JawaPos.com - Perjalanan Piala Dunia 2026 semakin mendekati fase penentuan. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kini telah memasuki babak delapan besar setelah menyisakan tim-tim terbaik dari total 48 peserta.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, para pemain Bali United FC turut membagikan prediksi mereka mengenai negara yang berpeluang mengangkat trofi juara dunia pada edisi kali ini.
Menariknya, dua negara menjadi pilihan terbanyak, yakni Argentina sebagai juara bertahan Piala Dunia 2022 dan Prancis yang merupakan kampiun edisi 2018.
Beberapa pemain yang menjagokan Prancis antara lain Bagas Adi, Maouri Simon, Aris Sanjaya, Brandon Wilson, dan Kadek Arel.
Mereka menilai Les Bleus masih memiliki kualitas skuad yang mampu bersaing hingga partai puncak.
Sementara itu, dukungan kepada Argentina datang dari Jens Raven, Rahmat Arjuna, Fitrul Dwi Rustapa, Wayan Arta, dan Made Tito.
Tim Tango dinilai masih memiliki mental juara dan konsistensi permainan yang membuat mereka layak menjadi kandidat kuat mempertahankan gelar.
Selain dua negara tersebut, sejumlah pemain asing Bali United memilih tim nasional sesuai negara asal maupun favorit mereka.
Teppei Yachida mendukung Jepang, Joao Ferrari menjagokan Brasil, sedangkan Thijmen Goppel dan Mike Hauptmeijer memilih Belanda.
Sayangnya, harapan mereka harus pupus lebih cepat setelah Jepang, Brasil, dan Belanda gagal melanjutkan langkah di fase gugur Piala Dunia 2026.
Pilihan menarik juga datang dari Irfan Jaya. Penyerang lincah Bali United itu tetap memberikan dukungan kepada Portugal karena mengidolakan Cristiano Ronaldo.
Namun, Portugal harus mengakhiri perjuangan usai tersingkir di babak 16 besar setelah kalah tipis dari Spanyol.
Sementara itu, kapten Bali United Ricky Fajrin menjatuhkan pilihannya kepada Inggris. Kecintaannya terhadap klub Premier League, Chelsea, menjadi salah satu alasan ia berharap The Three Lions mampu meraih gelar juara dunia.
Beragam pilihan tersebut menunjukkan setiap pemain memiliki alasan dan pandangan masing-masing dalam menentukan favorit mereka.
Ada yang memilih berdasarkan kekuatan skuad saat ini, ada pula yang didasari kedekatan emosional dengan negara atau pemain idolanya.
Kini, persaingan menuju gelar juara semakin terbuka. Apakah Argentina mampu mempertahankan status sebagai juara bertahan, Prancis kembali berjaya seperti pada 2018, atau justru akan lahir kampiun baru di Piala Dunia 2026. Jawabannya akan ditentukan dalam pertandingan-pertandingan yang tersisa hingga partai final.