JawaPos.com - Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) 2026, Pemkot Surabaya menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah selama empat hari berturut-turut, 11 - 14 Maret 2026.
Program ini menjadi salah satu strategi Pemkot Surabaya dalam menjaga stabilitas harga pangan agar tidak memicu inflasi. Berbagai kebutuhan pokok di jual di sini dengan harga jauh lebih murah di bawah pasaran.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa stabilitas sektor pangan menjadi perhatian penting pemerintah daerah, terutama di tengah situasi ekonomi global yang dinilai tidak menentu.
“Karena itu, kami berupaya memastikan harga pangan tetap stabil melalui GPM dan Pasar Murah ini, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadhan hingga Idul Fitri dengan lebih tenang,” ucapnya, Kamis (12/3).
Dalam pelaksanaan program ini, tersedia berbagai komoditas pangan pokok dalam jumlah cukup besar. Di antaranya beras SPHP sebanyak 20.100 kilogram atau 4.020 sak, beras premium 17.240 kilogram atau 3.448 sak.
Kemudian Minyakita 8.640 liter, minyak goreng 4.506 liter, gula pasir 18.221 kilogram, serta bumbu dasar seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih masing-masing sebanyak 1.340 pack.
Eri menyebut penyelenggaraan GPM dan Pasar Murah ini memiliki dua tujuan, yakni menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
“Kalau komoditas yang menjadi incaran warga ini ada beras, telur, dan minyak goreng, karena itu semua kan kebutuhan utama untuk konsumsi sehari-hari, terutama untuk sahur dan berbuka puasa,” imbuh Eri.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan, harga seluruh komoditas yang dijual dalam program GPM dan Pasar Murah, dipastikan lebih miring.
“Kegiatan ini adalah upaya kami untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau. Melalui program ini diharapkan stabilitas harga pangan sekaligus pengendalian inflasi di Surabaya dapat terjaga,” tukas Syamsul.
Adapun harga sejumlah produk yang dijual di GPM, antara lain: beras SPHP kemasan 5 kilogram sebanyak 300 zak seharga Rp 58.000, beras Yarice/Makyut kemasan 5 kilogram sebanyak 100 zak seharga Rp 74.500.
Kemudian beras Warok kemasan 3 kilogram sebanyak 100 zak seharga Rp 44.500. Selain itu tersedia gula Nusa Kita seharga Rp 17.000 per kemasan dan minyak goreng Moorah kemasan 700 ml seharga Rp 16.000 per botol.
Koperasi pegawai di lingkungan Dinkopumdag Surabaya juga menyediakan minyak goreng Minyakita sebanyak 1.200 liter seharga Rp 15.000, serta beras kemasan 3 kilogram sebanyak 48 zak seharga Rp 44.000-Rp 44.500.
GPM dan Pasar Murah ini dilaksanakan serentak di 31 kecamatan. Untuk informasi mengenai detail lokasi dan produk yang dijual, masyarakat dapat mengaksesnya di kanal resmi Pemkot Surabaya atau Instagram @sapawargasby.