JawaPos.com – Sampai dengan pekan ke-26 Super League 2025/2026, ada tiga pelatih asal Belanda yang bertahan. Mereka adalah Jan Olde Riekerink (Dewa United), Johnny Jansen (Bali United), dan Jean-Paul van Gastel (PSIM Yogyakarta).
Dan sampai pekan ke-25, tim besutan Van Gastel menjadi tim dengan peringkat terbaik. PSIM untuk sementara berada di posisi kedelapan dengan poin delapan.
Di belakang PSIM, tim asuhan Riekerink ada di posisi sembilan dengan poin 34. Sedangkan tim asuhan Jansen menempati posisi 10 dengan poin 33.
Di pekan ke-26 ini, Riekerink akan beradu taktik dengan Van Gastel. Dewa United dijadwalkan bersua PSIM pada Jumat (3/4) di Banten International Stadium, Serang.
Baca Juga: Kepercayaan Diri Dewa United Meningkat Jelang Duel Penting Kontra PSIM
Dikutip dari situs resmi loga, Riekerink memberikan kredit bagi PSIM dan Van Gastel. Meski statusnya tim promosi, ternyata Laskar Mataram bisa memberikan kejutan dan berada di papan tengah.
Bahkan pada pertemuan pertama musim ini di kandang PSIM, Dewa United yang notabene runner-up Liga 1 musim 2024/2025 menuai malu. Dewa United kalah 0-2 di tangan PSIM (22/10).
Riekerink juga enggan meremehkan kekuatan PSIM. Pelatih berusia 63 tahun itu menyoroti kedisiplinan taktik PSIM yang dinilainya sangat terorganisir, terutama saat melakoni laga tandang. Menurut analisisnya, PSIM memiliki kemampuan transisi yang cepat dan berbahaya.
Baca Juga: Dewa United Fokus Redam PSIM, Johnathan Pereira Soroti Bahaya Sayap Kiri Lawan
"Mereka (PSIM) memainkan reaction football lebih banyak saat tandang daripada kandang. Mereka sangat terorganisir dan mobil. Itu adalah refleksi dari pelatihnya yang melakukan pekerjaan dengan baik," ujar Riekerink dikutip dari situs resmi liga.
Meski tidak mengenal sosok pelatih PSIM secara personal, Riekerink memberikan apresiasi atas performa Van Gastel. Apalagi periode 2025/2026 adalah musim pertama Van Gastel di kompetisi Indonesia. Dan sejauh ini, Van Gastel mampu bertahan dengan baik.
Jelang laga lawan PSIM, Riekerink menuturkan hasil imbang atas Persija (15/3) telah memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi skuadnya. Kini, Ricky Kambuaya dkk jauh lebih siap.
"Menjaga ritme itu mudah jika Anda baru raih hasil baik di laga sebelumnya. Jauh lebih sulit jika Anda baru kalah karena ada perasaan buruk yang lama. Sekarang mental tim sedang percaya diri," ungkap Riekerink.