← Beranda
Pemprov Jatim Kenalkan Surabaya Regional Railway Line, sebagai Rancangan Proyek Transportasi Terintegrasi
Elista Ita YustikaRabu, 13 Desember 2023 | 15.20 WIB
Wagub Emil Elestianto Dardak menyampaikan gagsasannya. (FOTO: HO-HUMAS PEMPROV JATIM)

JawaPos.com - Untuk menghubungkan pusat perekonomian di Jatim, Pemprov Jatim diketahui tengah merancang proyek pembangunan transportasi terintegrasi di bumi Majapahit.

Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan bahwa transportasi terintegrasi tersebut akan menghubungkan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila).

Proyek ini sesuai dengan arahan dari Keputusan Gubernur Jawa Timur No 188/743/KPTS/013/2022 tentang Tim Koordinasi Pengembangan Rencana Moblitas Perkotaan Berkelanjutan Untuk Wilayah Metropolitan Surabaya Periode Tahun 2022-2024 dan stakeholder terkait dalam penyusunan Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) di Wilayah Gerbangkertosusila Plus.

Baca Juga: Harbolnas 2023, Blue Squad Buka Fashion Item-nya untuk Umum

Emil menuturkan bahwa format yang akan digunakan dalam pembangunan transportasi terintegrasi ini adalah SUMP. SUMP sendiri diketahui telah dirancang sejak tahun 2022 lalu.

“Kita sudah temukan formatnya yaitu melalui SUMP atau Sustainable Urban Mobility Plan,” kata Wagub Emil saat rapat bersama Deputi Sarana Prasarana Bappenas di Jakarta, kemarin (11/12), seperti yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup).

Selain untuk menghubungkan pusat perekonomian, proyek ini juga bertujuan untuk menyikapi maraknya penggunaan kendaraan pribadi yang berakibat pada kemacetan dan polusi udara.

Baca Juga: Polisi Duga Satu Keluarga Bunuh Diri di Malang, Tulis Pesan Ini Sebelum Meninggal

“Kita melihat ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk segera menyikapi dominannya penggunaan kendaraan pribadi. Ini kalau tidak dilakukan penindakan struktural, ini akan mengakibatkan kemacetan yang luar biasa, polusi yang luar biasa dan akan menghambat potensi pertumbuhan ekonomi di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan wilayah yang lain,” katanya.

Tercatat kebutuhan angkutan umum di daerah Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo sebanyak 0,73 juta perjalanan per hari ke dan dari Surabaya.

Data tersebut merupakan hasil kajian SUMP yang dilakukan pemprov Jatim bersama Konsultan EGIS Rail SA.

Baca Juga: Tersingkir di Liga Champions, Ten Hag Janji Perbaiki Performa Manchester United

Tingginya data perjalanan tersebut agaknya tidak dibarengi dengan kemudahan aksesibilitas menuju ke dan dari lokasi transit.

Hal itu menyebabkan layanan angkutan umum yang menghubungkan titik-titik lokasi tersebut rata-rata berokupasi rendah.

“Jadi ini yang mau kita benahi. Kita ingin agar supaya sarana transportasi kita di Jawa Timur terintegrasi seperti halnya di Jakarta, dengan KRL, MRT atau LRT. Nah Pola yang saat ini sudah disiapkan adalah peningkatan kapasitas jaringan kereta api dari single track menjadi double track,” katanya.

Diketahui, Emil beserta pihaknya akan segera merampungkan pembiayaan proyek KRL Surabaya atau lebih dikenal dengan Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

Baca Juga: Momen Cak Imin Ikuti Gerakan Anies Saat Ucapkan Wakanda No More, Indonesia Forever

Konstruksi proyek rencananya akan dimulai tahun 2025 mendatang.

“Yang sudah di depan mata, mohon doa restunya adalah Surabaya Regional Railway Line project. Yang harapan kita tahun ini sudah difinalkan kesepakatan pembiayaannya,” jelasnya.

EDITOR: Hanny Suwindari