JawaPos.com–Laga tandang selalu menyimpan cerita berbeda, dan kali ini Persija Jakarta datang ke Lampung dengan misi besar pada lanjutan super league. Tekad kembali ke jalur kemenangan menjadi bahan bakar utama saat menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Minggu (5/4).
Pertandingan pekan ke-25 Super League 2025/2026 ini dipastikan berlangsung panas. Persija dan Bhayangkara sama-sama membawa ambisi kuat untuk mengamankan poin penuh demi menjaga posisi di klasemen.
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza memastikan timnya datang dengan persiapan matang lawan Bhayangkara. Meski tidak dalam kondisi ideal, dia melihat anak asuhnya tetap memiliki semangat bertarung tinggi pada lanjuta super league.
Baca Juga: Fokus Mental dan Intensitas, Strategi Imran Nahumarury Angkat Performa Semen Padang
”Kami telah mempersiapkan diri dengan baik sesuai rencana untuk menghadapi pertandingan ini. Memang, dalam beberapa periode terakhir kami belum selalu memiliki skuad yang lengkap karena beberapa pemain harus membela tim nasional dan sebagian lainnya masih dalam proses pemulihan cedera,” ujar Mauricio.
”Meski begitu, kami tetap percaya bahwa tim mampu tampil maksimal dan memberikan performa terbaik pada pertandingan besok,” imbuh dia.
Situasi skuad memang menjadi tantangan tersendiri bagi Macan Kemayoran. Beberapa pemain kunci belum bisa tampil, sehingga memaksa tim melakukan penyesuaian strategi.
Baca Juga: Krisis Pemain, Semen Padang Tetap Percaya Diri Tantang Pemuncak Klasemen Persib Bandung
Nama Rizky Ridho tetap menjadi salah satu pilar penting di lini belakang. Dia diharapkan mampu menjaga stabilitas permainan sekaligus menjadi pemimpin di lapangan.
Namun, tantangan terbesar justru datang dari performa lawan yang sedang menanjak. Bhayangkara FC tampil impresif dengan catatan lima kemenangan beruntun yang menunjukkan konsistensi mereka.
Tak hanya itu, produktivitas 14 gol dan hanya kebobolan lima kali menjadi bukti keseimbangan permainan tim tuan rumah. Statistik tersebut membuat Persija Jakarta wajib tampil lebih disiplin dan efektif.
Mauricio Souza pun tidak menutup mata terhadap perkembangan signifikan Bhayangkara FC. Dia menilai lawannya kini jauh lebih kuat dibandingkan pertemuan sebelumnya.
”Saya menilai Bhayangkara tampil lebih kuat di putaran kedua ini dan menjadi salah satu tim yang berkembang dengan baik di kompetisi. Kami menyadari bahwa mereka memiliki pertahanan yang solid,” kata Mauricio.
”Namun, kami sudah terbiasa menghadapi tim dengan karakter permainan bertahan seperti itu di liga ini. Kunci bagi kami adalah bermain efektif saat menyerang dan memaksimalkan setiap peluang yang tercipta,” lanjut dia.
Baca Juga: Persib Tak Mau Terpeleset di Padang, Bojan Hodak Wanti-wanti Kebangkitan Semen Padang
Kemenangan 3-1 di putaran pertama tidak membuat Persija Jakarta jemawa. Mauricio justru menegaskan laga kali ini akan jauh berbeda dengan dinamika baru yang dimiliki lawan.
Kondisi skuad yang tidak lengkap juga menjadi faktor yang harus diantisipasi. Absennya beberapa pemain inti memaksa tim mencari solusi alternatif untuk menjaga performa tetap kompetitif.
Salah satu kehilangan terbesar adalah Emaxwell Souza yang telah mencetak 13 gol musim ini. Dia harus menepi akibat akumulasi kartu, sehingga lini depan kehilangan sosok finisher utama.
Baca Juga: Ogah Salahkan Pemain, Alvaro Arbeloa Bertanggung Jawab atas Kekalahan Real Madrid dari Mallorca
Selain itu, Mauro Ziljstra dan Hanif Sjahbandi juga belum bisa diturunkan karena masih dalam pemulihan cedera. Situasi ini membuat kedalaman skuad benar-benar diuji dalam laga penting ini.
Meski demikian, Mauricio Souza tetap percaya pada filosofi permainan timnya. Dia menegaskan identitas Persija Jakarta tidak akan berubah meski menghadapi berbagai keterbatasan.
”Kami memiliki DNA permainan yang jelas, dan kami sudah memahami cara bermain yang ingin kami tampilkan. Oleh karena itu, di mana pun dan melawan siapa pun di liga ini, kami akan selalu berusaha meraih kemenangan,” tutur Mauricio lagi.
Baca Juga: Tiga Pemain yang Tampil Buruk dalam Kekalahan Real Madrid di Kandang Mallorca
”Mungkin dalam situasi tertentu kami akan melakukan sedikit penyesuaian strategi, namun secara prinsip tim ini akan tetap bermain ofensif dan berorientasi menyerang. Itulah filosofi sepak bola yang saya sukai, dan juga menjadi gaya bermain yang dinikmati oleh para pemain kami,” tandas Mauricio Souza.
Pernyataan tersebut menegaskan satu hal penting, yakni identitas menyerang tetap menjadi ciri khas Persija Jakarta. Filosofi ini menjadi fondasi dalam setiap pertandingan yang mereka jalani.
Pendekatan ofensif memang memiliki risiko, terutama saat menghadapi tim dengan pertahanan solid seperti Bhayangkara FC. Namun, di sisi lain, gaya bermain ini juga membuka peluang besar untuk mencetak gol lebih banyak.
Pertandingan ini pun diprediksi akan berjalan menarik dengan duel taktik antara dua pelatih. Mauricio Souza harus mampu menemukan celah di lini belakang lawan sekaligus menjaga keseimbangan timnya.
Baca Juga: Madura United Siap Tampil Lepas Lawan Borneo FC, Target Tiga Poin di Kandang
Di sisi lain, Bhayangkara FC tentu tidak ingin kehilangan momentum positif mereka. Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan tambahan yang bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Atmosfer Stadion Sumpah Pemuda dipastikan akan memberikan tekanan tersendiri bagi Persija Jakarta. Namun, tim tamu datang dengan tekad kuat untuk membungkam tuan rumah.
Laga ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga tentang menjaga konsistensi dan mentalitas tim. Persija Jakarta ingin membuktikan mereka tetap kompetitif meski dalam kondisi tidak ideal.
Baca Juga: Kemenangan Tipis atas PSIM, Egy Sebut Chemistry Tim Dewa United Makin Kuat
Dengan segala dinamika yang ada, duel ini menjadi salah satu pertandingan paling menarik di pekan ke-25. Semua mata akan tertuju pada bagaimana Persija Jakarta mengeksekusi rencana besar mereka di Lampung.
Apakah DNA menyerang Macan Kemayoran mampu meredam laju Bhayangkara FC yang sedang panas, atau justru tuan rumah kembali melanjutkan tren kemenangan. Jawabannya akan tersaji dalam 90 menit yang penuh tensi tinggi.