JawaPos.com - Peran pemain senior dalam sebuah tim kerap menjadi pembeda, terutama dalam situasi-situasi krusial.
Hal itu terlihat jelas pada sosok Taufiq bersama Persekat Tegal di ajang Pegadaian Championship 2025/26. Meski usianya sudah menginjak 40 tahun, performanya di lapangan masih terjaga dan konsisten.
Taufiq menjadi salah satu figur penting di lini tengah Persekat. Pengalamannya yang panjang di dunia sepak bola membuatnya mampu membaca permainan dengan baik.
Baca Juga: Hasil Persekat Tegal vs PSMS Medan 2-0, Klasemen Pengadaian Championship Grup Barat Kian Sengit
Tak heran jika ban kapten sering melingkar di lengannya saat memimpin rekan-rekannya di lapangan.
Mantan pemain Persebaya dan Bali United FC itu mengaku perjalanan kariernya bersama Persekat menjadi pengalaman yang sangat berkesan.
Selain karena atmosfer tim yang positif, ia juga kembali dipertemukan dengan sosok yang tak asing dalam hidupnya.
Baca Juga: Prediksi Persekat Tegal vs PSMS Medan Pekan 20 Championship 2025/2026, Cek Link Live Streaming
“Saya rasa bermain untuk Persekat jadi salah satu pengalaman luar biasa. Banyak pemain muda bagus di sini, dan coach Putu Gede juga dulu rekan satu tim saya saat masih aktif bermain,” ujar Taufiq dikutip dari ileague.id.
Kehadiran pelatih yang pernah menjadi rekannya tersebut disebut turut membantu membangun komunikasi yang lebih mudah di dalam tim.
Hal ini berdampak positif terhadap kekompakan serta perkembangan para pemain muda yang ada di skuad Persekat saat ini.
Di usia yang tak lagi muda untuk ukuran pesepak bola profesional, Taufiq tetap mampu bersaing dengan pemain-pemain yang jauh lebih muda. Ia pun membagikan kunci utama agar tetap bisa tampil stabil sepanjang musim.
“Menjaga kondisi itu sangat penting di usia saya sekarang. Saya juga rutin latihan tambahan di luar sesi tim supaya fisik tetap terjaga. Selain itu, pola makan dan istirahat harus benar-benar diperhatikan,” jelasnya.
Meski secara gaya bermain tidak banyak berubah, Taufiq mengakui ada penyesuaian dalam cara bermainnya. Ia kini lebih mengandalkan kecerdasan taktik dan kecepatan dalam mengambil keputusan.
“Sekarang mungkin lebih ke taktis dan cepat dalam menentukan keputusan. Kompetisi juga makin cepat, jadi kita harus bisa menyesuaikan,” tambahnya.
Kehadiran Taufiq bukan hanya penting dari sisi teknis, tetapi juga sebagai panutan bagi pemain muda.
Pengalaman dan sikap profesional yang ia tunjukkan menjadi contoh nyata bagaimana menjaga konsistensi di level kompetitif, bahkan di usia 40 tahun.