JawaPos.com - Timnas Indonesia akan menjalani laga final FIFA Series 2026 menjamu Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3) malam WIB. Laga ini akan lebih berat bagi skuad Garuda karena mereka belum pernah mengalahkan tim asal Eropa itu di pertandingan resmi FIFA.
Maka dari itu, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, bertekad membawa skuad Garuda meraih kemenangan perdana atas tim asal Eropa itu sekaligus mencetak sejarah baru. Namun, ia menyadari bahwa hal itu tidaklah mudah.
Herdman mengaku punya tiga strategi khusus untuk meredam Bulgaria sekaligus meraih kemenangan di final FIFA Series edisi kedua ini, antara lain memanfaatkan dengan baik persiapan dan latihan meski waktunya sangat singkat.
Baca Juga: Perang Bek Klub Italia Warnai Duel Timnas Indonesia vs Bulgaria, Jay Idzes Mampu Atasi Tekanan?
"Kami hanya punya waktu dua hari. Para pemain berada di siklus tidur yang berbeda, dan kami harus memanfaatkan dua sesi latihan bersama sebaik-baiknya. Ini langkah kecil, tapi juga langkah besar untuk bisa disiplin menghadapi tim seperti Bulgaria. Kami harus menemukan cara untuk menang," ujar Herdman seperti dikutip dari Antara.
Cara kedua adalah menghentikan ritme permainan dan serangan mereka dengan mematikan sektor sayap. Mantan pelatih Kanada itu menilai Bulgaria punya keunggulan melalui para winger mereka.
"Pemain sayap mereka sangat berbahaya. Mereka membangun permainan dengan kombinasi segitiga di sisi lapangan. Jika mereka menemukan ritme, itu bisa sangat menyulitkan kami. Jadi, kami harus menghentikan ritme dan kombinasi mereka di sisi lapangan," tegasnya lagi.
Baca Juga: 3 Pemain Bulgaria yang Perlu Diperhatikan Timnas Indonesia, Nomor 2 Sempat Bikin Hattrick
Dengan mengetahui kondisi timnya dan juga kekuatan Bulgaria, maka Herdman akan menempuh cara ketiga sejak awal laga, yaitu memulai pertandingan dengan lebih kuat dibandingkan saat menghadapi Saint Kitts and Nevis.
"Kami harus memulai laga dengan lebih kuat dibanding saat melawan Saint Kitts and Nevis. Jika kami memulai dengan lambat seperti sebelumnya, kami akan dihukum. Jika Bulgaria mencetak gol lebih dulu, mereka lebih mudah untuk menutup pertandingan dengan kemenangan," tegasnya.
Bagaimanapun juga Bulgaria punya kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan Saint Kitts and Nevis. Meski bukan negara Eropa yang punya tim sepak bola kondang seperti Prancis, Inggris, atau Spanyol. Namun, secara peringkat FIFA, posisi mereka paling tinggi dibandingkan tiga tim di grup ini.
Bulgaria menempati posisi 85 peringkat FIFA terkini, sedangkan Indonesia bercokol di posisi 120 peringkat FIFA. Sukses menembus di atas 100 besar tentu membuktikan bahwa kualitas Bulgaria tidaklah main-main, apalagi mereka lebih berpengalaman di pertandingan internasional level atas dibandingkan skuad Garuda.
Misalnya pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, mereka tergabung dalam Grup E bersama Georgia dan dua tim kuat langganan putaran final, yaitu Spanyol dan Turki. Spanyol bahkan merupakan salah satu negara peraih gelar juara dunia.
Sedangkan Turki pernah meraih juara tiga Piala Dunia 2002 dan kini mereka berpeluang lolos ke final play-off untuk memperebutkan satu dari empat tiket putaran final tersisa dari zona Eropa.
Baca Juga: Dony Tri Pamungkas, Pemain Tak Kenal Lelah di Sisi Kiri Pertahanan Timnas Indonesia
Dengan pengalaman menghadapi dua tim kuat dunia pada kualifikasi piala dunia tersebut, tak heran jika Bulgaria menjadi unggulan pada FIFA Series tahun ini di grup tuan rumah Indonesia. Meski begitu, John Herdman tetap menyuntikkan ambisi bagi skuad Merah Putih untuk mengalahkan mereka pada final malam nanti.
"Semoga kami bisa meraih kemenangan pertama melawan tim Eropa (Bulgaria) dalam sejarah," pungkasnya.