JawaPos.com - Ajang ultra cycling internasional Lintang Flores 2026 resmi berakhir setelah batas cut-off time (COT) ditutup pada Kamis (7/5/2026) pukul 10.00 WITA. Sebanyak 20 ultra cyclist dari berbagai negara berhasil mencapai garis finis di Ta’aktana Luxury Collection Resort & Spa, Labuan Bajo.
Tahun ini menjadi momen spesial bagi Indonesia setelah tiga posisi teratas berhasil diraih pesepeda nasional. Ultra cyclist asal Malang, Juney Hanafi, keluar sebagai juara usai menuntaskan rute sejauh 1.034 kilometer dengan elevasi 19.000 meter dalam waktu 79 jam 5 menit.
Dua posisi berikutnya ditempati Muhammad Ghanez Athoriq dan Muhammad Irwan dengan catatan waktu masing-masing 80 jam 21 menit dan 82 jam 5 menit. Sementara finisher wanita tercepat diraih pesepeda asal Belanda, Charlotte Troost, dengan waktu 87 jam 48 menit.
Baca Juga: Persis Solo vs Persebaya Surabaya Jadi Laga Emosional, 2 Eks Green Force Siap Tebar Ancaman
Juney mengaku medan Flores menjadi tantangan terbesar selama perlombaan.
“Rutenya luar biasa—naik turun gunung dan pantai ratusan kali. Untuk yang akan ikut, siap-siap nanjak,” ujarnya.
Ia bahkan sempat mendorong sepedanya saat memasuki kilometer akhir karena medan yang semakin berat. Sepanjang perjalanan, Juney mengandalkan bekal sederhana seperti kurma dan nasi kuning.
Penuh Perjuangan
Tak hanya lintasan, perjalanan menuju titik start juga penuh perjuangan. Juney bersepeda dari Malang ke Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan laut selama sekitar 30 jam menuju Labuan Bajo.
Baca Juga: Nggak Tayang di TV! Ini Link Live Streaming Persis Solo vs Persebaya Surabaya
Penggagas Lintang Flores, Renaldus Iwan Sumarta, menyebut dominasi pesepeda Indonesia tahun ini menunjukkan perkembangan komunitas ultra cycling di tanah air.
“Tahun ini istimewa, karena podium pertama hingga ketiga diraih pesepeda Indonesia. Ini menegaskan semangat ultra cycling yang kian tumbuh di tanah air,” kata Iwan.
Menurutnya, karakter alam Flores dengan tanjakan panjang, cuaca ekstrem, dan rute berat menjadi ujian utama bagi para peserta.
Selain balapan, Lintang Flores 2026 juga membawa misi sosial melalui donasi renovasi ruang belajar SMAK St. Yosef Freinademetz Mukusaki di Ende yang sebelumnya rusak akibat longsor.