← Beranda
Zainudin Amali Mundur, Yunus Nusi Ditunjuk Jadi Komisaris Utama I.League
Andika RachmansyahKamis, 27 Agustus 2026 | 16.19 WIB
Zainudin Amali. (Dok. PSSI)

 

JawaPos.com - I.League resmi memiliki struktur kepengurusan baru setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa di Jakarta pada Rabu (26/8) kemarin. Salah satu keputusan utama dalam agenda tersebut adalah penunjukkan Yunus Nusi sebagai Komisaris Utama I.League menggantikan Zainudin Amali.

Zainudin Amali sebelumnya mengisi posisi tersebut, tetapi memutuskan mundur karena alasan kesibukan. Yunus Nusi pun kemudian ditunjukI untuk mengisi kursi Komisaris Utama I.League.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan perubahan struktur tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus kinerja internal perusahaan. Penunjukan Yunus Nusi dilakukan setelah PSSI menyampaikan keputusan terkait sosok yang akan menggantikan Zainudin Amali.

Baca Juga: I.League Naikkan Subsidi Klub Super League, dari Rp19 Miliar Jadi Rp 27 Miliar

"Atas penyampaian Prof Amali, beliau mengundurkan diri karena alasan dan kesibukan beliau, kemudian PSSI menunjuk Yunus Nusi sebagai Komisaris Utama," kata Ferry dalam konferensi pers RUPS I.League, dikutip Kamis (27/8/2026).

Selain Yunus Nusi, jajaran komisaris I.League kini diisi Glenn Sugita dan Muhammad Lutfi. Glenn sebagai komisaris, kemudian Lutfi menempati posisi sebagai Komisaris Independen dalam struktur kepengurusan terbaru.

Di jajaran direksi, Ferry Paulus tetap dipercaya sebagai Direktur Utama I.League. Sementara itu, posisi Direktur Bisnis diisi Sadikin Aksa dan Direktur Keuangan dan Administrasi dipercayakan kepada Teddy Tjahjono.

Baca Juga: I.League Soal Izin Laga Persija vs Persib di SUGBK: Tinggal Tunggu Kepolisian

Perubahan juga terjadi pada posisi Direktur Operasional yang sebelumnya ditempati Asep Saputra. Asep kini mendapat tugas baru sebagai Direktur Kompetisi I.League.

"Direktur Bisnis adalah Pak Sadikin, kemudian Direktur Financial and Administration itu Pak Teddy Tjahjono. Kemudian Direktur Kompetisinya yang tadinya Dirops menjadi Direktur Kompetisi, Pak Asep Saputra," jelas Ferry.

Ferry menjelaskan dirinya tetap dipercaya sebagai Direktur Utama karena komposisi kepemilikan I.League sebagai anak usaha membuat posisi direksi dan komisaris harus mempertimbangkan dominasi pemegang saham pengendali. Saat ini, PT Liga Indonesia Baru (I.League) menguasai 52 persen saham I.League, sementara klub-klub memiliki 48 persen saham.

"Karena ini anak usaha, di dalam aksi korporasi itu diharuskan karena pengendali sahamnya masih mayoritas di PT Liga Indonesia Baru yaitu 52 persen, sementara klub 48 persen kepemilikannya," ungkap Ferry.

Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham juga memberikan persetujuan terhadap laporan program yang telah dijalankan perusahaan pada musim sebelumnya. Proyeksi dan rencana perusahaan untuk menghadapi musim kompetisi mendatang turut disahkan dalam rapat tersebut.

Ferry memastikan seluruh pemegang saham I.League hadir dalam agenda RUPS. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan dan pengesahan berbagai program perusahaan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Sejumlah rencana dan kebijakan I.League sebelumnya telah dibahas bersama para pemilik klub melalui pertemuan rutin setiap kuartal. Karena itu, RUPS kali ini menjadi momentum untuk mengesahkan secara formal berbagai keputusan yang sebelumnya telah dibicarakan bersama.

"Secara quarterly kita melakukan pertemuan-pertemuan Owner's Club Meeting. Sehingga hari ini bisa dibilang legally ketok palu saja atas persetujuan yang sudah kita sampaikan," pungkas Ferry.

Berikut Struktur Kepengurusan Baru I.League:

Komisaris I.League:

-Komisaris Utama: Yunus Nusi
-Komisaris: Glenn Sugita
-Komisaris Independen: Muhammad Lutfi

Direksi I.League:

-Direktur Utama: Ferry Paulus
-Direktur Bisnis: Sadikin Aksa
-Direktur Keuangan dan Administrasi: Teddy Tjahjono
-Direktur Kompetisi: Asep Saputra

EDITOR: Banu Adikara