JawaPos.com - Persebaya Surabaya berharap laga terakhirnya di Super League 2025-2026 melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (23/5) berjalan lancar dan aman dari ancaman denda.
Dari mana potensi ancaman denda itu datang? Yaitu dari kemungkinan penyalaan flare. Akhir-akhir ini, suporter beberapa klub banyak yang menyalakan flare setelah laga kandang terakhir selesai. Tentu saja pihak manajemen ogah terkena denda.
"Karena itu, kami mengimbau seluruh Bonek dan Bonita untuk mematuhi aturan yang berlaku, yakni tidak membawa flare, petasan, maupun benda berbahaya lainnya," kata Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno dikutip dari laman resmi klub.
Dia berharap aturan itu bisa benar-benar dipatuhi.
"Dengan begitu, pertandingan dapat berjalan aman, nyaman, dan kondusif," tambahnya. Karena itu, pihaknya juga bakal melakukan upaya pencegahan.
Panpel bersama pihak keamanan bakal melakukan screening lebih detail di setiap pintu masuk stadion. Langkah tersebut dilakukan agar pertandingan berjalan tertib, aman. Selain itu, pihak manajemen juga bakal memberikan acara hiburan.
Kabarnya, ada berbagai rangkaian acara yang disiapkan. Itu dilakukan agar ribuan suporter yang hadir bisa menikmati momen penutup kompetisi dengan suasana yang lebih meriah.