← Beranda
Selektif Pilih Pemain Asing, Persebaya Surabaya Tak Mau Sekadar Jorjoran
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 21 Agustus 2026 | 13.39 WIB
Bernardo Tavares menegaskan Persebaya Surabaya tidak ingin menambah pemain asing hanya demi memenuhi kuota. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya memilih tidak terburu-buru menambah pemain asing untuk Super League 2026/2027 meski bursa transfer masih terbuka.

Manajemen dan pelatih Bernardo Tavares lebih mengutamakan kebutuhan taktis, kualitas teknis, serta kecocokan karakter agar setiap rekrutan benar-benar memberi dampak terhadap kekuatan Green Force.

Baca Juga: Matangkan Tim Jelang Musim 2026/2027, Persebaya Surabaya TC di Thailand Hingga 27 Agustus

Mengapa Persebaya Surabaya Belum Terburu-buru?

Persebaya Surabaya masih membuka kemungkinan menambah pemain asing, tetapi keputusan akhir akan bergantung pada kebutuhan tim hingga bursa transfer ditutup.

Bernardo Tavares menilai penambahan pemain tidak otomatis membuat sebuah tim menjadi lebih kuat.

“Pada saat ini bursa transfer masih terbuka, sehingga hingga batas waktu berakhir, segala kemungkinan tetap bisa terjadi. Kami bisa saja menambah satu pemain asing, tidak menambah sama sekali, atau justru merekrut pemain lokal baru,” tegas Tavares.

Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan Persebaya Surabaya yang lebih berhati-hati dalam menyusun skuad musim 2026/2027.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu ingin setiap keputusan transfer memiliki alasan teknis yang jelas, bukan sekadar mengejar jumlah pemain asing.

Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan komposisi skuad yang sudah dimiliki Green Force.

Dengan sejumlah pemain asing di berbagai posisi, kebutuhan mendesak harus dipastikan lebih dulu sebelum klub mengambil keputusan untuk kembali bergerak di pasar transfer.

Baca Juga: Persebaya Matangkan Persiapan di Thailand, Bernardo Tavares Ingin Tim Siap Tempur

Berapa Pemain Asing Persebaya Surabaya Saat Ini?

Persebaya Surabaya saat ini memiliki 10 pemain asing yang dipastikan masuk skuad untuk Super League 2026/2027.

Jumlah tersebut masih menyisakan ruang satu pemain jika manajemen dan tim pelatih menemukan sosok yang dinilai sesuai kebutuhan.

Di sektor pertahanan, Green Force memiliki Risto Mitrevski asal Makedonia Utara, Walber Mota dari Brasil/Portugal, Jefferson Silva asal Brasil, serta Yuran Fernandes dari Tanjung Verde.

Komposisi tersebut memberikan pilihan bagi Tavares untuk membangun pertahanan dengan karakter pemain yang berbeda.

Lini tengah diisi Gledson Paixao dari Brasil, Francisco Rivera asal Meksiko, dan Diogo Ramalho dari Portugal. Sementara itu, sektor depan dihuni Alex Martins dari Brasil, Miguel Pereira asal Portugal, serta Yann Kevin Mabella dari Kongo.

Dengan 10 pemain asing tersebut, Persebaya Surabaya tidak berada dalam kondisi harus merekrut pemain baru demi memenuhi kuota.

Justru, klub memiliki kesempatan mengevaluasi lebih dahulu apakah ada posisi tertentu yang benar-benar membutuhkan tambahan kualitas.

Baca Juga: Persebaya Bisa Tambah Pemain Asing atau Lokal, Bernardo Tavares Beri Sinyal

Mengapa Kuota Asing Bukan Prioritas Utama?

Regulasi I.League memperbolehkan klub kasta tertinggi mendaftarkan maksimal 11 pemain asing.

Dari jumlah tersebut, sembilan pemain dapat masuk Daftar Susunan Pemain (DSP), sedangkan maksimal tujuh pemain asing bisa bermain secara bersamaan di lapangan.

Aturan itu membuat penambahan pemain asing tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kekuatan tim.

Pemain yang direkrut hanya untuk memenuhi kuota berpotensi tidak mendapatkan menit bermain maksimal karena jumlah legiun asing yang bisa dimainkan tetap dibatasi regulasi.

“Mendatangkan pemain hanya demi menggenapi kuota 11 pemain asing menurut saya tidak masuk akal, sebab kita hanya bisa memainkan tujuh pemain di lapangan dan dua pemain di bangku cadangan,” tandas Tavares.

“Skuad ini bukan hanya berisi pemain asing, karena bagi saya, pemain lokal adalah jantung dari tim ini.”

Karena itu, Persebaya Surabaya harus memastikan keseimbangan antara pemain lokal dan asing tetap terjaga.

Bagi Tavares, kualitas kolektif skuad menjadi sasaran utama, sehingga keputusan transfer tidak boleh hanya didasarkan pada status pemain sebagai legiun asing.

Baca Juga: Persebaya Tak Mau Asal Tambah Pemain Asing, Ini Alasan Bernardo Tavares

Bernardo Tavares Ingin Rekrutan Benar-Benar Berdampak

Bernardo Tavares menempatkan kecocokan karakter dan kebutuhan taktis sebagai pertimbangan utama sebelum Persebaya Surabaya merekrut pemain baru.

Pelatih asal Portugal itu tidak ingin satu transfer justru dilakukan tanpa kepastian pemain tersebut mampu meningkatkan kualitas tim.

“Kami berharap bisa memiliki tim yang bagus, karena itulah target utama kami. Namun, terkadang bukan berarti dengan hadirnya satu pemain baru kita langsung menjadi lebih baik,” jelas Tavares.

Sikap tersebut menunjukkan Persebaya Surabaya ingin membangun skuad secara terukur menjelang persaingan Super League 2026/2027.

Evaluasi terhadap pemain yang sudah tersedia tetap menjadi bagian penting sebelum klub menentukan apakah perlu menambah satu pemain asing, pemain lokal, atau mempertahankan komposisi saat ini.

Bagi Green Force, kekuatan skuad tidak ditentukan oleh banyaknya pemain baru yang datang dalam satu periode transfer.

Kualitas teknis, kesesuaian dengan sistem permainan, keseimbangan komposisi, dan kontribusi terhadap tim menjadi faktor yang lebih penting untuk menentukan langkah berikutnya.

Dengan bursa transfer yang masih terbuka, segala kemungkinan tetap ada bagi Persebaya Surabaya.

Namun, satu hal sudah terlihat jelas: klub tidak ingin melakukan jorjoran transfer hanya demi mengejar angka, melainkan mencari pemain yang benar-benar dibutuhkan untuk mencapai target musim 2026/2027.

EDITOR: Banu Adikara