JawaPos.com — Persib Bandung kembali menunjukkan mental kuat dalam perburuan gelar Super League 2025/2026 meski gagal meraih kemenangan di laga tunda. Hasil imbang 1-1 melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu 15 Maret 2026, justru diyakini akan membuat persaingan semakin menarik hingga akhir musim.
Sempat unggul lebih dulu melalui gol Adam Alis pada menit ke-14, Persib Bandung terlihat menguasai jalannya pertandingan sejak awal.
Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Mariano Peralta mencetak gol penyeimbang lewat titik putih pada menit ke-83.
Baca Juga: Standar Tinggi Marc Klok! Tak Puas Persib Bandung Ditahan Imbang, Janji Kembalikan Senyum Bobotoh
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menilai hasil ini bukan sesuatu yang mengecewakan. Ia justru melihat timnya tetap berada di jalur yang tepat dalam perburuan gelar juara musim ini.
Apalagi, posisi Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 58 poin dari 24 pertandingan. Mereka unggul empat angka dari Borneo FC yang menjadi pesaing terdekat di posisi kedua.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Bojan Hodak mengapresiasi performa anak asuhnya, terutama pada babak pertama.
Ia menyebut timnya mampu mengontrol permainan dan menciptakan peluang yang lebih berbahaya dibandingkan tuan rumah.
"Saya pikir kami memiliki peluang yang lebih baik di babak pertama, mereka (Borneo FC) tidak memiliki banyak peluang," kata Hodak.
Dominasi tersebut terlihat dari organisasi permainan yang rapi serta transisi menyerang yang berjalan efektif. Adam Alis dan rekan-rekannya mampu menekan sejak awal dan membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Namun, situasi berubah pada babak kedua ketika Borneo FC mulai mendapatkan momentum. Serangkaian tendangan bebas yang diperoleh tim tuan rumah menjadi titik balik tekanan terhadap lini pertahanan Persib Bandung.
Tekanan tersebut akhirnya berbuah hasil melalui penalti di menit-menit akhir pertandingan. Momen itu sekaligus menggagalkan Persib Bandung untuk membawa pulang tiga poin dari Samarinda.
Meski demikian, Bojan Hodak tetap melihat sisi positif dari hasil tersebut. Menurutnya, tambahan satu poin tetap penting dalam menjaga jarak dengan para pesaing di papan atas.
"Secara keseluruhan saya pikir ini hasil yang bagus karena kami tidak kalah. Selisih poin masih terjaga dan liga akan tetap menarik hingga akhir musim," kata pelatih asal Kroasia tersebut.
Optimisme Bojan Hodak bukan tanpa alasan, melihat konsistensi performa Persib Bandung sepanjang musim ini.
Dari 24 pertandingan yang telah dijalani, mereka mampu meraih 18 kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya dua kali menelan kekalahan.
Baca Juga: Persib Nyaman di Puncak Klasemen jelang Libur Kompetisi
Catatan tersebut menghasilkan total 58 poin dengan rata-rata 2,42 poin per pertandingan. Angka itu menunjukkan betapa stabilnya performa tim berjuluk Maung Bandung di bawah arahan Bojan Hodak.
Konsistensi ini menjadi modal penting dalam menghadapi sisa kompetisi yang semakin ketat. Setiap poin akan sangat berharga, terutama ketika jarak antar tim papan atas masih relatif tipis.
Di sisi lain, hasil imbang ini juga menjadi pengingat bagi Persib Bandung untuk tetap fokus dan tidak lengah. Tekanan dari pesaing seperti Borneo FC dipastikan akan terus hadir hingga pekan terakhir.
Situasi tersebut justru membuat kompetisi semakin menarik untuk disaksikan. Persaingan gelar juara tidak hanya soal kualitas, tetapi juga soal mental dan konsistensi hingga akhir musim.
Bojan Hodak tampaknya memahami betul dinamika tersebut dan memilih menjaga fokus timnya. Ia tidak ingin anak asuhnya terlena meski masih berada di posisi teratas klasemen.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap kesalahan bisa berakibat fatal dalam perburuan gelar. Karena itu, Persib Bandung dituntut untuk tetap menjaga performa terbaik di setiap laga.
Baca Juga: Persib Bandung di Jalur Juara Super League, Berikut Komentar Bojan Hodak
Hasil di Samarinda bisa menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki kekurangan, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati. Detail kecil seperti ini kerap menjadi pembeda di laga-laga krusial.
Di tengah tekanan tersebut, kepercayaan diri tim tetap terjaga berkat hasil positif sepanjang musim. Hal ini menjadi sinyal kuat Persib Bandung masih menjadi kandidat utama juara.
Kini, fokus utama adalah menjaga konsistensi dan memaksimalkan setiap peluang di sisa pertandingan. Jika mampu melakukannya, peluang untuk mengangkat trofi akan semakin terbuka lebar.
Satu hal yang pasti, pernyataan Bojan Hodak soal liga yang akan menarik hingga akhir musim bukan sekadar retorika. Persaingan yang ketat dan kualitas tim-tim papan atas menjamin drama akan terus tersaji hingga laga terakhir.
Persib Bandung pun berada di posisi ideal untuk mengendalikan nasib mereka sendiri. Tinggal bagaimana mereka menjaga fokus dan tidak terpeleset di momen-momen krusial ke depan.