JawaPos.com–Persebaya Surabaya menutup pekan ke-25 Super League 2025/2026 dengan posisi di papan tengah klasemen. Namun di tengah performa tim yang belum stabil, kapten Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, justru mencuri perhatian lewat statistik individu yang mengesankan.
Nama Bruno Moreira kini masuk dalam daftar lima raja gocek baru Super League 2025/2026. Catatan dribel suksesnya membuat pemain asal Brasil itu sejajar dengan beberapa dribbler paling efektif di kompetisi musim ini.
Statistik menunjukkan Bruno Moreira memiliki rata-rata 3,8 dribel sukses per pertandingan dengan tingkat akurasi mencapai 81 persen. Angka tersebut menempatkannya di peringkat ketiga daftar pemain dengan kemampuan menggiring bola paling efektif musim ini.
Baca Juga: Arda Guler Ungkap Proses Gol Jarak Jauhnya ke Gawang Elche
Daftar raja gocek Super League 2025/2026 dipuncaki Mariano Peralta Bauer yang tampil luar biasa di lini depan. Penyerang tersebut mencatat rata-rata 7,0 dribel sukses per laga dengan akurasi mencapai 81 persen.
Posisi kedua ditempati Thijmen Goppel yang bermain sebagai gelandang dengan rata-rata 4,0 dribel sukses. Pemain ini bahkan memiliki tingkat keberhasilan dribel tertinggi dalam daftar tersebut dengan akurasi mencapai 83 persen.
Di posisi ketiga ada kapten Persebaya Surabaya Bruno Moreira yang konsisten merepotkan pertahanan lawan lewat akselerasi dan teknik individu. Kemampuannya menembus pertahanan membuatnya menjadi motor serangan penting bagi tim.
Baca Juga: Rekor Baru Premier League: Max Dowman Jadi Pencetak Gol Termuda saat Arsenal Kalahkan Everton
Posisi keempat ditempati Paulinho Moccelin, mantan bintang Arema FC dengan rata-rata 3,7 dribel sukses dan akurasi 75 persen. Sementara peringkat kelima diisi Juan Villa dengan rata-rata 3,5 dribel sukses dan tingkat keberhasilan 75 persen.
Meski statistik individu Bruno Moreira cukup impresif, performa tersebut belum mampu mengangkat Persebaya Surabaya ke papan atas klasemen. Tim asuhan Bernardo Tavares masih berkutat dengan inkonsistensi hasil sepanjang musim.
Persebaya Surabaya juga baru saja melewati periode sulit sepanjang Ramadhan. Dari empat pertandingan yang dijalani, Green Force hanya mampu mengumpulkan empat poin.
Hasil tersebut berasal dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Catatan itu membuat rapor tim menjadi bahan evaluasi serius bagi staf pelatih.
Kekalahan pertama terjadi saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Persijap Jepara. Dalam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-1.
Setelah hasil mengecewakan itu, Persebaya Surabaya sempat bangkit pada pertandingan berikutnya. Mereka berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 saat menjamu PSM Makassar.
Baca Juga: Prediksi Skor Manchester United vs Aston Villa dan Link Live Streaming: Duel Perebutan 3 Besar!
Sayangnya kemenangan tersebut menjadi satu-satunya kemenangan yang diraih selama Ramadhan. Momentum positif itu tidak berlanjut pada pertandingan berikutnya.
Saat menghadapi Persib Bandung, Persebaya Surabaya harus puas dengan hasil imbang 2-2. Laga tersebut berlangsung sengit dengan kedua tim saling menekan hingga akhir pertandingan.
Namun hasil paling mengecewakan terjadi pada laga terakhir sebelum jeda Lebaran. Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan telak saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda.
Baca Juga: Pesut Etam Cuma Menang 2 Kali! Rekor 17 Pertemuan Borneo FC vs Persib Bandung di Era Super League
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya kalah dengan skor mencolok 5-1. Kekalahan itu memperlihatkan sejumlah kelemahan yang harus segera diperbaiki tim pelatih.
Catatan pertandingan Green Force sepanjang Ramadhan menunjukkan performa yang belum konsisten. Jadwal padat dan tekanan kompetisi membuat tim kesulitan menjaga stabilitas permainan.
21 Februari 2026: Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya (3-1).
Baca Juga: Persija vs Dewa United di JIS, Mauricio Souza Targetkan Tiga Poin demi Pangkas Jarak dari Persib
25 Februari 2026: Persebaya Surabaya vs PSM Makassar (1-0).
2 Maret 2026: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung (2-2).
7 Maret 2026: Borneo FC vs Persebaya Surabaya (5-1).
Seusai laga melawan Borneo FC, pelatih Bernardo Tavares langsung menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh di dalam tim. Ia ingin tim segera menganalisis penyebab kekalahan besar tersebut.
Baca Juga: Disiarkan di TV! Jadwal dan Link Live Streaming Borneo FC vs Persib Bandung, Duel Pemuncak Klasemen
”Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Bernardo Tavares.
Menurut Tavares, pertandingan tersebut menjadi bahan pembelajaran penting bagi tim. Dia menilai ada beberapa aspek permainan yang harus segera diperbaiki.
Kemenangan atas PSM Makassar memang menjadi satu-satunya titik terang sepanjang periode tersebut. Namun kekalahan telak dari Borneo FC menunjukkan rapuhnya koordinasi di lini pertahanan.
Baca Juga: Dewa United Bertekad Bangkit saat Bertandang ke Markas Persija di Pekan ke-25 BRI Super League
Sementara duel melawan Persib Bandung memperlihatkan semangat juang tim yang patut diapresiasi. Meski hanya meraih satu poin, pertandingan tersebut menunjukkan karakter bertanding para pemain.
Setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan Ramadhan, skuad Persebaya Surabaya kini menjalani masa libur lebaran. Tim dijadwalkan kembali berkumpul dan menjalani latihan pada 23 Maret 2026.
Masa jeda ini diharapkan bisa dimanfaatkan tim pelatih untuk melakukan evaluasi mendalam. Bernardo Tavares ingin tim kembali dengan kondisi fisik dan mental yang lebih siap.
Baca Juga: Berguinho Jadi Pemain dengan Assist Terbanyak Persib di BRI Super League 2025/26
Selain evaluasi teknis, manajemen juga menghadapi tantangan terkait masa depan beberapa pemain kunci. Sejumlah kontrak pemain inti akan segera memasuki masa akhir.
Nama seperti Ernando Ari dan Bruno Moreira menjadi perhatian utama. Manajemen tentu tidak ingin kehilangan pemain penting yang selama ini menjadi tulang punggung tim.
Di tengah situasi tersebut, dukungan Bonek tetap menjadi kekuatan besar bagi Persebaya Surabaya. Para suporter setia berharap tim kesayangan mereka segera bangkit dan kembali bersaing di papan atas.
Performa individu Bruno Moreira sebagai salah satu raja gocek liga menjadi bukti kualitas pemain yang dimiliki Green Force. Kini tantangannya adalah mengubah kualitas individu itu menjadi kekuatan kolektif tim.
Jika konsistensi berhasil ditemukan setelah jeda lebaran, peluang Persebaya Surabaya untuk memperbaiki posisi klasemen masih terbuka. Bonek tentu menunggu kebangkitan tim dalam sisa musim Super League 2025/2026.