JawaPos.com - Mike Dean akhirnya angkat bicara setelah komentarnya mengenai masa lalu sebagai wasit Premier League memicu reaksi keras dari komunitas sepak bola Inggris.
Melansir Give Me Sport, mantan wasit PGMOL tersebut sebelumnya tampil dalam podcast Jamie Vardy dan membuat dua pernyataan yang langsung menjadi sorotan.
Dean mengaku pernah sengaja membiarkan "satu atau dua" pelanggaran untuk melihat seberapa lama ia bisa menunggu sebelum meniup peluit. Ia juga mengklaim pernah menguji berapa lama dirinya bisa tetap berdiri di lingkaran tengah sebelum akhirnya harus turun tangan dalam sebuah pertandingan.
Komentar tersebut memicu kemarahan sejumlah pihak. Beberapa mantan koleganya bahkan mempertanyakan kebenaran pernyataan Dean. Kini, pria berusia 58 tahun itu memberikan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya ia maksud.
Dean Jelaskan Pendekatannya
Dean menegaskan bahwa sepanjang kariernya, ia selalu berusaha menjalankan Laws of the Game dengan benar.
Ia mengatakan pendekatannya memang cenderung membiarkan pertandingan mengalir selama situasi memungkinkan.
"Sepanjang 25 tahun karier saya sebagai wasit profesional, saya selalu menerapkan Peraturan Permainan sebaik mungkin.”
“Pendekatan saya sebagai wasit selalu membiarkan permainan berjalan lancar dan, jika memungkinkan, saya lebih suka menerapkan ambang batas kontak yang tinggi yang disukai para pemain. Namun, jika saya melihat pelanggaran yang mengharuskan saya mengambil tindakan yang tepat, saya akan memberikannya dari posisi yang benar."
Dean juga merasa perlu menegaskan bahwa komentarnya tidak dimaksudkan untuk mempertanyakan integritas dunia perwasitan Inggris.
"Tidak pernah sekalipun saya bermaksud mempertanyakan, mengkritik, atau merusak integritas perwasitan di negara ini. Saya selalu menghormati profesi ini dan tanggung jawab yang menyertainya."
Klarifikasi tersebut menjadi respons Dean terhadap kritik yang bermunculan setelah podcast tersebut ditayangkan.
22 Tahun Memimpin Pertandingan Premier League
Dean merupakan salah satu wasit paling dikenal di sepak bola Inggris. Ia memimpin pertandingan kasta tertinggi selama 22 tahun sebelum akhirnya pensiun pada Maret 2022. Menjelang akhir kariernya, Dean juga sempat menjalankan tugas sebagai asisten video.
Setelah pensiun, ia beralih ke dunia media dan bekerja sebagai analis untuk Soccer Saturday di Sky Sports, memberikan pandangan mengenai berbagai keputusan wasit.
Namun, pengalaman panjang tersebut tidak membuat Dean lepas dari kontroversi. Beberapa mantan pejabat Premier League bahkan mengecam komentarnya. Keith Hackett, mantan kepala PGMOL, mengatakan Dean telah "merusak reputasinya".
PGMOL sendiri juga menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan aktivitas seperti yang digambarkan Dean benar-benar terjadi.
Klub-klub Premier League Ikut Bereaksi
Kontroversi ini bahkan dilaporkan mulai menarik perhatian klub-klub Premier League. Sejumlah klub dikabarkan meminta tim analis video pertandingan mereka untuk memeriksa rekaman lama dan mencari kemungkinan bukti yang mendukung klaim Dean.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa komentar sang mantan wasit tidak dianggap sebagai candaan biasa oleh semua pihak.
Pro Ref, organisasi tempat Dean bekerja sebelum PGMOL mengambil alih, juga dikabarkan terkejut dengan pernyataannya.
Organisasi tersebut disebut merasa "terkejut, marah, dan tidak percaya", dengan munculnya dugaan bahwa Dean telah "terjebak dalam perangkap menjadi sekadar pencari perhatian".
Dean Bukan Sosok Asing dengan Kontroversi
Selama kariernya, Dean memang beberapa kali terlibat dalam situasi kontroversial. Salah satu yang paling terkenal terjadi ketika ia bertugas sebagai VAR dalam pertandingan Tottenham Hotspur melawan Chelsea pada 2023.
Dean kemudian mengakui bahwa dirinya gagal melakukan intervensi ketika Cristian Romero menarik rambut Marc Cucurella sebelum Tottenham mencetak gol penyama kedudukan.
Ia juga pernah mendapat kritik dari sejumlah manajer ternama. Arsene Wenger dan Mauricio Pochettino termasuk di antara pelatih yang mempertanyakan profesionalismenya ketika Dean masih aktif memimpin pertandingan.
Jurgen Klopp bahkan pernah mengkritik keputusan Sky Sports mempekerjakan Dean sebagai analis sekaligus mempertanyakan kejujurannya.