← Beranda
Kisah Nekat Dua Bocah SD Asal Madura Pergi ke Jakarta Naik Motor Tanpa Helm dan Nomor Polisi, Berhasil Lolos Sampai Semarang
Amalia Lathifah UtamiKamis, 23 November 2023 | 14.35 WIB
Dua bocah asal Sampang. Jawa Timur, saat diamankan di Mapolsek Tengaran, Kabupaten Semsrang, saat bersepeda motor menuju Jakarta, Senin (20/11).

 

 

JawaPos.com- Ditemukan dua bocah SD asal Madura, yang berinisial SZ ,11, dan D ,10, nekat pergi ke Jakarta tanpa menggunakan apapun.

Polisi yang melihat dua bocah tersebut, terheran- heran dengan kondisinya. Lantaran kedua anak itu berkendara hanya dengan celana pendek, tanpa adanya helm dan nomor polisi, serta tidak menggunakan jaket pelindung badan.

Kabar terkait dua anak kecil yang berkendara berhasil lolos sampai Semarang, sudah dikonfirmasi langsung oleh AKP Supeno.

“Itu Senin (20/11) pagi, sekitar pukul 7:00 WIB, saat kedua bocah tersebut melintas di Simpang Klero, Tengaran,” ungkapnya.

Setelah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, ditemukan bahwa MZ adalah murid SDN Pengarengan 2, Pengarengan. Sedangkan D adalah murid MI Miftakhul Ulum Pengarengan.

Dua bocah itu mengaku telah menggunakan sepeda motor untuk tujuan ke Jakarta guna mengunjungi saudaranya. Keduanya berangkat bersama dari Sampang pada Ahad (19/11) sekitar pukul 13:00 WIB dengan berbekal satu handphone dan uang seadanya.

Sesaat diajak berbicara bersama di dalam kantor polisi, ternyata kedua anak itu nekat pergi ke Jakarta dengan modal yang sangat minim. Yaitu Rp 105 ribu dan uang itu juga hasil dari meminjam kepada temannya.

“Rp 5.000 itu sisa uang jajan. Yang diberi ibu (bibi yang mengasuh mereka) Rp 20.000. Kalau Rp 100 ribu itu pinjam sama teman sebelum berangkat,” ucap D saat sedang diamankan.

“Saya cuman makan mi instan sekali, berhenti beli bensin enam kali (Rp 10 ribu sekali ngisi), tapi lupa tempatnya. Istirahat semalam di gardu pinggir jalan, kalau nggak salah di Tuban,” tambah anak itu.

Baca Juga: Berstatus Tersangka, Firli Bahuri Didesak Mundur dari Jabatan Ketua KPK

Saat dimintai keterangan, kedua bocah ini ternyata baru pertama kali melakukan perjalanan ke luar kota.

Mereka sama sekali tidak tahu arah dan hanya mengandalkan rute yang tertera dalam Google Maps.

Keduanya pergi dengan tidak meminta izin sebelumnya, kepada kedua orang tuanya. Yang terpenting mereka dapat pergi ke Jakarta.

Melihat kondisi itu, lantas pihak kepolisian langsung menghubungi orang tua bocah tersebut dengan memeriksa ponsel yang sudah dibawa oleh mereka.

Saat ponselnya diperiksa ditemukan nomor guru sekolahnya, “Kemudian oleh gurunya, disambungkan dan dikomunikasikan ke orang tuanya,” jelas Supeno.

Akhirnya kedua orang tua dari dua bocah SD ini akhirnya menjemput keduanya sekitar pukul 23:00 WIB. Dengan membawa pulang kembali sepeda motor yang telah dikendarai oleh kedua bocah tersebut.

Setelah kedua anak itu diserahkan kembali kepada orang tuanya. Kedua orang tua anak itu sangat berterima kasih kepada pihak Polsek Tengaran. Selain karena sudah diamankan mereka juga tidak dikenakan tilang atas kelakuannya tersebut.

Atas kejadian tersebut, secara khusus AKP Supeno memberikan imbauan kepada seluruh orang tua untuk tetap selalu mengawasi anak- anaknya.

“Terutama tidak membiarkan anak yang masih dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor sendiri tanpa pengawasan dari orang tua,” tegasnya.

EDITOR: Kuswandi