JawaPos.com–Optimisme mengalir deras dari bek muda timnas Indonesia, Justin Hubner, yang percaya masa depan cerah tengah menanti skuad Garuda. Era kepemimpinan John Herdman dinilai membawa perubahan signifikan, terutama dari sisi mentalitas dan cara berpikir tim.
Keyakinan itu bukan tanpa alasan karena Justin Hubner melihat langsung bagaimana John Herdman membangun fondasi baru dalam tim. Pelatih yang pernah membawa Kanada kembali ke Piala Dunia setelah 36 tahun absen itu dinilai memiliki pendekatan berbeda yang mendorong pemain berkembang lebih jauh.
”Saya pikir pelatih sekarang punya pola pikir yang sangat berbeda. Dia benar-benar ingin mendorong kami ke level berikutnya,” kata Justin Hubner, Senin (30/3).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat perubahan di tubuh timnas Indonesia bukan sekadar wacana. Tak hanya soal visi, Hubner juga menyoroti kualitas kerja staf pelatih yang dinilai sangat profesional. Dia percaya kombinasi antara filosofi baru dan kerja keras tim pelatih akan membuka peluang besar bagi Indonesia meraih prestasi.
”Saya rasa kami bisa meraih hal-hal bagus bersama staf ini, karena mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik,” lanjut pemain berusia 22 tahun tersebut.
Ucapan ini sekaligus menunjukkan kepercayaan tinggi para pemain terhadap proyek jangka panjang yang sedang dibangun. Meski baru saja menelan kekalahan, optimisme itu tidak luntur dari skuad Garuda. Pada laga terakhir FIFA Series 2026, Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1.
Gol semata wayang Bulgaria dicetak Marin Petkov melalui titik penalti pada menit ke-38. Situasi itu menjadi momen krusial yang akhirnya menentukan hasil akhir pertandingan.
Kekalahan tersebut sekaligus memastikan Bulgaria keluar sebagai juara FIFA Series 2026 edisi Indonesia. Mereka tampil dominan dengan menyapu bersih dua kemenangan, termasuk kemenangan telak 10-2 atas Kepulauan Solomon.
Meski hasil akhir tidak berpihak, Hubner tetap melihat banyak hal positif dari performa timnas Indonesia. Dia menilai permainan tim jauh lebih berkembang, terutama dalam penguasaan bola dan keberanian membangun serangan.
”Tentu saja kami kalah, tapi saya pikir kami menunjukkan permainan yang sangat bagus hari ini. Kami tampil sangat baik saat menguasai bola,” ujar Hubner.
Dia menegaskan performa tim layak diapresiasi meski hasil belum maksimal. Kekalahan tersebut lebih disebabkan satu momen krusial, bukan karena kualitas permainan secara keseluruhan. Penalti yang didapat lawan menjadi pembeda dalam laga yang sebenarnya berjalan cukup seimbang.
”Sayangnya mereka mendapat penalti dan mencetak gol, tapi saya rasa kami bisa bangga dengan tim ini,” tambah dia.
Baca Juga: Duet Mematikan Dony–Beckham di Era John Herdman! Harapan Baru Timnas Indonesia di Piala ASEAN 2026
Pernyataan ini memperlihatkan mentalitas positif yang mulai terbentuk di dalam tim. Perubahan cara bermain timnas Indonesia memang mulai terlihat di era Herdman. Permainan lebih terstruktur, penguasaan bola meningkat, dan para pemain tampil lebih percaya diri di lapangan.
Hal ini menjadi indikasi proses adaptasi terhadap filosofi baru berjalan cukup baik. Jika konsistensi bisa dijaga, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi kekuatan baru di kawasan Asia.
Di level individu, performa Hubner juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Musim ini ia tampil bersama Fortuna Sittard di kompetisi Eredivisie dengan kontribusi yang cukup solid.
Baca Juga: Pelatih Persib Doakan yang Terbaik Buat Frans Putros, Bojan Hodak: Semua Ingin Main di Piala Dunia
Dari 21 penampilan, Hubner mencatatkan dua gol dan satu assist, sebuah catatan impresif untuk seorang bek. Statistik ini menunjukkan dia tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga mampu membantu serangan.
Perjalanan karirnya pun terbilang menarik dengan pengalaman di berbagai klub. Dia pernah memperkuat Wolverhampton Wanderers kelompok usia dan sempat merasakan atmosfer sepak bola Jepang bersama Cerezo Osaka.
Secara keseluruhan, Hubner telah mencatatkan 135 pertandingan dengan torehan 10 gol dan tiga assist sepanjang karirnya. Dia juga dikenal sebagai pemain yang cukup agresif dengan total 37 kartu kuning dan dua kartu merah.
Baca Juga: David Beckham Dukung Trent Alexander-Arnold: Pintu Timnas Inggris Belum Tertutup!
Jam terbang tinggi di usia muda menjadi modal penting bagi Hubner untuk terus berkembang. Pengalaman bermain di Eropa dan Asia membentuknya menjadi bek yang matang secara teknik maupun mental.
Kini, fokus utamanya adalah membawa kontribusi maksimal untuk timnas Indonesia. Bersama era baru di bawah Herdman, Hubner percaya perjalanan besar sedang dimulai.
Optimisme yang dia sampaikan bukan sekadar harapan kosong, melainkan refleksi dari perubahan nyata di dalam tim. Jika terus berkembang, timnas Indonesia berpeluang menciptakan sejarah baru dalam waktu dekat.