JawaPos.com – Wimbledon selalu memiliki tempat istimewa dalam perjalanan karier Novak Djokovic. Di lapangan rumput All England Club itulah, petenis Serbia tersebut tujuh kali mengangkat trofi juara. Pekan ini, Djokovic kembali ke sana dengan satu misi: memburu gelar grand slam ke-25 sepanjang karier.
Jika berhasil menjadi juara, Djokovic akan semakin mengukuhkan statusnya sebagai peraih gelar grand slam terbanyak sepanjang sejarah. Selain itu, dia juga akan menyamai rekor Roger Federer yang mengoleksi delapan gelar tunggal putra Wimbledon.
Djokovic pun merasa optimistis. Dia merasa kondisinya jauh lebih siap ketimbang saat tersingkir pada babak ketiga Roland Garros. Ketika itu, dia belum sepenuhnya pulih dari cedera bahu.
"Saya merasa lebih siap di sini dibanding saat Roland Garros. Bermain di lapangan rumput juga tidak membutuhkan tenaga fisik sebesar bermain di lapangan tanah liat, dan itu tentu lebih baik bagi saya," ujar Djokovic dalam konferensi pers dikutip dari laman resmi ATP Tour.
Ya, di usia menginjak 39 tahun, tantangan terbesar Djokovic kini bukan lagi soal teknik atau pengalaman, melainkan kondisi fisik. Karena itu, di atas kertas, peluang Nole—sapaan akrab Djokovic—untuk meraih gelar di Wimbledon lebih besar ketimbang Roland Garros.
"Saya memang menargetkan mencapai performa terbaik di Wimbledon setelah cedera bahu membuat saya absen cukup lama. Saya tahu datang ke Roland Garros tanpa banyak pertandingan resmi akan menjadi tantangan yang sangat sulit," ujarnya.