JawaPos.com - Final Soekarno Cup 2026 berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kota Surabaya, Senin (24/8) malam. Ajang tersebut disaksikan puluhan ribu penonton.
Dihadiri Presiden ke-5 Rerpublik Indonesia (RI) sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, turnamen sepak bola usia muda ini tidak sekadar panggung bagi talenta muda dari berbagai daerah.
Final Soekarno Cup 2026 mempertemukan tim asal Jawa Barat dan Bali.
Baca Juga: Brian Rubio Langsung Nyaman di Garudayaksa FC, Siap Bantu Tim Bersaing di Super League Musim 2026/27
Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup Komarudin Watubun, mengatakan, kompetisi ini diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi.
Diharapkan, talenta muda yang bertanding menjadi pemain hebat di lapangan.
“Kami harap para pemain talenta muda memiliki karakter disiplin, sportif, berani bermimpi besar untuk Indonesia,” ujar Komarudin.
Baca Juga: PT Liga Utama Indonesia Gelar RUPS, Championship 2026/2027 Kick-off 11 September
Menurut dia, pertandingan final terasa lebih istimewa karena dua hal. Pertama dilangsungkan di Surabaya, kota kelahiran Bung Karno, sang proklamator dan Bapak Bangsa.
Kedua, lanjut dia, digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, sebuah stadion yang namanya diambil dari salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo.
”Malam ini kami menyatukan dua nama besar yang menentukan Merah-Putihnya sejarah bangsa. Bung Karno dan Bung Tomo. Di stadion ini, nama mereka menyatu. Semangat para talenta muda akar rumput dari pelosok Tanah Air yang berlaga di panggung nasional ini,” ucap Komarudin.
Karena itu, Komarudin menambahkan, ratusan anak muda dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Surabaya untuk bertanding, dan mengejar mimpi menjadi pesepakbola profesional.
“Soekarno Cup ingin mempertemukan sejarah perjuangan bangsa dengan cita-cita generasi masa depan melalui lapangan sepak bola,”imbuh Komarudin.
Komarudin menjelaskan, Bung Karno dilahirkan di Surabaya pada 6 Juni 1901.
Baca Juga: Menang Tipis Lawan Frosinone, Gleison Bremer Pastikan Juventus Perbaiki Performa
Sang Proklamator menghabiskan masa remaja di Surabaya dengan indekos di rumah tokoh Islam HOS Tjokroaminoto.
“Pemikiran dan cita-cita besar Bung Karno tentang Indonesia dibentuk sejak masa remaja ketika bergulat dengan kehidupan rakyat Surabaya, serta mendapat dinamika pemikiran dengan para tokoh pergerakan,” terang Komarudin.
Adapun Bung Tomo adalah salah satu tokoh sentral yang berjasa menggerakkan keberanian rakyat Surabaya pada masa paling genting, dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, pada 10 November 1945.
Baca Juga: Mauro Zijlstra Punya Target Besar di Arema FC, Ingin Dapat Menit Bermain Lebih Banyak
”Saya mengingatkan sebuah pesan besar Bung Karno, Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.Pesan itu bukan sekadar kata-kata. Itu adalah keyakinan bahwa pemuda Indonesia memiliki tenaga, keberanian, kreativitas, dan semangat untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar,” tandas Komarudin.