← Beranda
Rata-Rata Lulusan Unair Butuh Waktu 3–4 Bulan untuk Dapat Kerja
Latu Ratri MubyarsahMinggu, 12 September 2021 | 04.50 WIB
Pengurus pusat Ika Unair saat pelantikan di Aula Graha Mukti, Sabtu (11/9). Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Lulusan Universitas Airlangga Surabaya rata-rata membutuhkan waktu 3-4 bulan untuk mendapatkan pekerjaan. Hal itu menjadi masalah bagi kampus peringkat keempat menurut Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings (WUR) itu.

Rektor Unair Muhammad Nasih mengakui employability skill Unair saat ini memang masih rendah. Employability merupakan kemampuan bagi individu untuk mendapatkan pekerjaan.

’’Saat ini, waktu tunggu fresh graduate S1 3-4 bulan. Gaji juga di bawah UMR. Ini jadi catatan ikatan alumni,’’ tutur Nasih dalam acara pelantikan pengurus pusat ikatan alumni Universitas Airlangga, Sabtu (11/9) di Aula Garuda Mukti, Surabaya.

Nasih menekankan pada anggota dan pengurus Ika Unair untuk merekatkan hubungan dengan mahasiswa. ’’Kalau alumni nggak percaya pada adik-adiknya, apalagi orang lain? Employability ini masih jadi masalah. Mohon bantuan teman-teman alumni. Ini harapan besar dari kami pada Ika Unair,’’ ucap Nasih.

Nasih menjelaskan, pada 2020, Unair belum masuk 10 besar employability berdasar Quacquarelli Symonds (QS) Graduate Employability Rankings. Dia menargetkan tahun ini, Unair masuk 10 besar.

’’Kami berharap tahun ini. Energy dan kepengurusan kita banyak berubah. Dengan energi yang baru, semangat dan orientasi baru. Semoga tahun depan masuk dan peirngkat sama seperti universitas terbaik se-Indonesia. Yaitu yang keempat,’’ ujar Muhammad Nasih.

Dalam acara itu, Ketua Ika Unair yang juga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, ke depannya, dia akan membangun sinergitas dan koneksi kuat antara alumnus dengan mahasiswa.

’’Dulu saya berharap di program Merdeka Belajar, ada mahasiswa yang magang di Pemprov Jatim. Sekarang ada saya sebagai gubernur dan ketua Ika Unair. Saya ingin kesempatan ini kita gunakan,’’ tandasnya.
EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah