← Beranda
Pesan Terakhir Carlos Parreira usai Dipecat! Pengakuan Jujur Pelatih Madura United yang Tertekan Hasil Buruk
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 14 Maret 2026 | 19.16 WIB
Carlos Eduardo Biasi Parreira resmi meninggalkan kursi pelatih Madura United setelah hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. (Madura United)

 

JawaPos.com–Madura United akhirnya mengambil keputusan besar di tengah tekanan hasil buruk yang terus menghantui tim sepanjang kompetisi super league musim ini. Carlos Parreira resmi meninggalkan kursi pelatih setelah performa tim dinilai terus menurun dan menjauh dari harapan manajemen.

Keputusan tersebut diumumkan langsung melalui kanal Instagram resmi klub Madura United. Manajemen menegaskan langkah ini diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim dalam beberapa pertandingan terakhir.

”Performa tim yang terus menurun dalam beberapa pertandingan terakhir membuat manajemen mengambil keputusan dengan cepat,” tulis Madura United di kanal Instagram resmi mereka.

Baca Juga: Unai Emery Masih Ingat Luka Lama, Aston Villa Siap Balas Dendam ke Manchester United di Old Trafford

”Setelah melalui proses evaluasi, Coach Carlos Parreira dinilai bertanggung jawab atas hasil yang belum sesuai harapan dan ia menyatakan kesediaannya untuk mundur dari kursi kepelatihan,” tambah pernyataan itu.

Unggahan tersebut juga disertai pesan perpisahan kepada pelatih asal Brasil tersebut. ”Mator Sakalangkong Coach @carloseduardoparreira 👋🏻,” tulis manajemen sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan.

Carlos Parreira pun memberikan pernyataan langsung kepada publik setelah keputusannya mundur dari jabatan pelatih. Dia datang secara langsung untuk menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersamanya di klub.

Baca Juga: Ditempa di Stadion Legendaris Persebaya Surabaya! Rafa Abdurrahman Bongkar Latihan Keras Timnas Indonesia U-20

”Saya datang ke sini untuk mengatakan selamat tinggal ke kalian,” ujar Carlos Parreira dalam pernyataannya.

Dia mengaku menikmati setiap momen yang dilewati bersama tim meskipun hasil di lapangan tidak berjalan sesuai harapan.

”Saya datang ke sini karena saya menikmati momen-momen saya bersama kalian. Saya punya hubungan baik dengan semua orang, termasuk staf di sini,” lanjut Carlos Parreira.

Pelatih berusia 44 tahun tersebut juga mengungkapkan alasan utama di balik keputusannya meninggalkan tim. Dia mengaku merasa tidak nyaman dengan hasil yang diraih Madura United dalam beberapa pertandingan terakhir.

”Dan untuk kebaikan klub, juga termasuk kebaikan saya sendiri, karena saya merasa sangat tidak nyaman dengan hasil yang saya peroleh (maksudnya dalam konteks ini), maka saya memutuskan untuk mengundurkan diri,” jelas Carlos Parreira.

Carlos Eduardo Biasi Parreira mulai menangani Madura United pada 13 November 2025. Dia datang dengan reputasi sebagai pelatih berlisensi UEFA Pro Licence dan dikenal menyukai skema permainan menyerang.

Baca Juga: Demi Target Promosi, Persela Lamongan Ingatkan Pemain Tetap Jaga Kondisi Saat Libur Idul Fitri

Dalam filosofi kepelatihannya, Parreira lebih sering mengandalkan formasi 3-5-2 attacking. Skema tersebut dirancang untuk menekan lawan sejak lini tengah sekaligus memberikan banyak opsi serangan dari kedua sisi lapangan.

Namun strategi tersebut belum mampu memberikan dampak signifikan bagi performa Madura United. Tim justru kesulitan menjaga konsistensi hasil sepanjang periode kepelatihannya.

Berdasar catatan statistik, Carlos Parreira memimpin Madura United dalam 14 pertandingan di semua kompetisi. Dari jumlah tersebut, tim hanya mampu meraih satu kemenangan.

Baca Juga: PSSI Tegaskan Tidak Keberatan John Herdman Panggil 41 Pemain untuk Skuad Sementara Timnas Indonesia pada Ajang FIFA Series 2026

Selain itu, Madura United mencatat empat hasil imbang selama berada di bawah komando pelatih asal Brasil tersebut. Sementara sembilan pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Total poin yang berhasil dikumpulkan selama periode tersebut hanya tujuh angka. Catatan tersebut membuat posisi Madura United semakin terancam dalam persaingan papan bawah klasemen.

Situasi itulah yang kemudian memicu tekanan besar dari publik dan suporter klub. Banyak pihak menilai perubahan di kursi pelatih menjadi langkah penting untuk menyelamatkan musim mereka.

Baca Juga: Nekat Curi Poin di Samarinda! Pesan Tegas Umuh Muchtar Jadi Alarm Persib Bandung Hadapi Borneo FC

Reaksi suporter Madura United pun langsung membanjiri kolom komentar di media sosial klub. Sebagian memberikan ucapan terima kasih, sementara lainnya menganggap keputusan ini memang sudah lama ditunggu.

MATOR SAKALANGKONG COACH @carloseduardoparreira 🙌,” ujar salah satu suporter. Komentar tersebut menunjukkan apresiasi terhadap kerja keras sang pelatih selama berada di klub.

Namun ada juga suporter yang menilai perubahan ini sebagai langkah yang sudah seharusnya terjadi sejak lama. Mereka berharap keputusan tersebut bisa menjadi titik balik bagi performa tim ke depan.

”Akhirnya beban tim keluar juga,” tulis salah satu suporter dalam kolom komentar. Pernyataan tersebut menggambarkan rasa lega dari sebagian pendukung Madura United.

Baca Juga: Jelang Como vs Roma, Cesc Fabregas Tegaskan Pemain Dilarang Bahas Liga Champions

Suporter lain bahkan mengaku sudah menunggu keputusan tersebut selama beberapa minggu terakhir. Mereka menilai performa tim memang membutuhkan perubahan besar di sektor teknis.

”Ditunggu tunggu dari beberapa Minggu lalu akhirnya,” tulis suporter lain. Ada pula yang mengingatkan manajemen agar lebih cermat dalam memilih pelatih pengganti.

”Jangan salah pilih pelatih lagi👏,” tulis salah satu pendukung lainnya. Meski demikian, beberapa suporter tetap memberikan penghormatan kepada Carlos Parreira atas dedikasinya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Terlempar dari 6 Besar! Klasemen Pekan 25 Super League Bikin Madura United Masuk Zona Degradasi

”Terima kasih coach @carloseduardoparreira ❤️🙌,” tulis salah satu komentar yang menunjukkan rasa hormat kepada pelatih asal Brasil tersebut.

Kepergian Carlos Parreira kini meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi manajemen Madura United. Mereka harus segera menemukan sosok pelatih baru yang mampu mengangkat performa tim dan menjauhkan klub dari ancaman degradasi.

Dengan kompetisi yang masih berjalan, waktu menjadi faktor krusial dalam proses perubahan tersebut. Jika tidak segera menemukan solusi tepat, perjalanan Madura United musim ini bisa semakin berat.

Baca Juga: Bursa Transfer Memanas: Juventus Terdepan Rekrut Alisson Becker, Inter Milan Mulai Tersisih

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah