← Beranda
Kiprah Bek Timnas Indonesia Kevin Diks di Bundesliga: Peran Penting, Statistik Menarik, dan Ancaman Set Piece
Andre Rizal HanafiRabu, 25 Maret 2026 | 01.58 WIB
Bek Timnas Indonesia Kevin Diks. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Nama Bakarbessy bukan sekadar identitas keluarga di Maluku. Marga ini berasal dari Negeri Waai, Salahutu, Maluku Tengah, dan dikenal sebagai salah satu garis keturunan pemimpin adat di wilayah tersebut.

Dalam konteks sepak bola saat ini, nama Bakarbessy kini semakin dikenal luas berkat kiprah Kevin Diks di kompetisi elite Eropa, khususnya Bundesliga. Bek Timnas Indonesia keturunan Belanda ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana warisan budaya dan prestasi profesional bisa berjalan beriringan.

Di lapangan, Kevin Diks dikenal sebagai bek serbabisa yang mampu mengisi berbagai posisi, mulai dari bek tengah, bek kiri, hingga bek kanan. Meski demikian, peran utamanya lebih sering berada di posisi bek tengah kiri, terutama dalam skema build up pendek.

Baca Juga: Bursa Transfer Gacor! Persebaya Surabaya Dikabarkan Bajak Yuran Fernandes dan Victor Dethan dari PSM Makassar Musim Depan

Dalam fase pembangunan serangan, Diks memiliki tugas penting untuk mengalirkan bola dari lini belakang ke middle third. Perannya tidak hanya berhenti di distribusi bola, tetapi juga menjadi bagian dari ancaman saat situasi bola mati.

Bersama klubnya di Bundesliga, dia bahkan dipercaya sebagai eksekutor penalti dengan catatan sempurna empat gol dari empat kesempatan. Menurut analis video klub Jan-Ole Heck, ada dua kualitas utama yang membuat Diks menonjol, yakni kemampuan bertahan satu lawan satu dan kontribusinya saat menguasai bola.

Hal ini terlihat jelas dalam gaya bermainnya yang tenang namun efektif. Dari sisi distribusi, mayoritas aksi passing Diks terjadi di sisi kiri lapangan. Dia aktif sejak fase build up hingga transisi ke tengah lapangan.

Baca Juga: Bintang Persib Bandung Eliano Reijnders Senang Bisa Bela Timnas Indonesia, Dapat Pujian dari Tijjani Reijnders

Meski kontribusinya di sepertiga akhir tidak terlalu dominan dengan hanya sekitar 6,5 persen passing menuju final third perannya tetap krusial dalam menjaga aliran bola. Secara statistik, dia termasuk bek dengan kemampuan passing progresif di atas rata-rata, baik dalam umpan ke depan, long pass, maupun peluang yang diciptakan dari open play.

Dalam aspek bertahan, kemampuan duel satu lawan satu menjadi salah satu kekuatan utama Diks. Dia kerap mengarahkan pergerakan lawan ke sisi lapangan untuk mempersempit ruang gerak, sebuah teknik defensif yang efektif.

Di sisi kiri, dia mampu memenangkan sekitar 60 persen duel, baik di udara maupun dalam tekel. Meski begitu, performanya masih bisa ditingkatkan di area half space kiri dan kotak penalti.

Ancaman lain yang dimiliki Diks datang dari situasi bola mati. Selain sebagai algojo penalti, dia juga aktif sebagai target dalam skema tendangan sudut.

Sekitar 67 persen tembakannya berasal dari sundulan, menunjukkan perannya sebagai finisher dalam situasi set piece. Hal ini juga tercermin dari nilai expected goals (xG) yang berada di atas rata-rata untuk pemain bertahan.

Secara keseluruhan, Kevin Diks merepresentasikan sosok bek modern yang tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun serangan. Dalam tim dengan gaya bermain ofensif, kehadirannya menjadi elemen penting untuk menjaga keseimbangan antara lini belakang dan lini depan.

Baca Juga: Jangan Pernah Menyerah! Bernardo Tavares Ultimatum Persebaya Surabaya Jelang 9 Laga Final Super League 2025/2026

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah