← Beranda
5 Raja Jagal Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares! Bruno Moreira Penyerang Paling Rajin Sikat Lawan
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 14 Maret 2026 | 23.04 WIB
Bruno Moreira menjadi penyerang dengan jumlah tekel terbanyak di Persebaya Surabaya pada Super League 2025/2026. (Persebaya)

 

JawaPos.com–Persebaya Surabaya menutup pekan ke-25 Super League 2025/2026 dengan posisi cukup stabil di papan tengah klasemen. Tim kebanggaan Bonek itu kini menempati peringkat ketujuh setelah melalui perjalanan kompetisi yang penuh dinamika.

Di balik posisi tersebut, ada sejumlah pemain yang tampil menonjol dalam urusan duel dan tekel. Mereka menjadi pemain dengan catatan tekel terbanyak di Persebaya Surabaya sepanjang era kepelatihan Bernardo Tavares musim ini.

Peran pemain-pemain ini kerap luput dari sorotan karena tidak selalu terlihat dalam statistik gol atau assist. Padahal, kontribusi mereka dalam memutus serangan lawan menjadi faktor penting menjaga keseimbangan permainan tim.

Baca Juga: Eden Hazard Beri Saran untuk Bintang Real Madrid Vinicius

Berdasar data performa musim ini, terdapat lima pemain dengan jumlah tekel terbanyak di skuad Persebaya Surabaya. Mereka berasal dari berbagai posisi, mulai bek, gelandang, hingga penyerang.

Arief Catur Pamungkas

Nama pertama adalah Arief Catur Pamungkas yang menjadi raja tekel Persebaya Surabaya musim ini. Bek muda tersebut mencatatkan 46 tekel dari 24 pertandingan dengan total 1967 menit bermain.

Rata-rata tekel Arief mencapai 2,10 per 90 menit pertandingan. Meski akurasinya berada di angka 45,65 persen, kontribusinya tetap vital sebagai tembok pertama lini pertahanan.

Baca Juga: Italia Disebut Gantikan Iran di Piala Dunia 2026! Asisten Pelatih Irak Buka Skenario Mengejutkan

Toni Firmansyah

Posisi kedua ditempati Toni Firmansyah yang beroperasi di sektor gelandang. Pemain muda tersebut tampil dalam 19 pertandingan dengan total 1226 menit bermain dan mencatatkan 34 tekel.

Menariknya, Toni memiliki rata-rata tekel tertinggi di antara pemain lain dalam daftar ini. Dia mencatat 2,50 tekel per 90 menit dengan tingkat akurasi mencapai 61,76 persen.

Kemampuan membaca permainan membuat Toni sering memutus serangan lawan sebelum masuk ke area berbahaya. Perannya sebagai gelandang pekerja keras menjadi salah satu alasan ia mendapat kepercayaan dari pelatih.

Milos Raickovic

Nama berikutnya adalah Milos Raickovic yang juga bermain di sektor tengah. Pemain asal Montenegro tersebut mencatatkan 18 tekel dari 24 pertandingan dengan total 1924 menit bermain.

Rata-rata tekel Milos berada di angka 0,84 per 90 menit dengan akurasi 33,33 persen. Meski tidak setinggi pemain lain, kehadirannya tetap penting untuk menjaga keseimbangan lini tengah.

Leonardo Silva Lelis

Pemain keempat adalah Leonardo Silva Lelis yang memperkuat posisi bek. Dia mencatatkan 14 tekel dari 19 pertandingan dengan total 1.350 menit bermain musim ini.

Baca Juga: Momentum Ramadan, Persib Bandung dan Sponsor Pererat Hubungan lewat Buka Puasa Bersama

Menariknya, Leonardo memiliki akurasi tekel tertinggi dalam daftar ini. Bek asal Brasil tersebut mencatat tingkat keberhasilan tekel mencapai 78,57 persen dengan rata-rata 0,93 per 90 menit.

Bruno Moreira

Nama terakhir cukup mengejutkan karena datang dari lini depan. Penyerang andalan Persebaya Surabaya, Bruno Moreira Soares, ternyata juga aktif membantu pertahanan tim.

Bruno mencatatkan 10 tekel dari 23 pertandingan dengan total 2043 menit bermain. Catatan itu menghasilkan rata-rata 0,44 tekel per 90 menit dengan akurasi mencapai 60 persen.

Baca Juga: Cara Unik Persib Bandung Rayakan Hari Bersejarah: Bobotoh Diajak Naik Bandros Gratis

Statistik tersebut menunjukkan etos kerja Bruno yang tinggi dalam membantu tim. Sebagai penyerang, ia tidak hanya fokus mencetak gol tetapi juga rajin menekan dan merebut bola dari lawan.

Sementara itu, evaluasi Bernardo Tavares demi raih hasil positif usai lebaran 2026 terus berjalan. Skuad Persebaya Surabaya libur Lebaran dan dijadwalkan kembali latihan pada 23 Maret 2026.

Namun evaluasi Bernardo Tavares untuk Persebaya Surabaya usai menjalani periode sulit sepanjang bulan Ramadhan terus dilakukan. Dari empat pertandingan yang dimainkan, Green Force hanya mampu mengoleksi empat poin hasil satu kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.

Baca Juga: Halalbihalal Dulu, Baru Gas! Timnas Indonesia Siap Kumpul usai Lebaran untuk FIFA Series 2026

Kekalahan pertama terjadi saat menghadapi Persijap Jepara dengan skor 3-1. Persebaya Surabaya sempat bangkit dengan kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar, namun hasil itu menjadi satu-satunya kemenangan mereka.

Laga berikutnya melawan Persib Bandung berakhir imbang 2-2 dalam duel sengit. Namun pada pertandingan terakhir Ramadhan, Persebaya Surabaya takluk telak 5-1 di markas Borneo FC Samarinda.

Catatan pertandingan Green Force sepanjang Ramadhan menunjukkan performa yang tidak konsisten. Berikut hasil pertandingan tersebut.

21 Februari 2026: Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya (3-1)

25 Februari 2026: Persebaya Surabaya vs PSM Makassar (1-0)

2 Maret 2026: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung (2-2)

7 Maret 2026: Borneo FC vs Persebaya Surabaya (5-1)

Baca Juga: 41 Pemain Dipanggil! PSSI Bongkar Alasan Taktik Aneh John Herdman di Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

Seusai laga melawan Borneo FC Samarinda, pelatih Bernardo Tavares menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh pada tim. Dia menilai banyak hal yang harus dianalisis agar kesalahan yang sama tidak terulang.

”Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Bernardo Tavares.

Kemenangan atas PSM Makassar menjadi satu-satunya titik terang selama periode tersebut. Namun kekalahan telak dari Borneo FC Samarinda memperlihatkan kelemahan di lini pertahanan yang harus segera diperbaiki.

Baca Juga: Pesan Terakhir Carlos Parreira usai Dipecat! Pengakuan Jujur Pelatih Madura United yang Tertekan Hasil Buruk

Duel kontra Persib Bandung juga menunjukkan semangat juang pemain Persebaya Surabaya. Meski hanya berakhir imbang, laga tersebut memperlihatkan karakter tim yang tidak mudah menyerah.

Dengan hanya empat poin dari empat laga Ramadhan, Persebaya Surabaya harus segera memperbaiki performa. Catatan itu menjadi peringatan keras bagi tim pelatih agar lebih fokus pada konsistensi permainan.

Isu kontrak pemain yang habis juga menambah tekanan bagi manajemen klub. Beberapa nama penting seperti Ernando Ari dan Bruno Moreira harus segera dipastikan masa depannya agar kekuatan tim tetap terjaga.

Dukungan Bonek tetap menjadi modal besar bagi Persebaya Surabaya. Meski kecewa dengan hasil terakhir, mereka berharap Green Force segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan setelah libur Lebaran.

Baca Juga: Unai Emery Masih Ingat Luka Lama, Aston Villa Siap Balas Dendam ke Manchester United di Old Trafford

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah