JawaPos.com–Tim Yudha Saputera sukses menundukkan tim Andakara Prastawa 117-106 dalam pertarungan bertajuk IBL All Star 2026 di Bandung Arena, Jawa Barat, Sabtu (11/4).
Dalam laga ini, kedua tim bermain maksimal dengan suguhan penampilan memukau. Di antaranya pemain Pacific Caesar Surabaya AJ Bramah yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) usai membukukan 35 poin.
Selain Bramah, Yudha juga mencuri perhatian. Kapten tim tersebut tak hanya membawa timnya menang, tetapi juga meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Most Favorite Player dan Best Local Performance setelah mencetak 20 poin.
Dari sisi statistik, dominasi Tim Yudha terlihat dari kontribusi merata para pemain. AJ Bramah menjadi top skor dengan 35 poin dan 20 rebound, disusul Jordan Ivy-Curry yang menyumbang 27 poin, serta Yudha Saputra dengan 20 poin. Abraham Damar Grahita turut menambahkan 15 poin dan Dame Diagne dari bangku cadangan menyumbang 10 poin.
Sedangkan di tim Prastawa, Shannon Branch memimpin perolehan angka dengan 27 poin, diikuti Jeff Withey dengan 20 poin. Hendrik Xavi Yonga menambahkan 13 poin, sementara Agassi Goantara dan para pemain lainnya turut menyumbang angka meski belum mampu membendung kebangkitan lawan.
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menyebutkan, rangkaian acara hingga puncak IBL All Star 2026 berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: Rute Mangkunegaran Run Tersertifikasi Dunia, Adeging Mangkunegaran, Diikuti Lebih dari 7 Ribu Pelari
”Bukan hanya pas pertandingan. Banyak kegiatan jelang All Star, dari selebriti hingga one on one yang baru. Puncaknya hari ini sangat menghibur dengan laga yang intens,” ujar Junas Miradiarsyah.
Junas menuturkan, IBL akan terus menghadirkan inovasi dalam setiap penyelenggaraan.
”Ingin setiap tahun ada inovasi baru. Semoga ke depan bisa hadir di kota lain yang lebih menarik. Slam dunk contest juga harus tetap menghibur,” kata Junas Miradiarsyah.
Junas juga menyoroti kualitas permainan yang semakin kompetitif. Di mana, dua generasi senior dan junior ingin membuktikan mereka layak. "Kesadaran untuk memberikan yang terbaik bagi fans terlihat, pertandingan ketat dan poin bisa tembus tiga digit,” terang Junas Miradiarsyah.
Sementara, Yudha bersyukur bisa membawa tim menang di kandang dan juga memborong gelar individu. Baginya, semua penghargaan itu bukan untuk diri sendiri tetapi juga untuk klub, fans, warga Kota Bandung, dan keluarga.
”Rekan setim juga tampil bagus, saling mendukung, serta lawan sulit dikalahkan, jadi mudah-mudahan bisa menghibur karena pertandingan berlangsung ketat,” ungkap Yudha.
Baca Juga: Pimpin PB Percasi, Agustiar Sabran Ingin Catur Lebih Popuper dan Masuk Ekstrakurikuler
Yudha menuturkan, penyelenggaraan All Star tahun ini sangat bagus. Selain diisi dengan banyak ekshibisi, dimeriahkan pula hiburan musik, menari, dan pengisi acara yang juga menarik untuk ditonton.
”Minusnya mungkin banyak pemain yang sudah ada dalam draft, tetapi tidak jadi ikut bermain,” sebut Yudha.
Selain IBL All-Star Game, ajang ini diisi dengan rangkaian kegiatan lain seperti ekshibisi IBL Future Challenge, 1 On 1 Challenge, serta Celebrity Games yang diikuti sejumlah artis, mantan pemain IBL, penyanyi, dan influencer.
Baca Juga: Ratusan Penembak Internasional Ramaikan Brimob XTreme 2026
Di nomor One on One Challenge Justin Jaya dari Tangerang Hawks tampil sebagai juara setelah menaklukkan rekan setimnya, Yesaya Saudale, dengan skor tipis 15-14 di partai final.
Di sektor tripoin contest, pebasket Agassi Goantara dari Pelita Jaya Jakarta keluar sebagai juara. Dia mencatatkan 29 poin di babak awal sebelum memastikan kemenangan di final dengan 26 poin, mengungguli Jordan Ivy-Curry yang mengemas 22 poin.