← Beranda
Ong Kim Swee Out, Persik Kediri Minati 4 Pelatih Yang Sempat Dirumorkan ke Persebaya Surabaya?
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 28 November 2025 | 19.51 WIB
Ong Kim Swee sudah tak lagi menukangi Persik Kediri. (Persik Kediri)

JawaPos.com — Persik Kediri resmi mengakhiri kebersamaan dengan Ong Kim Swee dan langsung dikaitkan dengan empat nama yang sebelumnya masuk rumor incaran Persebaya Surabaya. Keputusan mengejutkan ini memunculkan spekulasi Persik hendak bergerak cepat mencari pelatih baru dengan kualitas mumpuni.

Pengumuman perpisahan disampaikan melalui Instagram resmi klub pada Kamis, 27 November 2025.

Persik menuliskan, “Persik Kediri resmi berpisah dengan Head Coach Ong Kim Swee. Keputusan ini diambil setelah kedua pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama, seiring dengan rencana Coach Ong Kim Swee yang akan mengambil kesempatan baru di Malaysia serta mempertimbangkan alasan keluarga.”

Dalam unggahan sama, klub menegaskan pertandingan sore itu menjadi laga terakhir Ong musim ini. Kalimat “Once a purple, always a purple” menjadi penutup yang mengiringi berakhirnya masa tugas pelatih asal Malaysia tersebut.

Rapor buruk dalam 12 pertandingan terakhir menjadi salah satu alasan pemutusan kerja sama. Persik hanya meraih tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan enam kekalahan sehingga performa tim tak kunjung stabil.

Situasi ini membuat manajemen perlu mencari sosok yang bisa mendongkrak performa dengan cepat. Empat nama pelatih berpengalaman pun masuk radar dan dianggap layak menjadi kandidat utama pengganti Ong.

Bernardo Tavares

Nama pertama yang ramai dibicarakan adalah Bernardo Tavares, eks pelatih PSM Makassar asal Portugal. Ia baru saja mundur per 1 Oktober 2025 sehingga kini berstatus bebas dan siap bernegosiasi dengan klub mana pun.

Bersama PSM, Tavares memberikan gelar juara Liga 1 musim 2022/2023. Kondisi free agent membuatnya menjadi target yang sangat realistis, meski Persik tetap harus menyiapkan proposal yang lebih menarik dari klub lain.

Tavares dikenal sebagai pelatih dengan gaya tegas dan taktis yang cocok untuk tim yang membutuhkan stabilitas permainan. Rekam jejaknya membuat Persikmania cukup antusias membayangkan sang pelatih berada di Kota Kediri.

Baca Juga: Noni Madueke Kaget dengan Dukungan Fans Arsenal

Kim Do-hoon

Nama kedua berasal dari Korea Selatan, yakni Kim Do-hoon yang dikenal dekat dengan eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Prestasinya terbilang gemilang setelah meraih gelar bersama Ulsan Hyundai dan Lion City Sailors.

Kim juga pernah menjadi asisten pelatih Timnas U-20 Korea Selatan per 1 Januari 2014 sehingga memiliki pengalaman internasional yang kuat.

Statusnya sebagai pelatih yang sedang tidak menangani klub membuat pendekatan Persik berpotensi terbuka lebar.

Namun Kim disebut membutuhkan tawaran kontrak serta nilai gaji yang kompetitif untuk kembali berkarier di Asia Tenggara.

Jika Persik mampu memenuhi syarat itu, peluang mendaratkan pelatih 54 tahun tersebut cukup terbuka.

Joel Cornelli

Kandidat ketiga adalah Joel Cornelli, pelatih asal Brasil yang pernah menangani Arema FC. Bersama Singo Edan, ia mencatat 10 kemenangan, lima imbang, dan lima kekalahan dalam masa tugasnya.

Cornelli kini masih melatih klub sepak bola wanita sehingga proses negosiasi kemungkinan tidak semulus kandidat lain. Meski demikian, pendekatan tetap memungkinkan karena rekam jejaknya di Indonesia cukup baik.

Gaya melatih Cornelli yang modern dan terstruktur membuatnya dianggap cocok untuk tim yang ingin meningkatkan kualitas taktik.

Pengalamannya di berbagai level kompetisi menjadi daya tarik yang membuat namanya tetap dipertimbangkan.

Sergio Farias

Sosok keempat adalah pelatih berpengalaman asal Brasil, Sergio Farias yang sempat menangani Persija Jakarta. Meski masa tugasnya di Jakmania berlangsung singkat, Farias sudah mengenal karakter sepak bola Indonesia.

Farias pernah menangani klub-klub besar Asia seperti Pohang Steelers, Al Ahli, Al-Wasl, Suphanburi FC, dan Al-Hilal. Ia juga pernah melatih Timnas U-17 Brasil pada 2001 hingga 2002 sehingga portofolionya terbilang lengkap.

Saat ini Farias tidak memiliki klub usai berpisah dengan Kazma SC di Liga Utama Kuwait. Status tersebut membuatnya menjadi opsi menarik karena bisa didatangkan dengan skema bebas transfer tanpa biaya tambahan.

Masuknya empat nama yang sebelumnya santer dikaitkan dengan Persebaya Surabaya membuat situasi semakin menarik. Persik seolah siap menikung rivalnya dalam perebutan pelatih papan atas demi memperbaiki performa.

Persaingan memperebutkan pelatih terbaik pun memanas karena kedua klub Jawa Timur sama-sama membutuhkan sosok pemimpin baru. Persik bergerak cepat agar tidak kalah langkah dari tim lain yang juga sedang berburu pelatih.

Kini keputusan berada di tangan manajemen Macan Putih yang harus memilih sosok paling tepat untuk memimpin skuad.

Kebutuhan terhadap visi permainan jelas dan kemampuan mengoptimalkan skuad akan menjadi pertimbangan utama.

Persikmania menunggu jawaban dari manajemen mengenai siapa yang akan naik menggantikan kursi Ong Kim Swee. Jika memilih dengan tepat, Persik berpeluang bangkit dan menutup musim dengan hasil lebih baik.

EDITOR: Banu Adikara