JawaPos.com–Kerinduan panjang akhirnya terbayar. Kapten timnas Indonesia Jay Idzes menemukan kembali gairah setelah kembali berkumpul bersama skuad Garuda di era baru kepelatihan John Herdman.
Jay Idzes tak menutupi perasaannya. Dia mengaku sangat bahagia bisa kembali mengenakan jersey timnas Indonesia dan berkumpul dengan rekan-rekannya setelah melewati masa sulit.
Terakhir kali mereka bersama terjadi di Arab Saudi. Saat itu Jay Idzes dkk harus menerima kenyataan pahit setelah timnas Indonesia kalah dari Arab Saudi dan Irak.
Baca Juga: Tak Peduli Gelar Top Skor! Andrew Jung Pilih Jadi Pahlawan Persib Bandung Menuju Gelar Juara
Kekalahan tersebut sekaligus memupus mimpi tampil di Piala Dunia 2026. Namun, dari kegagalan itu justru lahir tekad baru yang kini mulai dirangkai ulang.
”Saya rasa yang paling penting adalah bisa kembali berkumpul bersama tim. Terakhir kali kami bersama itu di Arab Saudi. Tentu saja kami kehilangan mimpi untuk ke Piala Dunia 2026,” kata Jay Idzes.
Ucapan itu menggambarkan betapa dalam luka yang sempat dirasakan. Namun, kini dia memilih menatap ke depan dengan semangat yang berbeda.
Baca Juga: Seolah 'Dibunuh' di Latihan! Dion Markx Bongkar Kerasnya Menu Persib Bandung Jelang 9 Laga Penentuan
Menurut dia, komunikasi antar pemain tetap terjaga selama jeda panjang. Hal itu menjadi fondasi penting saat mereka kembali dipertemukan dalam satu tim.
”Dalam beberapa bulan terakhir saya banyak berbicara dengan rekan setim. Mereka semua menunggu untuk kembali dan berkumpul lagi, bermain bersama, dan bermain untuk semua orang. Bisa kembali ke sini, memakai jersey ini lagi, saya sangat merindukannya,” lanjut Jay Idzes.
Kehadiran pelatih baru membawa warna berbeda. Era John Herdman menjadi titik awal perubahan yang mulai dirasakan seluruh pemain.
Dalam dua laga awal FIFA Series 2026, timnas Indonesia mencatatkan satu kemenangan dan satu kekalahan. Hasil itu menjadi gambaran awal proses adaptasi yang masih berlangsung.
Kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis sempat memberi harapan. Namun, kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria menjadi pengingat masih banyak yang harus dibenahi.
Idzes melihat performa tim secara umum sudah cukup baik. Meski begitu, dia menegaskan masih ada ruang besar untuk berkembang.
”Kami tentu masih bisa meningkatkan banyak hal, karena ini adalah pertama kalinya bersama pelatih baru. Dia punya banyak hal baru yang ingin diterapkan dan dicoba, dan saya pikir kami sudah melakukannya dengan sangat baik dalam banyak aspek,” jelas Jay Idzes.
Pernyataan itu menunjukkan optimisme yang realistis. Timnas Indonesia tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga proses membangun identitas permainan.
Sosok John Herdman sendiri menjadi perhatian. Energi besar yang ia tunjukkan di pinggir lapangan memberi dampak positif bagi pemain.
Baca Juga: Marc Klok Siap Tempur! Janji ke Bobotoh Siap Dibayar Lunas saat Persib Bandung Tantang Semen Padang
Jay Idzes mengaku tidak terkejut dengan karakter sang pelatih. Pengalamannya bermain di Italia membuatnya familiar dengan gaya pelatih yang penuh semangat.
”Ya, dia punya gairah yang besar, itu pasti. Saya sudah bermain di Italia selama tiga tahun, jadi saya tahu di sana pelatih dan orang-orangnya sangat penuh semangat. Jadi, ya, bagus untuk dilihat. Senang melihatnya,” ujar pemain yang kini membela Sassuolo tersebut.
Aura positif ini menjadi modal penting. Timnas Indonesia kini tak hanya bicara soal hasil jangka pendek, tetapi juga pembangunan jangka panjang menuju target besar berikutnya.
Mimpi ke Piala Dunia belum benar-benar padam. Fokus kini diarahkan pada edisi 2030 yang mulai terasa realistis untuk dikejar.
Kehadiran generasi pemain yang semakin matang menjadi harapan tersendiri. Ditambah dengan sentuhan pelatih baru, tim ini berpotensi berkembang lebih jauh.
Jay Idzes menjadi simbol semangat baru itu. Sebagai kapten, dia tidak hanya memimpin di lapangan, tetapi juga menjaga semangat kolektif tim.
Perjalanan masih panjang. Namun, langkah kecil di era baru ini mulai menunjukkan arah yang jelas.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Fokus Pulihkan Cedera, Absen di Laga Persahabatan Portugal
Kebersamaan yang sempat hilang kini kembali terbangun. Dari ruang ganti hingga lapangan, semangat Garuda terasa hidup lagi.
Dan bagi Jay Idzes, momen ini lebih dari sekadar comeback. Ini adalah awal dari mimpi baru yang perlahan disusun kembali, dengan harapan kali ini tak lagi terhenti di tengah jalan.