JawaPos.com — Komitmen RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik terus diperkuat dengan langkah konkret. Sebagai rumah sakit kelas A, berbagai strategi pengembangan layanan kini mulai dipercepat demi menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui Forum Konsultasi Publik yang digelar Selasa, 29 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjadi bahan evaluasi layanan rumah sakit.
Baca Juga: Jakarta Siaga May Day! 24.980 Personel Gabungan Siap Kawal Aksi Buruh di Monas
Forum yang berlangsung di Nusantara Ballroom Gedung GPT lantai 7 RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo itu dihadiri berbagai pihak. Mulai dari pasien, akademisi, pemerintah daerah hingga media ikut terlibat aktif dalam diskusi.
Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dr. Atok Irawan, Sp.P., M.Kes menegaskan pentingnya forum tersebut sebagai wadah komunikasi dua arah.
“Dengan adanya agenda ini, kami berharap pelayanan rumah sakit bisa lebih baik lagi dengan mendengarkan masukan dari berbagai elemen. Ada berbagai stakeholder (pasien, masyarakat, akademisi, pemerintah kabupaten dan media),” ujarnya kepada JawaPos.com.
Tak hanya itu, forum ini juga menjadi bentuk komitmen rumah sakit dalam mengembangkan kualitas internal.
“Selain itu dengan adanya agenda ini juga menjadi komitmen rumah sakit untuk terus mengaktualisasi sumber daya manusia RSUD yang sudah dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit,” tambahnya.
Dari sisi perencanaan pembangunan daerah, dukungan juga datang dari Bappeda Kabupaten Sidoarjo. Kepala Bappeda, Mohammad Ainur Rahman, AP., M.Si menilai keberhasilan layanan publik tidak hanya diukur dari fasilitas.
“Dalam forum ini sebagai pelayan publik RSUD ingin mendengarkan masukan dari berbagai stakeholder. Ujung dari keberhasilan ini bukan dari infrastruktur, tapi kepuasan masyarakat yang menggunakan layanan di RSUD,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kritik sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan. “Kritik adalah vitamin untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Harapan besar juga disampaikan agar kolaborasi lintas sektor terus terjaga. “Semoga kolaborasi dari berbagai stakeholder bisa terus membuat pelayanan di RSUD semakin baik di masa depan,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, M.Kes mengungkapkan tantangan rumah sakit ke depan.
Baca Juga: Ditempel Ketat Borneo FC, Bojan Hodak Optimistis Persib Bandung Rebut Gelar Juara Musim Ini
Status sebagai rumah sakit kelas A sejak 2023 menuntut peningkatan layanan berbasis kebutuhan pasien.
“Tantangan kami ke depan sebagai rumah sakit kelas A sejak 2023 adalah menjawab suara pasien (voice of patient) untuk meningkatkan mutu layanan,” ungkapnya.
Menjawab tantangan tersebut, RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo telah menyiapkan sejumlah program prioritas di tahun 2026. Ada lima fokus utama yang menjadi arah pengembangan layanan kesehatan.
“Dengan adanya tantang tersebut kita sedang mengembangkan 5 poin di 2026 seperti penambahan ICU Jantung dan sarana operasi jantung terbuka, penambahan ruang rawat inap gedung MMP, pembuatan drainase, renovasi prasarana: poliklinik spesialis dan poliklinik eksklusif, dan yang terakhir MCU mobile,” paparnya.
Baca Juga: Akali Barcode hingga Modifikasi Mobil, Ini Modus Licik Mafia BBM Subsidi di Jatim
Tak hanya pengembangan fisik, inovasi juga menyasar sistem pelayanan agar lebih efisien. Salah satu langkah konkret adalah penyempurnaan sistem antrean yang lebih informatif bagi pasien.
“Dalam 2026 pengembangan sistem lama antrean menjadi salah satu prioritas utama dengan menambahkan kelengkapan estimasi lama pelayanan. Dengan adanya tambahan informasi ini memudahkan pasien bisa mengatur waktu kunjungannya saat berobat ke RSUD,” jelasnya.
Transformasi layanan juga diarahkan ke konsep yang lebih modern dan fleksibel. RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo mulai mengembangkan layanan berbasis mobilitas tinggi yang menjangkau masyarakat secara langsung.
“Inovasi baru tahun 2026, harapannya kita bisa segera berkontribusi dengan hospital without wall dengan mobile MCU di ruang-ruang publik,” tambahnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat rumah sakit tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi aktif hadir di tengah masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini penyakit sekaligus memperluas akses layanan kesehatan.
Tak berhenti di 2026, roadmap pengembangan juga telah disiapkan untuk tahun berikutnya. Fokus pengembangan akan bergeser dari infrastruktur menuju peningkatan kualitas layanan yang lebih spesifik.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Libra Besok Sabtu, 2 Mei 2026: Jaga Komunikasi, Peluang Datang Lewat Hubungan Sosial!
“Lalu pada 2027 kita tidak fokus ke penambahan infrastruktur tapi lebih fokus ke pengembangan layanan dengan ada 6 poin seperti penambahan layanan onkologi, pengembangan layanan fasilitas, pengembangan layanan operasi bedah jantung, penambahan layanan healthy lifestyle, transformasi digital untuk akselerasi layanan, hingga pengembagnan pusat pendidikan dan penelitian,” jelasnya.
Rangkaian strategi tersebut menunjukkan arah transformasi RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo yang semakin matang. Tidak hanya memperkuat fasilitas, tetapi juga membangun sistem layanan yang adaptif dan berorientasi pada pasien.
Melalui forum konsultasi publik ini, rumah sakit menegaskan komitmennya untuk terus berbenah. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam memastikan layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dengan langkah progresif ini, RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo optimistis mampu menjadi rujukan utama layanan kesehatan di Jawa Timur.
Pelayanan prima berbasis kebutuhan pasien menjadi fondasi utama menuju rumah sakit modern yang humanis.