← Beranda
Lini Serang Tumpul! Bernardo Tavares Bongkar Penyebab Kekalahan Telak Persebaya Surabaya dari Borneo FC
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 8 Maret 2026 | 15.30 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares memberikan instruksi kepada pemain saat pertandingan Super League melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Lini serang Persebaya Surabaya benar-benar kehilangan ketajaman saat menghadapi Borneo FC Samarinda. Tim asuhan Bernardo Tavares harus menelan kekalahan telak 1-5 dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam.

Hasil tersebut menjadi pukulan keras bagi Green Force yang datang dengan ambisi mencuri poin.

Alih-alih memberikan perlawanan ketat, Persebaya Surabaya justru kesulitan memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan sepanjang pertandingan.

Pelatih Bernardo Tavares langsung angkat bicara seusai pertandingan. Pelatih asal Portugal itu menilai timnya sebenarnya memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama.

Menurutnya, efektivitas menjadi pembeda besar antara kedua tim pada pertandingan tersebut.

Baca Juga: Rating Pemain Persebaya Surabaya! 6 Pemain Dapat Rapor Merah Setelah Dibantai Borneo FC 1-5 di Samarinda

Borneo FC Samarinda mampu memaksimalkan peluang yang datang, sementara Green Force gagal mengonversinya menjadi gol tambahan.

“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya dalam konferensi pers setelah laga.

Tavares menegaskan tim pelatih sebenarnya sudah mempersiapkan pertandingan dengan cukup matang. Analisis terhadap kekuatan lawan bahkan sudah diberikan kepada pemain melalui sesi video dan latihan taktik.

Ia menyebut seluruh pemain sudah diberi gambaran mengenai cara bermain lawan. Termasuk bagaimana mengantisipasi serangan cepat dan tembakan jarak jauh yang kerap menjadi senjata Borneo FC Samarinda.

“Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” sambungnya.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Leo Lelis Setelah Cetak Gol di Laga Kekalahan Persebaya Lawan Borneo FC

Dalam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Namun ketajaman di lini depan tidak muncul pada momen-momen penting yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga.

Catatan statistik menunjukkan Green Force melepaskan 13 tembakan sepanjang pertandingan. Dari jumlah itu, hanya empat yang benar-benar mengarah tepat ke gawang lawan.

Situasi tersebut menunjukkan masalah utama tim bukan pada kreativitas menciptakan peluang. Justru penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang demi peluang gagal berbuah gol.

Sementara itu, Borneo FC Samarinda tampil jauh lebih efektif. Setiap kesalahan yang dilakukan pemain Persebaya Surabaya langsung dimanfaatkan dengan maksimal oleh skuad Pesut Etam.

Beberapa gol yang bersarang ke gawang Green Force bahkan berasal dari skema yang sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya oleh tim pelatih. Salah satunya ancaman tembakan jarak jauh dari pemain Borneo FC Samarinda.

Tavares mengungkapkan hal tersebut sudah dibahas secara khusus dalam sesi persiapan sebelum pertandingan. Ia meminta pemain menutup ruang di sekitar kotak penalti agar lawan tidak leluasa melepaskan tembakan.

“Kami sudah membahas hal itu dalam persiapan. Kami mencoba menutup ruang di sekitar kotak penalti karena kami tahu mereka memiliki pemain dengan tembakan kuat dari luar kotak,” jelasnya.

Baca Juga: Klasemen Persebaya Surabaya Longsor! Kalah 1-5 dari Borneo FC Bikin Terlempar dari 5 Besar Super League

Namun, rencana yang telah disusun tidak berjalan sesuai harapan di lapangan. Ketika konsentrasi pemain menurun, ruang yang terbuka langsung dimanfaatkan oleh pemain Borneo FC Samarinda untuk mencetak gol.

Meski tertinggal dalam skor cukup jauh, para pemain Persebaya Surabaya tetap berusaha memberikan perlawanan hingga menit akhir. Tim tetap bermain menyerang demi mencari gol tambahan.

Tavares menyebut situasi tertinggal membuat tim hanya memiliki dua pilihan di lapangan. Menyerah pada keadaan atau terus berusaha mengejar ketertinggalan.

“Kami punya dua pilihan, menyerah atau terus mencoba. Kami memilih untuk tetap menyerang,” ungkap pelatih berusia 44 tahun tersebut.

Namun keputusan untuk terus menyerang juga memiliki konsekuensi besar. Ketika lini belakang mulai terbuka, Borneo FC Samarinda justru semakin mudah melancarkan serangan balik berbahaya.

Situasi tersebut membuat Green Force kembali kebobolan beberapa gol tambahan di babak kedua. Skor akhir 5-1 pun menjadi hasil pahit yang harus diterima Persebaya Surabaya di Samarinda.

Kekalahan tersebut dipastikan menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih. Tavares menegaskan akan melakukan analisis mendalam terhadap jalannya pertandingan.

Baca Juga: Remuk Redam di Samarinda! Persebaya Surabaya Dipermak Borneo FC 1-5, Skuad Bernardo Tavares Kolaps di Babak Kedua!

Evaluasi itu mencakup berbagai aspek permainan tim. Mulai dari efektivitas lini depan, organisasi pertahanan, hingga konsentrasi pemain dalam mengantisipasi serangan lawan.

Hasil buruk ini juga menjadi peringatan bagi Persebaya Surabaya agar segera memperbaiki performa sebelum memasuki fase krusial kompetisi. Konsistensi permainan menjadi kunci agar tim tetap bersaing di papan atas.

Setelah pertandingan ini, kompetisi Super League akan memasuki jeda selama tiga pekan. Masa tersebut akan dimanfaatkan tim pelatih untuk memperbaiki berbagai kelemahan yang terlihat dalam laga melawan Borneo FC Samarinda.

Green Force dijadwalkan kembali bertanding pada awal April mendatang. Mereka akan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo.

Pertandingan itu akan menjadi momentum penting bagi Persebaya Surabaya untuk bangkit.

Dukungan penuh dari Bonek di kandang diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan diri para pemain setelah kekalahan telak di Samarinda.

EDITOR: Edi Yulianto