JawaPos.com - Pasca terbakar saat aksi demonstrasi akhir Agustus 2025, Markas Polsek Tegalsari yang berada di Jalan Basuki Rahmat akan direhabilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada 2026.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ia menyebut pihaknya telah menyiapkan bantuan hibah untuk memperbaiki bangunan yang rusak, sehingga pelayanan publik bisa berjalan normal kembali.
"Insyaallah kita akan membantu di tahun 2026 ini terkait dengan Polsek Tegalsari. Ketika kemarin ada musibah itu, maka kita berikan hibah untuk pembangunan," tutur Eri Cahyadi di Surabaya, Senin (20/4).
Baca Juga: Psywar Mario Lemos! Klaim Persijap Jepara Tak Gentar Hadapi Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim
Menurutnya, keberadaan kantor kepolisian sangat penting untuk menjaga rasa aman masyarakat. Karena itu, perbaikan Polsek Tegalsari diperlukan agar pelayanan keamanan kepada warga kembali berlangsung maksimal.
"Karena itu pelayanan publik di Kota Surabaya. Bagaimana warga saya ini membutuhkan pelayanan keamanan dari kepolisian dan pelayanan-pelayanan publik lainnya,” sambungnya.
Eri Cahyadi mengatakan rehabilitasi Polsek Tegalsari kini memasuki tahap lelang. Setelah proses itu selesai, pembangunan dipastikan segera dimulai agar fasilitas pelayanan kepolisian dapat kembali difungsikan.
"Insyaallah sudah dijalankan, masih proses lelang (untuk proyek rehabilitasi Mapolsek Tegalsari). Kami juga membantu rehabnya Asrama Polisi Koblen, sehingga bisa ditempati oleh anggota Polrestabes Surabaya," tutup Eri.
Baca Juga: Viral! Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus Kristus di Lebanon, Picu Kecaman Dunia
Sebagai informasi, Pusat Kota Surabaya pada Sabtu (30/8), berubah menjadi malam mencekam saat aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi ricuh. Sisi barat bangunan tersebut pun habis terbakar.
Kronologi singkat
Markas Polsek Tegalsari, yang berada di Jalan Basuki Rahmat menjadi sasaran amukan massa aksi demonstrasi akhir Agustus 2025, yang berujung ricuh, Sabtu dini hari (30/8)
Kapolsek Tegalsari saat itu, Kompol Rizki Santoso mengatakan kobaran api membakar sekitat 90 persen area Mapolsek. 10 persennya lagi, yakni Masjid Mapolsek Tegalsari tetap utuh dan berdiri kokoh.
"Kerusakan 90 persen terbakar, sisa 10 persen bangunan Masjid Polsek masih utuh tidak terbakar. Sempat ada imbaun dari anggota Polri agar massa tidak anarkis, namun situasi tidak terkendali," ujarnya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries 20 April 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Selain Mapolsek Tegalsari, massa aksi juga membakar sisi barat Gedung Negara Grahadi. Dalam hitungan jam, kedua bangunan cagar budaya di pusat Kota Surabaya, ludes terbakar dan porak poranda.
Keesokan harinya, Mapolsek Tegalsari tampak berantakan. Sisa bangunan kayu dan barang-barang lain sudah berubah jadi arang serta abu. Tembok menghitam pekat akibat asap kebakaran hebat.