JawaPos.com — Kabar kurang menyenangkan datang dari skuad Persebaya Surabaya jelang laga tandang menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam. Bek kanan andalan Green Force, Arief Catur Pamungkas, dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning.
Absennya pemain yang selama ini menjadi pilihan utama di sektor full back kanan itu memaksa tim pelatih melakukan penyesuaian strategi.
Situasi ini membuka peluang bagi Koko Ari untuk kembali tampil sebagai starter di bawah komando pelatih Bernardo Tavares.
Selama musim ini, Arief Catur Pamungkas memang menjadi salah satu pemain penting dalam skema permainan Persebaya Surabaya.
Perannya di sisi kanan tak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan dari lini belakang.
Statistik menunjukkan kontribusi Catur yang cukup konsisten sepanjang musim. Ia telah tampil dalam 24 pertandingan dengan total 1.967 menit bermain bersama Persebaya Surabaya.
Catatan tersebut menunjukkan kepercayaan besar dari tim pelatih kepada pemain berposisi bek kanan itu.
Dengan menit bermain yang tinggi, Catur menjadi salah satu pemain yang paling sering tampil dalam skuad Green Force musim ini.
Dari sisi produktivitas, pemain tersebut juga memberikan kontribusi cukup signifikan. Ia mencatatkan satu gol dan empat assist sepanjang kompetisi berjalan.
Selain itu, Catur juga cukup aktif dalam membantu peluang serangan. Tercatat ia menghasilkan 10 percobaan tembakan dengan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.
Akurasi tembakan yang mencapai 50 persen menunjukkan efektivitas yang cukup baik untuk ukuran seorang pemain bertahan. Bahkan nilai expected goals (xG) miliknya mencapai angka 2,69 sepanjang musim ini.
Peran ofensifnya juga terlihat dari jumlah umpan kunci yang berhasil ia ciptakan. Tercatat lima key pass menjadi bukti kontribusinya dalam membuka peluang bagi lini depan Persebaya Surabaya.
Tak hanya itu, Catur juga aktif melakukan dribel untuk membantu transisi serangan. Ia telah mencatatkan 19 dribel sepanjang musim kompetisi berlangsung.
Di sisi permainan tim, kontribusi distribusi bola dari Catur juga cukup solid. Ia mencatatkan total 650 umpan dengan 494 di antaranya sukses mencapai rekan setim.
Akurasi umpannya pun terbilang stabil dengan persentase 76 persen. Catatan tersebut menunjukkan perannya dalam menjaga aliran bola dari lini belakang Persebaya Surabaya.
Selain umpan pendek, ia juga cukup sering melakukan umpan silang. Total 28 crossing telah ia lepaskan untuk membantu penyerang di kotak penalti lawan.
Tidak hanya itu, ia juga mencatatkan tujuh umpan terobosan yang membantu membuka ruang serangan. Bahkan dalam duel udara, Catur terlibat dalam 36 umpan kepala sepanjang musim ini.
Dari aspek bertahan, statistiknya juga menunjukkan kontribusi yang tak kalah penting. Ia mencatatkan 46 tekel dengan 21 di antaranya berhasil dilakukan secara sukses.
Baca Juga: Malik Risaldi Is Back! Kabar Baik Persebaya Surabaya Jelang Duel Panas Lawan Borneo FC di Samarinda
Selain tekel, kemampuan membaca permainan juga terlihat dari jumlah intersep yang ia catatkan. Total 59 intersep menjadi salah satu bukti konsistensinya dalam memutus serangan lawan.
Catur juga cukup disiplin dalam melakukan sapuan saat situasi genting. Tercatat ia melakukan 49 sapuan sepanjang musim untuk mengamankan lini pertahanan Persebaya Surabaya.
Selain itu, ia juga berhasil melakukan delapan blok tembakan lawan. Catatan ini memperlihatkan keberaniannya dalam menghadang peluang yang mengarah ke gawang timnya.
Kemampuannya dalam merebut kembali penguasaan bola juga cukup menonjol. Ia mencatatkan 45 pemulihan bola selama tampil bersama Green Force musim ini.
Namun permainan agresif yang ditunjukkannya juga berimbas pada jumlah pelanggaran yang dilakukan. Sepanjang musim, Catur tercatat melakukan 31 pelanggaran terhadap pemain lawan.
Sebaliknya, ia juga cukup sering menjadi target pelanggaran lawan. Total 20 kali ia dilanggar dalam berbagai pertandingan yang dijalani Persebaya Surabaya.
Akumulasi kartu kuning yang kini membuatnya harus absen juga menjadi konsekuensi dari gaya bermainnya. Hingga pekan ini, ia telah mengoleksi empat kartu kuning sepanjang kompetisi.
Kehilangan pemain dengan kontribusi seperti Catur tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Terlebih laga melawan Borneo FC dikenal sebagai salah satu pertandingan yang cukup berat di kompetisi.
Bermain di Stadion Segiri Samarinda juga bukan perkara mudah bagi tim tamu. Atmosfer kandang yang kuat sering kali membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Karena itu, keputusan memainkan Koko Ari di posisi bek kanan berpotensi menjadi solusi sementara. Pemain tersebut memiliki pengalaman dan pemahaman taktik yang cukup baik di posisi tersebut.
Kini perhatian tertuju pada bagaimana Persebaya Surabaya mampu beradaptasi tanpa kehadiran Arief Catur Pamungkas. Laga melawan Borneo FC akan menjadi ujian penting bagi kedalaman skuad Green Force musim ini.