← Beranda
Persija Jakarta 14 Kali Kebobolan di Babak Kedua! Rizky Ridho Akui Fokus Tim Sering Hilang di Menit Akhir
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 5 Maret 2026 | 18.29 WIB
Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho mengakui timnya kerap kehilangan fokus pada babak kedua sehingga sering kebobolan di menit akhir pertandingan. (Dok. Persija)

JawaPos.com — Persija Jakarta kembali mendapat sorotan setelah gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Borneo FC. Hasil imbang 2-2 di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3/2026) malam, membuka kembali persoalan lama di lini pertahanan Macan Kemayoran.

Bek sekaligus kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, tak menutupi rasa kecewanya setelah timnya gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri.

Dua poin yang melayang terasa menyakitkan karena Persija Jakarta sebenarnya punya peluang besar merapat ke papan atas klasemen.

Ridho mengakui seluruh pemain merasakan kekecewaan yang sama. Bermain di hadapan ribuan Jakmania membuat tim sangat ingin memberikan kemenangan, namun situasi di lapangan berkata lain.

“Sangat sedih kami harus kehilangan dua poin di kandang. Semua tentu kecewa dengan hasil ini. Kami sudah berusaha memberikan tiga poin agar semakin dekat ke papan atas sesuai target kami, yaitu juara,” ujar Ridho seusai laga.

Baca Juga: Bruno Paraiba dan Mihailo Perovic Belum 100 Persen! Persebaya Surabaya Menanti Kabar Terakhir Jelang Duel Panas di Samarinda

Meski demikian, Ridho menegaskan semangat tim belum padam. Ia memastikan Persija Jakarta masih memiliki tekad kuat untuk terus mengejar peluang juara hingga akhir musim.

Menurutnya, kompetisi masih menyisakan cukup banyak pertandingan yang bisa dimanfaatkan Persija Jakarta untuk memperbaiki posisi. Setiap laga yang tersisa kini dianggap sebagai pertandingan final bagi Macan Kemayoran.

“Asa untuk menjadi juara belum tertutup. Kami akan terus berjuang di setiap pertandingan karena 10 laga sisa adalah final bagi kami,” lanjut bek tim nasional Indonesia tersebut.

Di balik hasil imbang itu, persoalan konsistensi pertahanan kembali muncul. Persija Jakarta masih kesulitan menjaga keunggulan, terutama ketika pertandingan memasuki fase akhir.

Ridho mengakui timnya memang belum cukup sering mencatatkan clean sheet sepanjang musim ini. Hal tersebut menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi oleh seluruh pemain.

Ia menilai kebobolan yang terjadi kerap berawal dari hilangnya fokus di momen krusial. Kesalahan kecil di level kompetisi tertinggi seperti Super League sering kali langsung berujung gol bagi lawan.

“Memang kami masih jarang mencatat clean sheet karena kebobolan, termasuk di menit-menit akhir dan pertengahan laga. Kami harus lebih fokus dan lebih konsentrasi lagi karena mungkin ada kesalahan individu yang mengakibatkan kami kebobolan,” jelasnya.

Ridho menambahkan, para pemain harus lebih disiplin dalam menjalankan instruksi pelatih. Hal tersebut menjadi kunci agar kesalahan yang sama tidak terus berulang di pertandingan berikutnya.

“Ke depannya, kami harus lebih baik dan menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin,” tegasnya.

Jika melihat data distribusi gol yang bersarang ke gawang Persija Jakarta, masalah tersebut memang terlihat cukup jelas. Dari total 21 gol yang sudah mereka terima musim ini, sebagian besar terjadi pada babak kedua.

Pada periode menit 1 hingga 45, Persija Jakarta kebobolan sebanyak tujuh gol. Sementara pada tambahan waktu babak pertama, gawang Macan Kemayoran masih berhasil dijaga tetap aman tanpa kebobolan.

Situasi berbeda terjadi setelah turun minum. Persija Jakarta sudah kebobolan 12 gol pada rentang menit 45 hingga 90, yang menunjukkan adanya penurunan konsentrasi ketika pertandingan memasuki fase akhir.

Baca Juga: Mauricio Souza Soroti Hilangnya Fokus Persija Jakarta, Buntut Gol Injury Time Borneo FC di JIS

Tak hanya itu, dua gol tambahan juga tercipta pada masa injury time babak kedua. Artinya, total 14 gol terjadi setelah jeda pertandingan, angka yang cukup besar dibanding babak pertama.

Statistik tersebut menjadi sinyal jelas bagi tim pelatih Persija Jakarta untuk segera melakukan evaluasi. Konsistensi permainan selama 90 menit penuh menjadi aspek penting yang harus diperbaiki jika ingin bersaing di jalur juara.

Di sisi lain, tekanan kompetisi yang semakin ketat juga membuat setiap kesalahan terasa mahal. Tim-tim papan atas kini memiliki kualitas merata sehingga celah kecil pun bisa dimanfaatkan lawan.

Bagi Persija Jakarta, memperbaiki organisasi pertahanan menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda. Tanpa perbaikan signifikan, peluang meraih gelar juara bisa semakin sulit diwujudkan.

Namun Ridho tetap yakin timnya memiliki kapasitas untuk bangkit. Dengan sisa pertandingan yang masih cukup panjang, Persija Jakarta masih punya waktu memperbaiki performa dan menjaga asa juara tetap hidup.

Dukungan Jakmania juga diyakini akan menjadi energi tambahan bagi tim. Atmosfer Jakarta International Stadium selama ini terbukti mampu memberi dorongan moral bagi para pemain di lapangan.

Kini fokus Persija Jakarta tertuju pada laga-laga berikutnya yang akan menentukan nasib mereka di klasemen.

Setiap pertandingan menjadi ujian konsistensi sekaligus kesempatan memperbaiki catatan pertahanan yang masih rapuh.

Jika mampu menjaga konsentrasi hingga menit akhir, bukan tidak mungkin Persija Jakarta kembali menemukan stabilitas permainan. Dan dari situlah, mimpi meraih gelar juara bisa tetap terjaga hingga garis finis musim ini.

Baca Juga: 3 Bintang Persebaya Surabaya Dibekap Cedera, Bernardo Tavares Tunggu Perkembangan Jelang Hadapi Borneo FC

EDITOR: Hendra