← Beranda
Disulap Jadi Playmaker Timnas Indonesia! John Herdman Terkesima Lihat Magis Calvin Verdonk Hadapi Bulgaria
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 31 Maret 2026 | 17.10 WIB
Calvin Verdonk tampil impresif sebagai gelandang serang saat timnas Indonesia menghadapi Bulgaria di SUGBK. (Instagram @c.verdonk)

 

JawaPos.com–Performa Calvin Verdonk benar-benar mencuri perhatian dalam laga final FIFA Series 2026. Meski timnas Indonesia harus menelan kekalahan 0-1 dari Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sorotan justru mengarah pada transformasi peran sang pemain.

Pelatih John Herdman tak ragu melontarkan pujian setinggi langit usai pertandingan tersebut. Dia melihat Calvin Verdonk sebagai sosok komplet yang mampu menjalankan berbagai tugas di lapangan dengan kualitas tinggi.

”Penampilannya malam ini luar biasa. Dia pemain yang komplet. Dia punya kecerdasan taktik, kecepatan, stamina, akselerasi, dan visi umpan yang baik,” kata John Herdman, Senin (30/3).

Baca Juga: Duet Mematikan Dony–Beckham di Era John Herdman! Harapan Baru Timnas Indonesia di Piala ASEAN 2026

Pernyataan itu menegaskan betapa pentingnya peran Verdonk dalam skema permainan timnas Indonesia saat ini. Yang menarik, Verdonk tidak hanya dimainkan di satu posisi dalam laga tersebut. Dia menjalankan dua peran berbeda, yakni sebagai gelandang bertahan sekaligus gelandang serang dengan peran nomor 10 yang biasanya diisi pemain kreatif.

Transformasi ini bukan hal yang sepenuhnya baru dalam perjalanan kariernya bersama timnas Indonesia. Pada era Patrick Kluivert, Verdonk mulai dicoba bermain lebih ke tengah, berbeda dengan perannya di era Shin Tae-yong yang lebih sering menempatkannya di lini belakang.

Di bawah arahan Herdman, fleksibilitas Verdonk tampaknya akan dimaksimalkan lebih jauh. Dia bahkan diproyeksikan menjadi pengontrol tempo permainan di lini tengah, peran vital yang menentukan ritme pertandingan.

Baca Juga: Pelatih Persib Doakan yang Terbaik Buat Frans Putros, Bojan Hodak: Semua Ingin Main di Piala Dunia

”Dan saya pikir Calvin akan menjadi bagian besar dari masa depan tim ini dalam mengontrol tempo di lini tengah,” ucap Herdman.

Pelatih asal Kanada itu juga menambahkan rasa bangganya terhadap performa sang pemain yang dinilai tampil di level tertinggi. ”Saya bangga dengan Calvin. Dia bermain di level tertinggi malam ini. Dia pantas mendapatkan lebih,” lanjut John Herdman.

Pujian ini menjadi sinyal kuat Verdonk akan terus menjadi andalan dalam proyek jangka panjang timnas Indonesia. Di sisi lain, Verdonk sendiri menunjukkan sikap profesional yang patut diapresiasi. Dia menegaskan tidak mempermasalahkan posisi apa pun yang diberikan pelatih kepadanya di atas lapangan.

”Saya bermain di posisi mana pun pelatih menempatkan saya. Entah itu, gelandang, atau bek sayap, bek tengah. Hari ini juga nomor 10. Saya akan bermain di posisi mana pun yang pelatih mau dan itu tidak masalah,” kata Verdonk.

Pernyataan ini mencerminkan komitmennya untuk selalu memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah besar bagi timnas Indonesia. Dalam sepak bola modern, pemain serba bisa seperti Verdonk sangat dibutuhkan untuk menghadapi dinamika pertandingan yang cepat berubah.

Di level klub, performa Verdonk juga cukup konsisten bersama LOSC Lille. Musim ini, dia telah mencatatkan 21 penampilan di berbagai kompetisi, termasuk Liga Prancis dan Liga Europa.

Baca Juga: David Beckham Dukung Trent Alexander-Arnold: Pintu Timnas Inggris Belum Tertutup!

Dari jumlah tersebut, ia tampil 13 kali di liga domestik dan tujuh kali di kompetisi Eropa. Meski baru mencatatkan satu assist, kontribusinya lebih terlihat dalam aspek permainan kolektif dan keseimbangan tim.

Verdonk turut membantu Lille bersaing di papan atas klasemen sementara. Klubnya kini menempati peringkat lima dengan raihan 47 poin, sekaligus melaju hingga babak 16 besar Liga Europa.

Jika melihat perjalanan kariernya secara keseluruhan, Verdonk memang bukan pemain sembarangan. Dia telah mengoleksi total 326 penampilan di berbagai level klub dengan torehan 14 gol dan 17 assist.

Baca Juga: Kalah dari Bulgaria, Ranking FIFA Timnas Indonesia Berpotensi Turun

Karirnya dimulai dari akademi hingga tim utama seperti Feyenoord Rotterdam dan NEC Nijmegen. Selain itu, dia juga sempat memperkuat FC Twente Enschede dan klub Portugal, FC Famalicao.

Dengan pengalaman tersebut, tidak mengherankan jika dia mampu beradaptasi dengan berbagai peran di lapangan. Kemampuan membaca permainan dan kecerdasan taktik menjadi modal utamanya untuk tampil konsisten di berbagai posisi.

Kini, dengan kepercayaan penuh dari Herdman, Verdonk berpeluang besar menjadi pusat permainan timnas Indonesia. Perannya sebagai pengatur tempo bisa menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas permainan Garuda di level internasional.

Baca Juga: Gairah Baru Jay Idzes! Era Baru Timnas Indonesia di Tangan John Herdman Bikin Rindu Terbayar Lunas

Transformasi Verdonk dari pemain bertahan menjadi motor serangan menunjukkan evolusi menarik dalam karirnya. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin dia akan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah timnas Indonesia.

Momen di FIFA Series 2026 bisa menjadi titik balik penting bagi Verdonk. Dari sekadar pemain bertahan, kini dia menjelma menjadi sosok playmaker yang siap mengendalikan permainan timnas Indonesia di masa depan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah