjabat sebagai Pelelang Ahli Pertama KPKNL Surabaya.
Ia memberikan pemaparan mengenai proses pelaksanaan lelang serta peran penting pelelang dalam memastikan transaksi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Diskusi semakin lengkap dengan kehadiran dua Pejabat Lelang Kelas II Surabaya, yakni Nyoman Ari Febrina Puspita, S.H., M.Kn. dan Dian Permadhani, S.H., M.Kn.
Keduanya membagikan pengalaman praktis serta memberikan perspektif mengenai profesi pejabat lelang yang memiliki peran penting dalam mendukung sistem lelang nasional.
Kombinasi narasumber dari berbagai latar belakang tersebut memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga wawasan praktis mengenai dinamika dunia lelang yang terus berkembang.
Hadirkan Doorprize, Suvenir, dan E-Sertifikat
Untuk meningkatkan antusiasme peserta, panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas menarik selama kegiatan berlangsung.
Setiap peserta yang hadir berkesempatan memperoleh suvenir menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam program literasi nasional tersebut.
Selain suvenir, peserta juga berpeluang mendapatkan berbagai doorprize yang telah disediakan penyelenggara.
Kehadiran hadiah-hadiah tersebut membuat suasana acara menjadi lebih interaktif dan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa selama sesi berlangsung.
Panitia juga memberikan e-sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bukti partisipasi resmi dalam kegiatan edukasi yang diselenggarakan Kanwil DJKN Jawa Timur dan KPKNL Surabaya.
Sertifikat tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi di luar perkuliahan.
Melalui program “Kanwil DJKN Jawa Timur Goes to Campus”, DJKN Jawa Timur berharap literasi lelang semakin dikenal luas oleh kalangan generasi muda.
Peringatan 118 tahun lelang Indonesia pun tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum memperkuat edukasi publik mengenai pentingnya lelang resmi yang transparan, aman, dan berlandaskan hukum.