← Beranda
Dishub Surabaya Evaluasi Penerapan Bayar Parkir Nontunai Pakai QRIS Setelah Seminggu Diterapkan, Begini Hasilnya
Leni Setya WatiKamis, 8 Februari 2024 | 21.27 WIB
Sistem pembayaran parkir nontunai terus digencarkan Pemkot Surabaya (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

 

JawaPos.com – Sejak awal Februari lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah menerapkan sistem pembayaran tarif parkir nontunai menggunakan QRIS.

Sepekan berjalan, masyarakat di Surabaya terus beradaptasi dengan metode pembayaran parkir via QRIS.

Dinas perhubungan (dishub) Surabaya pun terus melakukan evaluasi terhadap program tersebut.

Kepala Dishub Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru sendiri telah memonitor kebijakan tersebut sejak dimulai serentak di 322 titik dari ribuan lokasi yang sudah dipetakan.

Berdasarkan praktik yang ditemui di lapangan, pihaknya tidak menemukan kendala apapun dalam penerapan kebijakan tersebut. Namun, mayoritas pengguna jalan parkir masih membayar secara tunai.

“Kita menilai masyarakat juga perlu beradaptasi dengan peralihan tunai ke nontunai,” ujarnya, seperti dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Kamis (8/2).

Menurutnya, ada sejumlah warga yang memilih membayar parkir secara tunai karena sebagian dari mereka belum terbiasa membayar parkir menggunakan QRIS, khususnya orang tua.

Baca Juga: Qomarul Lailiah, Guru SD di Surabaya yang Bakal Memimpin Pertandingan Bulu Tangkis di Olimpiade Paris

“Tahap awal memang kita berikan skema ini (tunai, Red),” ucapnya.

Dia juga menuturkan bahwa skema tunai untuk sementara waktu sudah disepakati bersama, namun pemkot memastikan parkir tunai bakal berjalan bertahap. Tundjung juga menjelaskan bahwa seluruh titik akan memberlakukan parkir nontunai.

“Nanti selurugnya pakai QRIS, perlu waktu,” ungkapnya.

Saat ini dishub memiliki upaya persuasif untuk mendorong peralihan menuju kebijakan parkir nontunai.

Pihaknya juga tengah menggencarkan sosialisasi pemakaian voucher pengganti uang tunai. Mereka juga berencana untuk menambah titik penjualan vocher.

“Sementara masih Taman Bungkul dan area Balai Kota Surabaya,” tuturnya.

Tundjung juga berencana untuk menambah delapan titik baru, sehingga total aka nada sepuluh lokasi penjualan voucher parkir.

Menurutnya, cara tersebut akan memberikan kemudahan pengguna parkir tepi jalan umum untuk mendapatkan alat pembayaran yang sudah ditentukan pemkot.

“Karena kita ingin menghapus pembayaran parkir tunai. Voucer ini pengganti uang tunai, jadi mereka secara perlahan mulai beradaptasi dengan metode pembayaran selain uang. Bertahap dari voucer kemudian terbiasa menggunakan QRIS,” terangnya.

Baca Juga: Tidak Hanya Surabaya, Banjir Juga terjadi di Sidoarjo, Hujan Deras dan Faktor Lain Jadi Penyebab

Terpisah, Kepala UPT Parkir Dishub Kota Surabaya, Jeanne Mariane Taroreh juga menyebutkan hal yang serupa.

Dirinya masih mendapatkan laporan bahwa banyak masyarakat yang membayar parkir secara tunai, namun untuk presentasinya masih dihitung.

“Lebih banyak tunai. Persentasenya sedang kami telaah,” kata Jeanne.

Dia juga mengatakan bahwa saat ini penambahan titik penjualan voucher masih dimatangkan. Masih ada beberapa usulan lokasi penjualan, terutama di fasilitas publik yang sering digunakan warga berkumpul seperti taman, terminal, maupun fasilitas lain yang ramai.

“Teknisnya, dishub akan menyerahkan voucer itu ke toko atau kios yang ditunjuk. Ini masih dimatangkan sambil menunggu evaluasi QRIS,” tutupnya.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti