JawaPos.com - Imelda Harsono telah menjalani berbagai peran dalam Samator Group sejak 2003. Ia memulai perannya dari bawah. Walaupun perusahaan tersebut dikembangkan oleh tangan dingin ayahnya sendiri, mendiang Arief Harsono. Kini, ia menduduki kursi Vice President/Executive Director Samator Group. Ia juga bertugas sebagai Direktur PT Samator Indo Gas, Tbk, Direktur Utama PT Samabayu Mandala, dan Direktur PT Samator Gas Industri.
”Dulu saya sempat minta ke bapak, mau kerja di tempat lain dulu setelah lulus,” kenangnya. Tapi permintaan itu ditolak mentah-mentah sang ayah. Katanya, nanti bisa betah di tempat lain dan tidak mau pulang ke Samator. Imelda mengikuti keinginan ayahnya. Kini, ia membuktikan kemampuannya sebagai pemimpin perempuan di tengah lingkungan industri yang masih kerap lekat dengan ‘kelaki-lakian’.
Perjalanan Imelda tak selalu mulus. Ia mengakui, masih ada stereotip sana sini yang melekat pada perempuan sebagai pemimpin. Yang paling membekas adalah menjelang kelahiran anak kembarnya sekitar 8 tahun lalu. ”Saat itu ada partner dari Jepang yang komentar, menduga saya nggak akan kembali bekerja buat perusahaan,” tuturnya.
Bagi perempuan, pandangan tersebut bisa jadi terasa membatasi. ”Dikira karena punya anak kembar jadi pasti repot, tidak mungkin kerja lagi,” jawabnya. Tapi itu justru membakar semangat Imelda. Satu-satunya cara membuktikan pandangan itu salah, adalah membuktikannya. ”Nyatanya sampai sekarang saya masih di sini,” imbuhnya dengan senyum lebar.
Pentingnya Support System
Sebagai pemimpin, tak mungkin Imelda mengerjakan semuanya sendiri. Ia paham bahwa pemimpin yang baik memiliki support system yang baik juga. Bagaimana pekerjaan bisa dibagi sesuai porsinya. Mana yang harus diprioritaskan, mana yang bisa ditunda barang sebentar saja. ”Kalau kita merasa harus menanggung semuanya sendiri, kita malah merasa kesepian,” jawab alumnus National University of Singapore itu. Porsi yang bisa dikerjakan jadi amat terbatas.
Dia berupaya melibatkan orang-orang di sekitarnya. Mulai dari lingkungan terkecil hingga paling besar. Di rumah, ia berbagi peran menjaga anak-anaknya dengan sang ibu. ”Karena saya harus kerja, jadi ibu saya banyak membantu menjaga anak-anak,” sambungnya. Peran sang suami juga begitu besar sehingga Imelda bisa menjadi pemimpin perusahaan yang tangguh.
Begitupun di kantor. Apa yang dijalani perusahaan harus dipahami semua pihak. ”Misalnya sekarang ada tarif dari Trump (Presiden Amerika Serikat, red), harus bisa kita jelaskan ke semua seperti apa dampaknya bagi perusahaan,” imbuh Imelda. Keterbukaan ini menjadi azas penting dalam perusahaan agar semua pihak bisa bergerak dengan visi yang sama. Hal itu juga membuat semua pihak siap beradaptasi dengan adanya beragam perubahan.
Imelda pun terbuka dengan kondisinya. Ketika ia harus izin dari kantor, timnya siap membantu. ”Kalau anak lagi sakit, di kantor bisa akomodasi supaya semua tetap harus jalan,” katanya.
Optimis Dengan Masa Depan
Keberanian yang dimiliki Imelda lahir dari badai besar yang pernah ia dan keluarga alami 2021 lalu. Mendiang Arief Harsono meninggal karena Covid-19 setelah baru beberapa hari dirawat. ”Mendadak sekali, saya dan kakak saya Rachmat Harsono, tiba-tiba harus memegang grup sebesar ini,” kenangnya.
Pada momen itu, ia harus memastikan ibunya segera sembuh, keluarganya tetap aman, dan operasional perusahaan tetap berjalan. ”Rasanya seperti sedang perang. It was the toughest moment for me,” jawabnya. Imelda mengatakan, ia berupaya menjalani satu per satu yang ia bisa. ”One day at a time. Karena mikir seminggu ke depan, sebulan ke depan itu rasanya belum bisa saat itu,” ucap ibu dua anak itu.
Setelah mampu melalui pandemi dan kehilangan, Imelda merasa tak lagi punya ketakutan. Apapun yang terjadi di depannya, pasti bisa dilewati. ”Yang kemarin berat sekali itu bisa kok!” tandasnya.
Adanya transisi kepemimpinan saat ini memang memberikan tantangan tersendiri. Tapi, ia cukup optimis dengan perkembangan perusahaan. ”Dua tahun lalu, kami baru aja dapat investasi dari private equity,” ucapnya. Selain itu, perusahaannya kini juga menjalani kerja sama dengan banyak mitra luar negeri.
Ia memastikan masa depan Samator Group masih cemerlang. Perusahaannya juga berkomitmen memberikan yang terbaik bagi Indonesia. ”Lewat kerja sama internasional, kita mau tetap kasih impact ke Indonesia dengan teknologi luar negeri,” tegas peraih gelar Master of Commercial Law dari University of Edinburgh itu.
Tak Tinggalkan Peran Ibu
Imelda memiliki cara unik mendidik putra-putrinya. Setiap hari, ia memastikan ada waktu satu jam untuk bercengkrama sebelum anaknya tidur. ”Mereka biasanya tidur jam 8, jadi sebelum itu harus ada waktu ngobrol random stuff atau makan malam bareng,” kata penyuka film bergenre psychological thriller itu. Kadang ia juga membacakan buku untuk anak-anaknya.
Jika pekerjaannya belum rampung, Imelda sengaja pulang dulu untuk bertemu anak-anaknya. Setelah mereka terlelap, ia kembali melanjutkan pekerjaannya. Meeting online, mempelajari banyak dokumen, hingga mengambil keputusan-keputusan penting.
Ia juga punya waktu one on one trip wajib tiap tahun. ”Jadi sama anak perempuanku nanti ke mana, sama anak laki-lakiku ke mana. Quality time,” jawab penggemar buku Lean In oleh Sheryl Sandberg itu. Tak harus liburan, kadang Imelda juga mengajak mereka untuk bekerja.
Putranya, Gabriel Scot Velez Harsono, pernah diajak ke salah satu pabrik Samator Group di Morowali. Jalan terjal dan kondisi kota yang lebih sepi memberikan suasana baru bagi putranya. ”Tiap trip, saya selalu tanya dikasih nilai berapa nih, ternyata dia kasih 10/10!” tutur Imelda. Ia cukup terkejut, tapi sang putra menjawab bahwa perjalanan itu begitu berbeda dan seru.
Imelda juga baru saja membawa sang putri, Victoria Isobel Velez Harsono, mengikutinya ke Jakarta untuk interview dengan salah satu televisi. ”Dia ternyata enjoy banget, foto-foto saya dan rasanya dia bisa inspired melihat saya sebagai perempuan,” jawabnya.
Ia pun sudah terbuka pada anak-anaknya terkait peran di perusahaan. ”Kalau mereka sudah dewasa, saya terbuka banget agar mereka ambil peran menggantikan saya. Saya nggak akan membatasi,” ucap perempuan yang hobi maraton itu.
Imelda bahkan sudah berniat mendorong anak-anaknya untuk menjajal pekerjaan di bidang lain terlebih dulu. Bergabung di perusahaan lain untuk 1-2 tahun dinilai bisa mengasah kemampuan anak-anaknya bekerja sama dengan orang lain. ”Beda approach sama ayah saya ya. Tapi itu penting, mereka bisa mulai dari bawah juga, baru nanti bergabung sama kami,” tegasnya. (dya)
Deretan Penghargaan Imelda Harsono
- Dinobatkan sebagai Top 10 Indonesia Young Women Future Business Leaders SWA Magazine 2014.
- Masuk dalam daftar 99 Most Inspiring Women 2019 oleh Globe Asia.
- Menjadi salah satu Top 10 Indonesia Most Powerful Businesswomen Indonesia Tatler 2018.
- Terpilih sebagai nominasi Young Global Leader by the World Economic Forum 2022.
- EY Entrepreneurial Winning Women™ Asia-Pacific Class of 2025.