← Beranda
Bobotoh Murka! Blunder Uilliam Barros Picu Desakan Besar, Masa Depannya di Persib Bandung Terancam?
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 18 Maret 2026 | 22.34 WIB
Ekspresi Uilliam Barros usai saat hadapi Borneo FC. (Persib)

 

JawaPos.com–Gelombang kritik deras menghantam Persib Bandung setelah hasil mengecewakan kontra Borneo FC. Sosok Uilliam Barros langsung jadi sorotan tajam Bobotoh yang mulai kehilangan kesabaran.

Sorotan itu tak lepas dari momen krusial yang terjadi di menit-menit akhir pertandingan. Kesalahan fatal Uilliam Barros membuat kemenangan di depan mata sirna begitu saja.

Instagram Bojan Hodak bahkan diserbu komentar pedas dari Bobotoh. Mereka terang-terangan meminta sang pelatih mengevaluasi bahkan mencoret pemain asal Brasil tersebut.

Baca Juga: Persita Jaga Konsistensi Jelang Hadapi Persebaya

”Saya meminta agar pemain yang melakukan pelanggaran dalam beberapa pertandingan segera diganti. Dan mengapa kau selalu harus bermain Baros? Apakah kamu tidak melihat penampilannya di setiap pertandingan?” tulis salah satu Bobotoh.

Komentar lain tak kalah pedas dan bernada frustrasi terhadap keputusan pelatih. ”Why always barros??????????” hingga ”Play Barros until the end of the world, coach,” menjadi bukti kekecewaan yang memuncak.

Tak hanya itu, kritik juga menyasar kebijakan transfer dan kepercayaan yang terus diberikan kepada sang striker.

Baca Juga: PB Akuatik Indonesia Gelar Kejuaraan Renang Perairan Terbuka di Bali Dukung Sport Tourism

”Coach yakin @uilliambarros94 & @ramon_tanque98 mau dipertahankan?? Coba belajar rekrut striker ke coach @robertrenealberts,” tulis Bobotoh lainnya.

Puncak kekecewaan terjadi saat laga melawan Borneo FC yang seharusnya bisa dimenangkan Persib Bandung. Gol dari Adam Alis di babak pertama sempat membawa tim unggul hingga menjelang akhir laga.

Namun, petaka datang di menit ke-80 ketika Uilliam Barros melakukan handball di kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih yang mengubah jalannya pertandingan.

Eksekusi dingin dari Mariano Peralta di menit ke-84 memastikan skor berubah menjadi imbang. Tiga poin yang sudah di depan mata pun lenyap begitu saja.

Sejak saat itu, nama Uilliam Barros langsung menjadi sasaran utama kritik. Banyak Bobotoh menilai kesalahan tersebut bukan yang pertama dan sudah berulang dalam beberapa laga.

Kecurigaan pun muncul Uilliam Barros merupakan anak emas Bojan Hodak. Pasalnya, sang pemain tetap menjadi pilihan utama meski performanya dinilai belum konsisten.

Baca Juga: Jadwal Liga Champions Leg 2: Liverpool, Tottenham, dan Newcastle Berjuang untuk Tiket Perempat Final

Padahal, secara statistik, kontribusi Uilliam Barros tidak bisa dibilang buruk sepenuhnya. Dia telah mencatatkan 10 gol dari 34 pertandingan di semua kompetisi musim ini.

Khusus di Super League 2025/2026, dia mengoleksi 8 gol dari 25 penampilan. Namun, rasio satu gol tiap 254 menit dinilai belum cukup tajam untuk seorang striker utama.

Dari sisi kreativitas, kontribusinya juga minim dengan hanya satu assist dan 0,8 operan kunci per pertandingan. Hal ini memperkuat anggapan perannya belum maksimal di lini depan.

Baca Juga: Khvicha Kvaratskhelia Bongkar Kunci Kemenangan Telak PSG atas Chelsea

Heatmap Uilliam Barros. (Persib)
Heatmap Uilliam Barros. (Persib)

 Menariknya, analisis heatmap justru menunjukkan karakter permainan yang tidak sepenuhnya mencerminkan seorang striker murni. Aktivitasnya lebih dominan di sisi kanan lapangan dibandingkan di area kotak penalti lawan.

Hal ini mengindikasikan Uilliam Barros kerap melebar dan terlibat dalam transisi permainan. Dia lebih sering membantu pergerakan dari sisi sayap ketimbang menjadi finisher di tengah.

Kontribusi defensifnya juga cukup terlihat dengan catatan 4,6 pemulihan bola per laga. Namun, peran ini justru menimbulkan tanda tanya besar terkait posisi idealnya di tim.

Baca Juga: Gelar Juara Piala Afrika 2026 Dicabut, Federasi Sepak Bola Senegal Siap Gugat CAF

Di sisi lain, efektivitasnya di sepertiga akhir lapangan masih jadi masalah. Akurasi crossing yang hanya 30 persen dan minimnya assist menjadi bukti nyata.

Situasi ini membuat tekanan terhadap Bojan Hodak semakin besar. Keputusan mempertahankan atau melepas Uilliam Barros di akhir musim 2025/2026 kini jadi perbincangan panas.

Apalagi, kontrak sang pemain masih berlaku hingga 31 Mei 2027. Artinya, manajemen harus mengambil keputusan strategis jika ingin melakukan perubahan di lini depan.

Bobotoh berharap ada evaluasi serius demi menjaga peluang juara tetap terbuka. Mereka tak ingin kesalahan serupa kembali terjadi di laga-laga krusial berikutnya.

Baca Juga: Bayern Munchen Ajukan Dispensasi demi Turunkan Kiper 16 Tahun di Laga Liga Champions

Kini, semua mata tertuju pada langkah Bojan Hodak selanjutnya. Apakah tetap mempertahankan kepercayaan atau mulai mencari alternatif baru di lini serang.

Satu hal yang pasti, tekanan dari Bobotoh bukan sekadar kritik biasa. Ini adalah sinyal kuat ekspektasi terhadap Persib Bandung semakin tinggi di musim ini.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah