JawaPos.com - Di tengah hangatnya suasana Hari Raya Idulfitri dan jeda kompetisi Super League 2025/2026, langkah besar justru lahir dari Indonesia Timur.
Malut United FC resmi memperkenalkan training camp mereka yang berlokasi di Ternate, sebuah fasilitas yang digadang-gadang menjadi fondasi masa depan sepak bola di kawasan Maluku Utara.
Peresmian ini bukan sekadar pembangunan sarana latihan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang klub dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.
Baca Juga: Arema FC Geber Latihan Usai Lebaran, Marcos Santos Fokus Hadapi Malut United di Super League
Manajemen ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mendukung performa tim, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya mimpi dan harapan generasi muda.
Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada prestasi di level nasional.
Ia berharap para pemain muda dari Maluku Utara mampu menembus level internasional dengan bekal kemampuan teknis, akhlak, dan moral yang baik.
Baca Juga: Intip Persiapan Serius Arema FC Setelah Libur Lebaran, Siap Hadapi Malut United di Kanjuruhan
Meski masih dalam tahap pengembangan, fasilitas yang tersedia sudah cukup lengkap. Training camp ini memiliki dua lapangan latihan, gymnasium, serta mess dengan 22 kamar untuk pemain dan staf pelatih.
Selain itu, terdapat pula rumah pendukung dan ruang serbaguna yang menjadi bagian dari kompleks tersebut.
Ke depan, pembangunan akan terus dilanjutkan. Manajemen memastikan berbagai fasilitas tambahan akan dihadirkan guna menciptakan lingkungan latihan yang semakin ideal dan profesional.
Peresmian ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Hidayat Mudaffar Sjah, Husain Alting Sjah, serta Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Muhammad Saleh Mustafa.
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap perkembangan sepak bola di wilayah tersebut.
Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, berharap generasi muda di Maluku Kie Raha mampu menjaga potensi besar yang dimiliki.
Baca Juga: Training Camp Malut United, Titik Awal Kebangkitan Sepak Bola dari Timur Indonesia
Sementara Sultan Ternate, Hidayat Mudaffar Sjah, menilai Malut United sebagai wadah yang mampu menyatukan keberagaman dalam semangat kebersamaan dan toleransi.
Tidak hanya berfokus pada prestasi, pembangunan training camp ini juga diharapkan memberi dampak sosial yang luas.
Muhammad Saleh Mustafa menilai fasilitas olahraga berkualitas dapat membentuk budaya sportif serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Baca Juga: Malut United Gandeng Klub Portugal Siapkan Akademi Usia Dini, Anak Yatim Piatu jadi Prioritas
Sentuhan kemanusiaan juga terasa dalam peresmian tersebut. Manajemen klub mengundang 30 anak yatim piatu untuk turut merasakan kebahagiaan momen tersebut.
Bagi pemain, seperti Abduh Lestaluhu, kehadiran fasilitas ini menjadi dorongan besar dalam meningkatkan kualitas individu dan performa tim di lapangan.
Tak berhenti di situ, Malut United juga mulai membuka jalan pembinaan usia dini dengan menjalin kerja sama bersama klub Eropa untuk mengembangkan akademi bagi pemain usia 7 hingga 9 tahun.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa masa depan sepak bola Maluku Utara tengah dibangun dari sekarang.