JawaPos.com - BRI dan I.League kembali melanjutkan kolaborasi dalam penyelenggaraan kompetisi Super League 2026/2027. Emtek Media juga masih menjadi broadcaster.
I.League mengumumkan lanjutan kolaborasi dengan dua mitra utama tersebut dalam acara seremoni di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Ini merupakan musim ke-6 BRI menjadi titel utama kompetisi sejak musim 2021/2022.
Acara tersebut turut dihadiri pemangku kepentingan sepak bola nasional, mulai dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir hingga Direktur Utama I.League Ferry Paulus. Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan Direktur Emtek Media Harsiwi Achmad juga hadir untuk membahas perjalanan kompetisi serta kolaborasi yang telah terjalin.
Dalam kesempatan itu, Ferry Paulus menyoroti perjalanan kerja sama yang telah berlangsung sejak 2021. Menurutnya, dukungan yang diberikan selama ini menjadi salah satu bagian dari perkembangan kompetisi sepak bola Indonesia.
“Hari yang sangat bersejarah buat I.League. Tidak terasa tahun keenam dan mungkin ini tahun yang terbaik sepanjang kerja sama. Kami di I.League sudah memasuki era yang terbaik di Asia Tenggara,” kata Ferry dalam acara seremonial di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Ferry juga menyinggung posisi kompetisi Indonesia yang kini berada di level teratas kawasan Asia Tenggara. Ia menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dan kepercayaan yang dibangun antara operator kompetisi dengan berbagai pihak.
“Hari ini, syukur alhamdulillah, ranking pertama di ASEAN. Secara bisnis, kerja sama yang baik. Kami sangat berbahagia kerja sama dengan BRI, bertumbuh bersama BRI, bentuk kepercayaan yang terjalin selama ini,” ujarnya.
I.League kini memiliki target yang lebih tinggi untuk membawa kompetisi Indonesia bersaing di level Asia. Salah satunya dengan mengupayakan BRI Super League masuk dalam 10 besar AFC Club Ranking Competition.
Di sisi lain, penyiaran Super League 2026/2027 kembali dipercayakan kepada Emtek Group sebagai official broadcaster. Kolaborasi di sektor penyiaran tersebut telah berlangsung sejak 2018 dan menjadi salah satu sarana untuk memperluas jangkauan kompetisi kepada masyarakat.
Sementara, Erick juga menyambut positif kelanjutan kolaborasi dalam kompetisi musim 2026/2027. Menurutnya, kemajuan sepak bola Indonesia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.
“Kita ini negara sepak bola. Artinya, kita tidak mungkin membangun sepak bola ini secara sendiri-sendiri. Kita ini stakeholder harus bersatu,” ucap Erick.
Erick juga menekankan bahwa perkembangan kompetisi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kualitas perwasitan dan integritas pertandingan agar kompetisi semakin dipercaya publik.
Baca Juga: Ini Alasan Laga Persita Tangerang vs Persib Bandung Dimainkan di Bali, ILeague Buka Suara
Dalam kesempatan tersebut, Erick turut mengapresiasi konsistensi dukungan terhadap sepak bola nasional yang telah diberikan sejak masa pandemi. Ia mengingat kembali situasi pada 2021 ketika kompetisi berada dalam kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.
“Nah tadi dibilang, 2021 BRI ada saat covid membantu sepak bola Indonesia. Menterinya siapa waktu itu? Artinya, sebelum ada di dunia sepak bola hari ini, kita pemerintah dan juga saya sebagai menteri, kita membantu sepak bola Indonesia jauh sebelum ini. Jadi perlu penjaga gawang enggak BRI? Perlu, ya kan?,” papar Erick.
Dengan berlanjutnya kerja sama berbagai pemangku kepentingan, Super League 2026/2027 diharapkan dapat melanjutkan tren positif sepak bola Indonesia. Peningkatan kualitas kompetisi, profesionalisme pengelolaan, perluasan jangkauan siaran, serta integritas pertandingan menjadi sejumlah aspek yang diharapkan terus berkembang pada musim baru.