← Beranda
Produk Makanan Olahan UMKM Sidoarjo Tembus Pasar Ekspor Arab Saudi dan Malaysia
Dimas Nur ApriantoSelasa, 1 Agustus 2023 | 01.56 WIB
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor.

JawaPos.com–Produk mi telur CV Indigo Sejahtera kembali masuk pasar luar negeri. Kali ini merambah Malaysia. Tahun lalu ke Jeddah Arab Saudi. Pagi tadi, Senin (31/7), 1 kontainer produk olahan makanan itu diterbangkan ke negara tetangga Malaysia.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor melakukan pelepasan di tempat usaha CV Indigo Sejahtera, Jalan Raya Lebo. Produk mi sayur instant bermerek Zumami tersebut bikinan UMKM warga Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo. Hadir dalam pelepasan Co Founder Akademi Mudah Ekspor Reza. Ekspor tersebut difasilitasi Akademi Mudah Ekspor dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Gus Muhdlor panggilan akrab Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan, produk UMKM Sidoarjo tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri. Ekspor kali ini merupakan salah satu dari ratusan produk UMKM Sidoarjo yang telah merambah luar negeri. Sebelumnya 300 orang pelaku UMKM Sidoarjo memasarkan produknya ke mancanegara. Kala itu difasilitasi Surabaya Ekspor Center.

”Satu tahun yang lalu dari Surabaya Ekspor Center membawa produk UMKM Indonesia go to ekspor. Ditarget seribu produk UMKM dari 8 provinsi di Indonesia yang akan diekspor, ternyata melebihi target. Terdapat 1.500 produk UMKM yang diekspor, dari jumlah tersebut 300 produk UMKM berasal dari Kabupaten Sidoarjo, itu 20 persennya,” ucap Ahmad Muhdlor.

Gus Muhdlor berharap capaian pemasaran ekspor itu dapat dijaga. Para pelaku UMKM Sidoarjo diminta menjaga kualitas produk. Bahkan ditingkatkan dengan inovasi produk.

”Konsistensi menjaga produk harus dijaga, saya yakin dengan konsistensi ini produk kita akan mampu bertahan di mancanegara,” kata Ahmad Muhdlor.

Gus Muhdlor juga meminta support system masyarakat Sidoarjo terhadap produk lokal. Salah satunya dengan membeli produk-produk UMKM Sidoarjo. Dukungan tersebut akan menguatkan keberadaan para pelaku UMKM Sidoarjo.

Support system ini harus ditata, kalau ada produk Sidoarjo yang sama dengan produk luar lain, belilah produk dari daerah sendiri,” ujar Ahmad Muhdlor.

Gus Muhdlor mengungkapkan hasil penelitian Kementerian Koperasi kendala para pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha. Sekitar 50 persen industri kecil tidak bisa berjalan karena kurang modal.

”Kabupaten Sidoarjo meluncurkan Program Kurda Sayang (Kredit Usaha Rakyat Daerah Sidoarjo Yang Gemilang). Program bantuan permodalan tersebut mematok bunga rendah, 3 persen per tahun. Kami punya peminjaman modal bagi UMKM yang jauh lebih mudah lebih murah hanya 0,0025 persen per bulan atau hanya 3 persen per tahun, kalau panjenengan berminat, sampaikan kepada Disperindag Sidoarjo, nanti difasilitasi ke BPR Delta Artha Sidoarjo,” kata Ahmad Muhdlor.

Kendala selanjutnya ungkap Gus Muhdlor, sebanyak 34 persen gagal karena tidak memahami pangsa pasar. Sisanya 8 persen karena faktor perizinan dan 5 persen adanya bahan baku impor yang dipakai.

Co Founder Akademi Mudah Ekspor Reza mengungkapkan, produk makanan olahan kali ini akan dipasarkan di supermarket DoMart Kuala Lumpur, Malaysia. Minimarket tersebut 100 persen diisi produk-produk tanah air. Pada Juni, Domart Malaysia diresmikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

”Domart merupakan jaringan supermarket modern yang khusus menjual produk Indonesia dan 30 persen harus diisi produk UMKM,” ujar Ahmad Muhdlor.

Reza mengatakan, produk ekspor UMKM kali ini telah melalui seleksi yang ketat. Tiga bulan untuk menentukan produk UMKM yang layak ekspor. Dia mengapresiasi produk makanan olahan dari Kabupaten Sidoarjo. Banyak produk Sidoarjo yang lolos dalam seleksi tersebut.

”Kepada UMKM terpilih luar biasa perjuangannya, tiga bulan seleksi dan kenapa pelepasan produk ekspor ini di Sidoarjo karena yang banyak lolos dari Kabupaten Sidoarjo,” ucap Reza.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah