JawaPos.com — Persembahan terakhir Ong Kim Swee bersama Persik Kediri berakhir manis setelah Macan Putih melumat Semen Padang 2-1 di Stadion Brawijaya. Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi momen perpisahan sang pelatih yang memilih berpisah di tengah kompetisi Super League musim ini.
Pertandingan yang digelar Kamis (27/11/2025) itu berlangsung dalam atmosfer penuh emosi, terutama bagi publik Kediri yang ingin memberi salam perpisahan terbaik untuk pelatih asal Malaysia tersebut.
Dukungan ribuan penonton membuat para pemain Persik tampil agresif sejak menit awal untuk memberi hadiah kemenangan bagi Ong.
Persik langsung tancap gas dan menekan pertahanan Semen Padang yang terlihat kesulitan mengimbangi tempo cepat tuan rumah.
Serangan demi serangan dilancarkan dari sisi sayap, memaksa lini belakang Kabau Sirah bertahan lebih dalam sejak peluit pertama dibunyikan.
Gol cepat akhirnya hadir pada menit ke-16 lewat aksi Jose Enrique yang sukses memanfaatkan umpan terukur dari Ezra Walian.
Sundulan keras Enrique tak mampu dibendung para pemain bertahan Semen Padang maupun kiper Arthur Augusto sehingga membuat Stadion Brawijaya bergemuruh.
Keunggulan itu membuat Persik semakin percaya diri untuk terus mencari gol tambahan. Para pemain terlihat ingin memberikan perpisahan terbaik untuk Ong Kim Swee dengan permainan agresif dan ritme yang tidak menurun.
Ezra Walian kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-34 setelah menerima umpan tarik dari Jose Enrique yang kali ini berperan sebagai kreator.
Sontekan Ezra masuk dengan sempurna dan membuat Persik unggul 2-0 hingga jeda babak pertama.
Di ruang ganti, Ong Kim Swee terlihat tetap tenang meski timnya sedang memimpin. Sikap itu menular ke para pemain yang kembali tampil disiplin ketika memasuki babak kedua meski tekanan dari tim tamu mulai meningkat.
Semen Padang memang mengubah pendekatan permainan usai turun minum dan mulai berani mengambil risiko dengan bermain lebih terbuka.
Sejumlah peluang diciptakan untuk membongkar pertahanan Persik yang sejak awal tampil rapat dan terstruktur.
Upaya Kabau Sirah baru membuahkan hasil pada menit ke-77 setelah aksi individu Samuel Cristianson Simanjuntak.
Tembakannya sempat membentur kaki pemain belakang Persik dan membuat kiper Leo Navacchio tak mampu mengantisipasi perubahan arah bola.
Gol tersebut langsung membangkitkan motivasi para pemain Semen Padang untuk mengejar ketertinggalan.
Serangan bertubi-tubi dilancarkan dan beberapa kali memaksa lini belakang Persik melakukan sapuan darurat demi mempertahankan keunggulan.
Namun, Persik tetap tampil disiplin meski digempur dari berbagai sisi lapangan. Para pemain tuan rumah terlihat tak ingin merusak momen perpisahan Ong Kim Swee dengan kehilangan poin di menit-menit akhir.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 tetap bertahan dan membuat seluruh stadion bersorak menyambut tiga poin penting itu.
Para pemain langsung menghampiri Ong sebagai bentuk penghormatan untuk pelatih yang telah mereka ikuti sejak awal musim.
Kemenangan ini menjadi penutup indah dari perjalanan singkat Ong Kim Swee bersama Persik Kediri.
Keputusan berpisah di tengah musim tentu bukan hal mudah, namun laga ini seakan menjadi persembahan terbesar dari para pemain untuk sang pelatih.
Ong pun tampak haru saat meninggalkan lapangan sambil mendapat tepuk tangan panjang dari para suporter yang memadati Stadion Brawijaya.
Suasana malam itu terasa emosional sekaligus menyenangkan karena Persik berhasil memberi kenangan manis di laga terakhirnya.
Di balik kemenangan tersebut, kiprah beberapa pemain juga mencuri perhatian, seperti duet Ezra Walian dan Jose Enrique yang tampil saling melengkapi.
Keduanya menjadi kunci serangan Persik dan menunjukkan chemistry kuat yang membuat pertahanan Semen Padang kesulitan menghentikan mereka.
Sementara itu, lini tengah yang diisi Imanol Garcia dan Krisna Baytu Otto tampil dominan dalam duel-duel penting.
Mereka menjaga ritme permainan agar Persik tetap stabil di tengah tekanan Semen Padang yang meningkat drastis di paruh kedua laga.
Persik kini harus melanjutkan perjalanan di Super League tanpa sosok Ong Kim Swee yang selama ini menjadi figur penting dalam membangun karakter tim.
Namun, kemenangan ini bisa menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tetap menjaga konsistensi di laga-laga berikutnya.
Bagi publik Kediri, malam itu menjadi momen yang akan sulit dilupakan karena kemenangan dan perpisahan hadir bersamaan.
Laga ini menyisakan pesan Persik mampu tampil solid meski sedang berada dalam masa transisi kepelatihan.
Dengan hasil 2-1 di Brawijaya, Persik Kediri menutup babak terakhir bersama Ong Kim Swee tanpa penyesalan.
Kemenangan itu menjadi simbol terima kasih dari seluruh pemain dan suporter untuk pelatih yang telah mengukir jejaknya di Kota Kediri.