← Beranda
Rating Pemain Persebaya Surabaya! 6 Pemain Dapat Rapor Merah Setelah Dibantai Borneo FC 1-5 di Samarinda
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 8 Maret 2026 | 15.25 WIB
Pemain Persebaya Surabaya berusaha menekan pertahanan Borneo FC dalam laga Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam. Hasil tersebut menjadi pukulan berat bagi skuad asuhan Bernardo Tavares yang gagal menunjukkan performa terbaik sepanjang pertandingan.

Laga tersebut memperlihatkan sejumlah kelemahan mendasar dalam permainan Persebaya Surabaya. Mulai dari koordinasi lini belakang yang rapuh hingga efektivitas lini depan yang jauh dari harapan.

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh setelah kekalahan telak tersebut.

Menurutnya, pertandingan ini harus dianalisis secara detail agar kesalahan serupa tidak kembali terulang.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, pelatih asal Portugal itu mengakui Borneo FC tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Leo Lelis Setelah Cetak Gol di Laga Kekalahan Persebaya Lawan Borneo FC

Hal itu menjadi pembeda utama dalam laga yang berlangsung di Stadion Segiri tersebut.

Menurut Tavares, Persebaya Surabaya sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang sepanjang pertandingan. Namun efektivitas menjadi masalah besar sehingga peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol tambahan.

“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Ia menilai para pemain sebenarnya sudah berusaha menjalankan rencana permainan yang disiapkan tim pelatih. Mulai dari bermain agresif, memenangkan duel, hingga mencoba menekan pertahanan lawan.

“Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” sambungnya.

Baca Juga: Klasemen Persebaya Surabaya Longsor! Kalah 1-5 dari Borneo FC Bikin Terlempar dari 5 Besar Super League

Tavares juga menjelaskan beberapa gol yang dicetak Borneo FC sebenarnya sudah diantisipasi dalam persiapan sebelum pertandingan. Salah satu yang diwaspadai adalah ancaman tembakan jarak jauh dari para pemain Pesut Etam.

“Kami sudah membahas hal itu dalam persiapan. Kami mencoba menutup ruang di sekitar kotak penalti karena kami tahu mereka memiliki pemain dengan tembakan kuat dari luar kotak,” jelasnya.

Meski tertinggal cukup jauh dalam skor pertandingan, Persebaya Surabaya tidak berhenti mencoba menyerang. Tim tetap berusaha mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan hingga menit akhir.

“Ketika kami tertinggal, kami punya dua pilihan, menyerah atau terus mencoba. Kami memilih untuk tetap menyerang. Tetapi ketika kami membuka ruang, Borneo kembali mencetak gol,” ungkapnya.

Statistik pertandingan menunjukkan Persebaya Surabaya sebenarnya cukup aktif dalam menciptakan peluang.

Green Force tercatat melepaskan 13 tembakan sepanjang pertandingan dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Namun efektivitas menjadi persoalan utama dalam laga tersebut. Sebaliknya, Borneo FC mampu memaksimalkan peluang yang didapat sehingga menghasilkan lima gol.

Kekalahan besar ini juga tercermin dari rating para pemain Persebaya Surabaya yang sebagian besar berada di bawah angka tujuh. Bahkan enam pemain mendapatkan nilai rendah atau rapor merah dalam pertandingan tersebut.

Di posisi penjaga gawang, Ernando Ari Sutaryadi memperoleh rating 6.2 setelah kebobolan lima gol sepanjang laga. Meski begitu, ia masih mampu melakukan beberapa penyelamatan penting yang mencegah skor menjadi lebih besar.

Baca Juga: Remuk Redam di Samarinda! Persebaya Surabaya Dipermak Borneo FC 1-5, Skuad Bernardo Tavares Kolaps di Babak Kedua!

Di lini belakang, Jefferson Junio Antonio Da Silva mendapatkan nilai 6.6 dan menjadi bek dengan rating paling baik dalam pertandingan tersebut. Namun performa lini pertahanan secara keseluruhan tetap dinilai kurang solid.

Dua bek tengah Persebaya Surabaya, Risto Mitrevski dan Leonardo Silva Lelis, sama-sama mendapatkan nilai 6.0. Keduanya kesulitan mengantisipasi pergerakan cepat lini serang Borneo FC sepanjang pertandingan.

Sementara itu, bek sayap kanan Koko Ari Araya menjadi pemain dengan rating terendah di skuad utama dengan nilai 5.8. Ia beberapa kali kesulitan menghadapi tekanan serangan dari sisi sayap lawan.

Di sektor lini tengah, Bruno Moreira Soares tampil sebagai salah satu pemain terbaik dengan rating 7.3. Ia mampu menjadi motor serangan dan berusaha menjaga ritme permainan tim sepanjang pertandingan.

Milos Raickovic juga tampil cukup konsisten dengan nilai 7.0. Gelandang asal Montenegro tersebut beberapa kali membantu transisi permainan dari lini belakang menuju lini serang.

Sadida Nugraha Putra mendapatkan rating 6.6 setelah bekerja cukup keras di lini tengah. Sementara itu Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas memperoleh nilai 6.4 dalam laga tersebut.

Baca Juga: Gol Cepat Juan Villa Bikin Persebaya Surabaya Tertinggal 1-0! Green Force Buntu di Babak Pertama Lawan Pesut Etam

Di lini serang, Francisco Israel Rivera Davalos menjadi salah satu pemain paling menonjol dengan rating 7.3. Ia tampil aktif dalam membangun serangan serta menciptakan beberapa peluang bagi tim.

Malik Risaldi yang dimainkan sebagai penyerang utama memperoleh nilai 6.3. Ia berusaha menekan pertahanan lawan tetapi minim suplai bola yang benar-benar matang di area kotak penalti.

Dari bangku cadangan, Riyan Ardiansyah mendapatkan rating 6.3 setelah masuk di babak kedua. Toni Firmansyah tampil cukup baik dengan nilai 6.7.

Striker Bruno Paraiba mencatat rating 7.0 setelah memberi kontribusi dalam lini serang tim. Sementara Pedro Ricardo Rodrigues de Matos memperoleh nilai 6.8.

Dimas Wicaksono Putra Rahman yang juga tampil sebagai pemain pengganti mendapatkan rating 6.4. Secara keseluruhan, performa tim masih jauh dari ekspektasi dalam pertandingan tersebut.

Kekalahan telak ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Persebaya Surabaya. Evaluasi menyeluruh dipastikan akan dilakukan tim pelatih sebelum menghadapi pertandingan berikutnya di kompetisi Super League 2025/2026.

EDITOR: Edi Yulianto