JawaPos.com–Jeda kompetisi sekitar tiga pekan ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim-tim Super League, termasuk Persebaya Surabaya. Hal itu karena waktu persiapan untuk menjalani laga pekan ke-26 cukup singkat.
Bagaimana tidak, jeda kompetisi bersamaan dengan momen Lebaran yang tentunya dimanfaatkan sebagian besar pemain untuk mudik berkumpul dengan keluarga. Selain itu, ada juga yang harus memenuhi panggilan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Persebaya pun juga harus memanfaatkan sebaik-baiknya waktu persiapan yang cukup singkat ini. Ada aspek yang terpaksa dikorbankan tim pelatih, yaitu evaluasi maksimal terhadap program latihan mandiri para pemain.
”Kami tidak punya banyak waktu untuk benar-benar mengevaluasi bagaimana para pemain menjalankan program latihan mereka selama jeda. Waktu yang kami miliki sangat terbatas karena hanya ada pekan ini dan pekan depan sebelum pertandingan melawan Persita,” tegas pelatih fisik Persebaya Shin Sang-gyu seperti dikutip dari laman resmi klub.
Dia menambahkan, untuk meningkatkan kebugaran dan juga kekompakan tim, latihan mandiri saja tidak cukup. Sehingga latihan tim benar-benar mutlak untuk diterapkan.
”Memang kami sudah memberikan program latihan individu selama libur. Tetapi tentu saja latihan individu berbeda dengan latihan tim,” ujar Shin Sang-gyu.
Baca Juga: Duet Mematikan Dony–Beckham di Era John Herdman! Harapan Baru Timnas Indonesia di Piala ASEAN 2026
Dalam waktu yang relatif singkat ini, Coach Shin akan memberi porsi latihan untuk meningkatkan kembali level kebugaran pemain pada pekan ini agar memenuhi standar untuk bertanding di akhir pekan mendatang.
”Karena itu, pada pekan ini kami langsung meningkatkan beban latihan cukup tinggi. Kami mencoba memaksimalkan waktu yang ada agar kondisi pemain bisa kembali mendekati level yang kami butuhkan untuk pertandingan,” ungkap Shin Sang-gyu.
Persebaya akan menjalani jadwal pertandingan yang padat setelah jeda kompetisi. Selama sebulan, Green Force harus menjalani lima pertandingan, dimana mereka tidak boleh terpeleset jika masih ingin bersaing menembus empat besar.
Skuad asuhan Bernardo Tavares ini membuka April dengan menjamu tim peringkat lima, Persita Tangerang pada 4 April, kemudian bertandang ke markas Persija Jakarta pada 11 April, dan kembali menjalani laga kandang menjamu Madura United pada 17 April.
Dua laga terakhir sebagai penutup pada April juga tak kalah berat, karena Green Force harus menjalani laga tandang secara beruntun. Yakni ke markas Malut United (23 April) dan bertandang ke homebase rival abadi mereka yaitu Arema FC (28 April).
Coach Shin menambahkan demi menjaga kebugaran para pemain dan juga mencegah cedera sepanjang April, dia dan timnya akan memaksimalkan proses pemulihan pemain.
Baca Juga: Pelatih Persib Doakan yang Terbaik Buat Frans Putros, Bojan Hodak: Semua Ingin Main di Piala Dunia
”Pada awal April kami hampir bermain setiap minggu. Jadi hal yang paling penting adalah bagaimana proses pemulihan setelah pertandingan. Kami harus mengatur keseimbangan antara intensitas latihan dan waktu istirahat dengan baik,” tandas Shin Sang-gyu.