JawaPos.com–Laga pekan ke-26 Super League 2025/2026 menghadirkan duel menarik antara Arema FC melawan Malut United FC di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (3/4) sore. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan poin, tapi juga menjadi ujian mental bagi Singo Edan yang tengah berada dalam situasi tak ideal.
Di balik tensi tinggi laga ini, tersimpan sejumlah fakta unik yang patut dicermati. Empat catatan ini bisa menjadi gambaran kekuatan sekaligus kelemahan Arema FC jelang bentrokan penting tersebut.
Produktivitas Gol Arema FC
Fakta pertama, Arema FC menunjukkan produktivitas yang cukup baik dalam beberapa pertandingan terakhir. Total 10 gol berhasil dicetak dalam lima laga terakhir, menjadi sinyal lini depan mereka tetap tajam meski situasi tim tidak sepenuhnya stabil.
Baca Juga: Arema FC vs Malut United: Statistik Tandang Tamu Ancam Rekor Buruk Singo Edan
Ketajaman ini menjadi modal penting untuk menghadapi Malut United FC yang dikenal punya organisasi permainan solid. Jika konsistensi ini terjaga, peluang Arema FC untuk mencetak gol tetap terbuka lebar di laga kandang ini.
Kekalahan Beruntun
Namun, fakta kedua justru menjadi alarm serius bagi tim asuhan Marcos Santos. Arema FC tercatat menelan tiga kekalahan beruntun dalam laga terakhir mereka, sebuah tren negatif yang harus segera dihentikan.
Rentetan hasil buruk ini tentu berdampak pada kepercayaan diri pemain. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi tersebut bisa dimanfaatkan lawan untuk mencuri poin di Kanjuruhan.
Baca Juga: Meski di Papan Tengah Super League, PSIM Masih Terancam Degradasi: Ini Kata Van Gastel
Kebobolan di 10 Menit Akhir Laga
Fakta ketiga menjadi sorotan paling krusial dalam performa Arema FC. Lini belakang mereka menunjukkan kerawanan tinggi, terutama di 10 menit terakhir pertandingan yang kerap menjadi momen petaka.
Dalam tiga kekalahan terakhir, yakni saat menghadapi Bhayangkara FC (1-2), Bali United (3-4), dan Borneo FC (1-3), gawang Arema FC selalu kebobolan di menit-menit akhir. Hanya saat melawan Borneo FC, kebobolan terjadi lebih awal di babak pertama, sementara dua laga lainnya benar-benar ditentukan di pengujung pertandingan.
Situasi ini menunjukkan adanya masalah fokus dan konsentrasi pemain belakang. Jika tidak segera dibenahi, potensi kehilangan poin di menit akhir akan terus menghantui perjalanan mereka.
Andalkan Aksi Individu Dalberto
Fakta keempat datang dari performa individu yang sedang bersinar di skuad Singo Edan. Penyerang asing Arema FC, Dalberto, tengah berada dalam performa terbaiknya dalam empat laga terakhir.
Dia sukses mencatatkan empat gol dan dua assist, termasuk brace saat menghadapi Bali United. Hanya saat melawan Bhayangkara FC, Dalberto gagal mencatatkan kontribusi gol, namun secara keseluruhan performanya tetap menjadi ancaman nyata bagi lini pertahanan lawan.
Di tengah berbagai catatan tersebut, Arema FC juga harus menghadapi kenyataan pahit terkait kondisi skuad. Badai cedera dan akumulasi kartu membuat tim tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh dalam laga penting ini.
Baca Juga: Prediksi Arema vs Malut United: Tuan Rumah Pincang, Tim Tamu Lebih Siap Menang
Pelatih Marcos Santos tetap mencoba melihat situasi ini dari sisi positif. Dia menilai kondisi tersebut sebagai bagian dari dinamika kompetisi yang harus dihadapi dengan kesiapan mental dan taktik yang matang.
”Jadi pertandingan sulit apapun mau permain tidak main tapi mereka sulit, karena Malut United dari naik ke Liga 2 ke Liga 1 selalu buat tim bagus, kuat pemain senior banyak pemain sudah tahu. Tapi tim kami sudah siap, sudah siap mental untuk pertandingan,” tutur pelatih asal Brasil itu.
Dia menegaskan, masalah absennya pemain bukan hal baru bagi Arema FC musim ini. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, tim juga sering tampil tanpa komposisi terbaik karena berbagai kendala.
Baca Juga: Prediksi Dewa United vs PSIM: Tuan Rumah Diunggulkan, Laskar Mataram Siap Kejutkan
”Jadi lawan Persija, Arema bagus di sana menang, selalu ada akumulasi pemain, kartu merah dan cedera. Jadi tidak bisa menampilkan komposisi terbaik, selalu ada masalah, tapi saya yakin pemain sudah siap pertandingan lawan tim papan atas,” ujar Marcos Santos.
Dalam kondisi seperti ini, faktor dukungan suporter menjadi sangat penting. Energi dari tribun diyakini bisa menjadi tambahan motivasi bagi pemain untuk tampil maksimal di lapangan.
Marcos Santos pun secara khusus mengajak Aremania untuk memenuhi stadion dan memberikan dukungan penuh. Dia berharap atmosfer Kanjuruhan bisa membantu tim meraih hasil positif meski dalam kondisi tidak ideal.
Baca Juga: Arema FC vs Malut United: Gustavo Franca dan Tyronne del Pino Bakal Adu Kreativitas di Lini Tengah
”Skema kami lakukan di latihan, juga saya minta Aremania datang untuk beri dukungan ke pemain, supaya bisa bermain bagus meskipun kami kehilangan 6 pemain. Kasih mental dan semangat supaya tim bermain lebih bagus lagi,” tandas Marcos Santos.
Laga ini dipastikan berjalan ketat dan penuh tekanan bagi Arema FC. Jika mampu mengatasi kelemahan di menit akhir dan memaksimalkan ketajaman lini depan, peluang untuk bangkit dari tren negatif tetap terbuka lebar.
Sebaliknya, jika masalah klasik kembali terulang, bukan tidak mungkin Malut United FC justru mencuri kemenangan di kandang Singo Edan. Semua akan ditentukan oleh fokus, mental, dan efektivitas permainan sepanjang 90 menit.