Medali itu diserahkan oleh PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), perusahaan pengolah limbah bahan berbahaya beracun (B3).
"Kami meberikan medali emas hasil olahan dari limbah elektronik. Medali ini diproduksi langsung dari Jepang," ujar Manager Humas PPLI, Arum Tri Pusposari dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Kamis (6/10). Adapun medali itu diserahkan kepada perai medali emas SEA Games 2022 itu di Training Center PPLI, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Bogor (5/10).
Lebih jauh Arum Tri menuturkan, medali emas yang diserahkan kepada Siti Fadia merupakan kandungan emas yang terdapat dalam limbah elektronik. Produksi medali itu dilakukan di Jepang, kantor pusat holding company PPLI. Medali itu memiliki kadar emas 24 karat dan berat 45 gram.
Selain medali, Siti Fadia juga mendapat uang pembinaan dan pengembangan prestasi sebesar Rp 25 juta.
PPLI memberikan "medali emas" karena Siti Fadia adalah atlet perempuan berprestasi yang berasal dari Desa Bantarjati, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Asal Siti Fadia bersamaan dengan lokasi operasi pabrik pengolahan limbah PPLI.
Manager CSR PPLI Ahmad Farid menambahkan, di Desa Bantarjati terdapat banyak anak-anak muda berbakat dan potensial di bidang olahraga. "Selain Fadia, Bantarjati juga memiliki atlet atletik yang sudah mencapai level kabupaten, provinsi, hingga nasional," tegasnya.
Melihat potensi ini, Farid menegaskan melalui program CSR-nya PPLI akan meningkatkan perhatian dan pembinaan ke bidang olahraga, termasuk bulu tangkis. "Bantuan sarana dan prasarana olahraga juga akan ditingkatkan untuk desa-desa sekitar perusahaan. Harapannya tentu akan lahir Fadia-Fadia lainnya," terang Farid.
Sebagaimana diketahui, sejak 2021, Siti Fadia Silva Ramadhanti menorehkan prestasi luar biasa dalam olahraga bulu tangkis. Di antaranya SEA Games 2022, Singapore Open 2022, dan Malaysia Open 2022.
Siti Fadia mengapresiasi penghargaan dari PPLI. Penghargaan itu menjadi spirit dirinya untuk menghadapi ajang Denmark Open dan French Open .
Dia berharap dapat memacu semangat atlet-atlet lainnya dari Kabupaten Bogor untuk berprestasi. "Ini sebuah kebanggaan agar menjadi motivasi anak-anak desa agar lebih berprestasi lagi," ungkap Fadia.