JawaPos.com - Dewa United Banten FC menatap laga lanjutan Super League 2025/2026 dengan penuh kepercayaan diri. Tim berjuluk Banten Warriors itu dijadwalkan menjamu PSIM Yogyakarta di Banten International Stadium, Serang, Jumat (3/4), dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat.
Optimisme ini tak lepas dari hasil positif yang diraih pada pertandingan sebelumnya. Dewa United sukses mencuri satu poin saat bertandang ke markas Persija Jakarta setelah bermain imbang 1-1.
Hasil tersebut dinilai menjadi suntikan moral yang signifikan bagi tim. Pelatih kepala Jan Olde Riekerink menyebut anak asuhnya kini berada dalam kondisi mental yang baik. Ia menilai performa melawan Persija menjadi bukti bahwa timnya mampu bersaing dengan klub papan atas.
Baca Juga: Dewa United Fokus Redam PSIM, Johnathan Pereira Soroti Bahaya Sayap Kiri Lawan
“Kami memainkan pertandingan yang bagus saat melawan Persija. Ada banyak hal positif yang bisa kami ambil dari laga itu, dan kami siap menghadapi pertandingan berikutnya,” ujar Riekerink dikutip dari ileague.id.
Meski begitu, pelatih asal Belanda tersebut tetap mengingatkan timnya untuk tidak lengah. PSIM Yogyakarta dinilai sebagai lawan yang tidak bisa dianggap remeh, terutama karena organisasi permainan mereka yang rapi.
Menurut Riekerink, PSIM memiliki karakter permainan yang cenderung reaktif, khususnya saat bermain di laga tandang. Pola tersebut membuat mereka cukup berbahaya dalam memanfaatkan celah dari kesalahan lawan.
Baca Juga: Ivar Jenner Temukan Peran Penting di Dewa United, Siap Kembali Bersinar di Level Profesional
“Mereka tim yang sangat terorganisir dan punya mobilitas tinggi. Transisi mereka cepat dan itu harus kami waspadai,” jelasnya.
Riekerink juga memberikan apresiasi terhadap kinerja pelatih PSIM, meskipun mengaku tidak mengenalnya secara pribadi.
Ia menilai keberhasilan PSIM tampil konsisten musim ini merupakan hasil kerja taktik yang baik dari tim pelatih.
Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan sembilan pertandingan, Dewa United memasang target untuk terus memperbaiki posisi di klasemen. Momentum positif yang sedang dirasakan diharapkan bisa terus dijaga hingga akhir musim.
Menurut Riekerink, faktor mental menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga performa tim. Ia menegaskan bahwa hasil positif sebelumnya membuat para pemain lebih percaya diri saat menghadapi laga berikutnya.
“Lebih mudah menjaga ritme ketika tim baru saja mendapatkan hasil baik. Sekarang suasana di dalam tim sangat positif,” katanya.
Duel melawan PSIM dipastikan menjadi ujian penting bagi Dewa United. Kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk mengamankan posisi di papan atas, sehingga pertandingan diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal.