← Beranda
Intensitas Hujan Tinggi Sebabkan Banjir di Sejumlah Titik Kota Surabaya, Ketinggian Capai 50 CM
Achmad AsroriRabu, 7 Februari 2024 | 16.25 WIB
TERPUTUS: Sejumlah pengendara motor nekat menerobos banjir yang menggenangi kawasan Jalan Tambak Oso Wilangun, Surabaya, meskipun ada beberapa yang mendorong motornya karena mogok, Selasa (6/2).

JawaPos.com – Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak Senin (5/2) malam hingga Selasa (6/2) pagi menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.

Dilaporkan dari Radar Surabaya (JawaPos Grup) Rabu (7/2), tinggi banjir yang diakibatkan intensitas hujan yang tinggi sangat bervariasi dan yang paling parah mencapai 50 cm.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menyebutkan 23 wilayah terendam banjir.

Daerah Surabaya Barat seperti Pakal, Benowo dan Tambak Osowilangun menjadi daerah yang paling parah terkena dampaknya.

Ketinggian air di wilayah Surabaya Barat mencapai 50 cm. Kondisi itu terpantau di depan Perumahan Pondok Benowo Indah dan Terminal Tambak Osowilangun.

Banjir tak hanya mengganggu aktivitas warga. Arus lalu lintas di sejumlah wilayah macet. Kemacetan terjadi di kawasan Branjangan, Benowo hingga Pakal.

Bahkan, akibat kemacetan parah tersebut, sejumlah pekerja terpaksa bolos kerja. Intensitas hujan tinggi yang terjadi di Surabaya juga menyebabkan sejumlah pohon dan alat peraga kampanye tumbang.

Untuk mengatasi banjir ini, Pemkot Surabaya mengerahkan 18 unit pemadam kebakaran untuk menyedot air. Upaya penyedotan berlanjut hingga pukul 03.00.

Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, pihaknya telah melakukan survei terkait banjir yang terjadi di sejumlah titik.

Misalnya, Jalan Raya Benowo yang terendam banjir sehingga menimbulkan kemacetan panjang.

“(Banjir) di Benowo karena ada penyempitan saluran. Ada pembangunan SMP Wachid Hasyim untuk membuat akses jalan di saluran air berdimensi 100x100,” kata Windo kemarin.

Menurut dia, DSDABM mengerahkan alat berat ekscavator untuk menghilangkan akses masuk gedung sekolah karena menghalangi aliran air.

“Ini proses menghilangkan monolit akses pembangunan SMP Wachid Hasyim,” ujar Windo.

Tak hanya di Branjangan, kemacetan panjang juga terjadi di kawasan Margomulyo. Jalan yang tergenang air menjadi penyebab utama kemacetan lalu lintas.

Windo menambahkan, banjir yang melanda Manukan Lor disebabkan pengerjaan saluran yang masih belum tuntas.

“Yang di Manukan Lor karena ada tumpahan dari Manukan Rejo. Air dari atas mengalir ke Manukan Lor di sekitar area depan Manukan Rejo. Pembangunan di atas belum selesai,” kata Windo.

Ketua LPMK Asemrowo Moch Widodo mengungkapkan, ada lima titik banjir di kawasan Asemrowo, yakni Tambak Pring Timur, Tambak Dalam Baru, Tambak Pring Barat Blok D, Tambak Walikota Utara, dan Asem Mulya.

Menurut dia, banjir yang melanda kawasan Asemrowo bukan hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, namun juga karena faktor lain.

“Asemrowo sangat membutuhkan saluran keluar yang langsung ke laut. Kalau tidak ada saluran keluar maka Asemrowo akan kebanjiran selamanya,” jelas Widodo.

Widodo berharap pemerintah kota memberikan perhatian serius terhadap permasalahan banjir di kawasan Asemrowo. Sebab, selama bertahun-tahun Asemrowo selalu dihantui banjir.

“Saya berharap Pemprov segera mengambil tindakan konkrit. Kita tidak bicara 5-10 tahun, tapi 30 tahun ke depan,” tegas Widodo.

EDITOR: Hanny Suwindari