JawaPos.com — Pemain Mataram Utama FC, Firmansyah Purbo Wicaksono, mendapat sanksi larangan bermain hingga Piala Soeratin 2026 berakhir buntut aksi tendangan kungfu terhadap pemain Baturetno FC.
Sanksi tersebut dijatuhkan Asprov PSSI DIY setelah insiden terjadi pada laga babak enam besar Piala Soeratin U-13 2026 Yogyakarta di Stadion Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8/2026).
Pemain Mataram Utama Dilarang Bermain hingga Turnamen Berakhir
Kepastian sanksi tersebut disampaikan Panitia Disiplin Asprov PSSI DIY, Ediyanto, dalam konferensi pers pada Sabtu (22/8/2026).
Ediyanto mengatakan Firmansyah yang mengenakan nomor punggung 17 tidak diperbolehkan tampil lagi hingga gelaran Piala Soeratin 2026 selesai.
“Merujuk pada kode disiplin tahun 2025, pasal 48 juncto pasal 49 dan pasal 78, bahwa pemain Matram Utama FC U-13 nomor punggung 17 atas nama Firmansyah Purbo Wicaksono dikenakan sanksi larangan bermain sampai dengan kompetisi Piala Soeratin 2026 berakhir atau selesai,” kata Ediyanto.
Selain larangan bermain, Firmansyah juga dikenai denda sebesar Rp10 juta.
Asprov PSSI DIY menyebut pengulangan pelanggaran serupa dapat berujung pada sanksi yang lebih berat. Mataram Utama FC dan Firmansyah juga tidak dapat mengajukan banding atas hukuman tersebut.
“Kemudian yang kedua dikenakan denda Rp10 juta dan yang ketiga pengulangan pelanggaran di atas akan berakibat terhadap sanksi yang lebih berat,” terang Ediyanto.
Baca Juga: Prediksi Skor Angers vs Lille di Liga Prancis 2026/2027: Les Dogues Berpeluang Curi 3 Poin
Kronologi Tendangan Kungfu di Piala Soeratin U-13
Insiden tersebut menjadi sorotan setelah video aksi tendangan kungfu dalam pertandingan kelompok usia di Piala Soeratin U-13 Yogyakarta viral di media sosial.
Kejadian berlangsung ketika Mataram Utama FC menghadapi Baturetno FC di Stadion Dwi Windu, Bantul.
Dalam video yang beredar, dua pemain dari masing-masing tim terlihat terlibat dalam perebutan bola.
Pemain Baturetno FC berhasil menguasai bola sebelum Firmansyah melakukan tendangan dengan mengangkat kaki tinggi ke arah kepala lawan.
Pemain Baturetno FC langsung tersungkur setelah terkena tendangan tersebut. Namun, Firmansyah hanya mendapat kartu kuning dari wasit dalam pertandingan.
Meski sempat tersungkur, pemain Baturetno FC masih mampu melanjutkan pertandingan hingga selesai.
Baca Juga: Prediksi Skor Le Mans vs Brest di Liga Prancis 2026/2027: Les Mucistes Bisa Tahan Les Pirates
Kondisi Korban Sempat Pusing dan Mual
Kondisi pemain Baturetno FC kemudian menjadi perhatian setelah pertandingan berakhir.
Setibanya di rumah, pemain tersebut mulai merasakan pusing dan mual sehingga langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.
“Sebenarnya anak ini mampu melanjutkan (pertandingan) sampai selesai. Cuma pas pulangnya itu kondisinya katanya pusing, dari situ langsung dibawa ke (Rumah sakit) JIH. Pusing, mual gitu,” terang Yohanes Sidik Wijaya selaku Direktur Teknik Baturetno FC kepada JawaPos.com.
Pemeriksaan CT Scan kemudian dilakukan untuk mengetahui kondisi korban.
Menurut Yohanes, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya cedera serius. Kondisi pemain juga disebut berangsur membaik dan sudah dapat kembali ke rumah pada akhir pekan ini.
“Tadi malam sudah melaksanakan pemeriksaan CT scan. Alhamdulillah kondisinya aman-aman. Kondisinya sekarang sudah berangsur membaik dan tidak ada hal-hal yang membahayakan,” pungkas Yohanes.
Asprov PSSI DIY akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Firmansyah berupa larangan bermain hingga Piala Soeratin 2026 berakhir serta denda Rp10 juta.
Sanksi tersebut menjadi tindak lanjut atas aksi tendangan kungfu yang sebelumnya viral dan mendapat perhatian publik.
Baca Juga: Miris! Tendangan Kungfu Warnai Baturetno FC vs Mataram Utama di Piala Soeratin U-13