← Beranda
Bruno Moreira Sudah Habis? Bonek Soroti Performa Sang Kapten Saat Persebaya Surabaya Dibantai Borneo FC 1-5
Moch. Rizky Pratama Putraβ€’ Minggu, 8 Maret 2026 | 21.03 WIB
Bruno Moreira saat membela Persebaya Surabaya dalam laga melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Kekalahan telak Persebaya Surabaya dari Borneo FC dengan skor 1-5 langsung memicu gelombang kritik dari suporter. Salah satu yang paling disorot adalah performa kapten tim Bruno Moreira.

Pertandingan lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam itu memang menjadi malam yang sulit bagi Green Force. Selain kebobolan lima gol, sejumlah pemain tampil jauh dari ekspektasi.

Nama Bruno Moreira menjadi bahan perbincangan paling ramai di kalangan Bonek setelah pertandingan berakhir. Winger asal Brasil itu dinilai tidak mampu memberi dampak signifikan saat tim membutuhkan inspirasi di lapangan.

Kritik suporter pun bermunculan di media sosial. Sebagian Bonek bahkan secara terang-terangan menilai performa Bruno sudah tidak lagi seperti musim-musim sebelumnya.

“BRUNO WES ENTEK!!! seng ga setuju komenku reply AE ayo debat nde komen,” tulis salah satu Bonek yang mengungkapkan kekecewaannya.

Baca Juga: 5 Skuad Termuda di Super League! Persebaya Surabaya Mirip Borneo FC, Tapi Kalah Jam Terbang

Komentar tersebut langsung memicu perdebatan panjang di kalangan suporter. Banyak yang setuju performa Bruno Moreira memang terlihat menurun dalam beberapa pertandingan terakhir.

Beberapa Bonek juga mulai meminta pelatih memberikan kesempatan kepada pemain lain. Mereka menilai Bruno seharusnya tidak selalu menjadi pilihan utama di lini serang.

“Bruno wes gausa terus coach maino Mihailo gpp percoyo awakmu aturen wes pemain tengah kosong kabeh nom nom an lek kurang ngosek kek ono mbah e Ofan ae dari pada kosong blong,” tulis seorang suporter.

Tak sedikit pula yang menilai keputusan pelatih mempertahankan Bruno selama 90 menit menjadi tanda tanya besar. Apalagi dalam pertandingan tersebut Persebaya Surabaya kesulitan membongkar pertahanan lawan.

“Bruno ki nek maen elek mbok yo diganti, angger pengen ngelebokno matos mesti seng di ganti gali,” komentar Bonek lainnya.

Kritik lain bahkan datang dengan nada sindiran yang cukup pedas. Seorang suporter menyebut performa Bruno saat ini tidak lagi sebanding dengan ekspektasi publik.

“Wes wayahe Bruno Moreira CADANGAN. Under Perform. Lupat Luput ae terlalu Sering. Matos Blunder. Wes mboh sak karepmu. Wkwkwkwk. Mugo2 BISNIS Kostum dan perlengkapan Olahragamu Lancar. πŸ˜‚. Perkoro Next Time Budal stadion AKU WES MALES. Eman2 mending gawe mangan Wareg ng Mall Sekeluarga,” tulis salah satu Bonek.

Gelombang kritik ini muncul karena Bruno Moreira selama ini dianggap sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di Persebaya Surabaya. Sebagai kapten tim, ekspektasi suporter terhadap kontribusinya memang sangat tinggi.

Namun dalam pertandingan melawan Borneo FC, banyak suporter merasa Bruno gagal mengangkat performa tim. Ia dinilai kurang agresif dan tidak cukup tajam dalam membantu serangan.

Padahal Persebaya Surabaya sebenarnya mencoba tampil menyerang sepanjang pertandingan. Tim asuhan Bernardo Tavares tercatat melepaskan 13 tembakan selama laga berlangsung.

Sayangnya hanya empat tembakan yang benar-benar mengarah ke gawang. Efektivitas serangan menjadi salah satu masalah besar Green Force dalam pertandingan tersebut.

Sementara itu Borneo FC tampil jauh lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Setiap celah yang terbuka dari permainan menyerang Persebaya Surabaya langsung dimaksimalkan oleh tim tuan rumah.

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares juga mengakui timnya gagal tampil maksimal dalam pertandingan tersebut. Ia memastikan tim pelatih akan segera melakukan evaluasi setelah kekalahan telak tersebut.

“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Baca Juga: Nova Arianto Panggil Pemain Liga 3 dan Championship ke Timnas Indonesia U-20, Trio Persebaya Surabaya Gabung Usai Hadapi Borneo FC

Menurut Tavares, para pemain sebenarnya sudah berusaha menjalankan rencana permainan yang disiapkan sebelum laga. Tim pelatih juga telah melakukan analisis terhadap kekuatan Borneo FC.

“Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” lanjutnya.

Terlepas dari kritik yang muncul, secara statistik Bruno Moreira sebenarnya tetap terlibat dalam permainan tim. Ia bermain penuh selama 90 menit dan mencatat akurasi umpan yang cukup tinggi.

Bruno mencatatkan 22 umpan dengan 19 di antaranya berhasil mencapai rekan setim. Akurasi umpannya tercatat mencapai 87 persen sepanjang pertandingan.

Selain itu ia juga mencatat dua dribel, dua tekel sukses, serta tiga intersep. Bruno juga melakukan tiga kali pemulihan bola selama pertandingan berlangsung.

Namun angka statistik tersebut tidak cukup meredam kekecewaan suporter. Banyak yang menilai kontribusi seorang kapten seharusnya terlihat lebih besar ketika tim berada dalam situasi sulit.

Kekalahan telak ini akhirnya memicu tuntutan evaluasi dari berbagai pihak. Tidak hanya lini pertahanan yang kebobolan lima gol, tetapi juga performa pemain kunci di lini serang.

Perdebatan soal masa depan Bruno Moreira di tim utama pun mulai muncul di kalangan Bonek. Apakah ia masih pantas menjadi pilihan utama atau justru saatnya memberi kesempatan pada pemain lain.

Yang jelas, tekanan terhadap skuad Persebaya Surabaya kini semakin besar. Jika performa tim tidak segera membaik, kritik dari suporter dipastikan akan terus bergulir.

Baca Juga: 5 Laga Cuma 4 Poin! Alarm Bahaya Persebaya Surabaya, Ancaman Terlempar dari Papan Atas Makin Nyata

EDITOR: Hendra