← Beranda
Bonek Kirim Pesan Damai di Idul Fitri 1447 H, 5 Sosok Penting Persebaya Surabaya Turut Jadi Simbol Persatuan
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 21 Maret 2026 | 20.27 WIB
Poster ucapan Idul Fitri dari fanbase Bonek menampilkan lima sosok penting Persebaya Surabaya sebagai simbol kebersamaan. (Instagram @Persebayafans.27)

JawaPos.com - Suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tak hanya dipenuhi gema takbir dan silaturahmi keluarga. Dari jagat media sosial, Bonek, sebutan untuk suporter Persebaya Surabaya, ikut menghadirkan pesan damai yang menyentuh hati.

Melalui kanal Instagram fanbase @persebayafans.27, ucapan hangat disampaikan bertepatan dengan Lebaran yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Pesan tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol kebersamaan lintas elemen dalam ekosistem Persebaya Surabaya.

“Kami segenap keluarga besar @bernardotavares80 @brunomoreira99 @cachisrivera @riki_mitrevski @jeffersonsilvaoficial06 mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H. Semoga hari yang suci dan istimewa ini membawakan kebahagiaan, kedamaian, serta kemakmuran bagi semua orang.”

Ucapan tersebut dilanjutkan dengan kalimat yang begitu akrab di telinga masyarakat Indonesia saat Lebaran. “Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.”

Menariknya, pesan damai ini tidak berdiri sendiri. Fanbase tersebut juga menyertakan poster visual yang menampilkan lima sosok penting di tubuh Persebaya Surabaya, yang selama ini menjadi bagian dari kekuatan tim di lapangan.

Kelima nama tersebut adalah Bernardo Tavares, Bruno Moreira, Francisco Rivera, Risto Mitrevski, dan Jefferson Silva. Kehadiran mereka dalam poster seolah menegaskan bahwa Persebaya Surabaya bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga tentang solidaritas dan rasa saling menghargai.

Baca Juga: Kiper Persebaya Surabaya Nggak Diajak! Ini 24 Skuad Final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Bernardo Tavares dikenal sebagai sosok pelatih dengan karakter kuat yang membawa pengaruh besar dalam strategi tim. Sementara Bruno Moreira menjadi salah satu pemain yang kerap mencuri perhatian lewat kontribusinya di lini serang.

Di sisi lain, Francisco Rivera hadir sebagai gelandang kreatif yang mampu mengatur ritme permainan. Risto Mitrevski dan Jefferson Silva juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan tim, baik dalam bertahan maupun membangun serangan.

Momentum Lebaran ini menjadi ruang refleksi bagi semua pihak, termasuk komunitas suporter. Bonek, yang dikenal dengan loyalitasnya, menunjukkan sisi humanis melalui pesan damai yang mereka gaungkan.

Pesan tersebut terasa relevan di tengah dinamika sepak bola yang kerap diwarnai rivalitas tinggi. Idulfitri menjadi pengingat bahwa di balik persaingan, ada nilai persaudaraan yang tetap harus dijaga.

Tak hanya dari fanbase, ucapan resmi juga datang dari Persebaya Surabaya sebagai klub. Melalui pernyataan resminya, klub kebanggaan Kota Pahlawan itu menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh umat Muslim.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri buat seluruh dulur-dulur Muslim yang merayakan,” tulis Persebaya Surabaya. Ucapan ini menegaskan kedekatan klub dengan para pendukungnya yang tersebar di berbagai daerah.

“Kami keluarga besar Persebaya mohon maaf lahir-batin. Insyaallah perjalanan selama Ramadan ini menjadikan kita semua pribadi yang lebih baik.”

Pesan tersebut tidak berhenti pada permohonan maaf. Persebaya Surabaya juga menyisipkan harapan spiritual yang mendalam bagi seluruh pihak yang merayakan.

Baca Juga: Salah Satunya Arief Catur! Berikut 5 Pemain Persebaya Surabaya yang Masih Koleksi Satu Gol

“Dan semoga berkah serta lindungan Allah tercurah kepada kita semua, bisa berjumpa dengan Ramadan dan Lebaran tahun depan.”

Ucapan ini mencerminkan nilai religius yang kuat dalam budaya masyarakat Indonesia, khususnya di momen Idulfitri. Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang introspeksi dan memperbaiki diri.

Bagi Bonek dan Persebaya Surabaya, momen ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan yang selama ini terjalin. Dukungan yang diberikan suporter bukan hanya saat pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan budaya.

Kehadiran lima sosok pemain dan pelatih dalam poster fanbase memberi pesan simbolis yang kuat. Mereka bukan sekadar figur di lapangan, tetapi juga representasi dari semangat kebersamaan yang diusung klub.

Di tengah padatnya kompetisi dan tekanan hasil pertandingan, momen seperti ini menjadi penyejuk. Sepak bola kembali pada esensinya sebagai alat pemersatu, bukan pemecah.

Pesan damai dari Bonek ini juga menunjukkan kedewasaan suporter dalam menyikapi perbedaan. Mereka mampu menempatkan nilai kemanusiaan di atas rivalitas yang seringkali memanas di dunia sepak bola.

Lebaran 1447 Hijriah pun menjadi momentum penting untuk menegaskan identitas Persebaya Surabaya sebagai klub yang tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga memiliki basis suporter yang solid dan berbudaya.

Di balik sorotan pada lima sosok penting tersebut, ada pesan yang lebih besar yang ingin disampaikan. Sepak bola, pada akhirnya, adalah tentang kebersamaan, harapan, dan rasa saling menghormati. Bonek telah menunjukkan itu melalui cara yang sederhana namun bermakna. Sebuah ucapan, sebuah poster, dan sebuah pesan damai yang menggema di hari kemenangan.

EDITOR: Edy Pramana